Editor
KOMPAS.com - Berdoa merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam.
Melalui doa, seorang hamba menyampaikan harapan, kebutuhan, dan permohonannya kepada Allah SWT.
Karena banyak doa yang diajarkan dalam Al-Quran dan hadits menggunakan bahasa Arab, tidak sedikit umat Islam yang bertanya apakah berdoa harus memakai bahasa tersebut.
Baca juga: Jangan Lewatkan, Ini 4 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Menjawab pertanyaan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa doa tidak harus menggunakan bahasa Arab dan dapat dipanjatkan dengan bahasa apa pun yang dipahami.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda, menjelaskan bahwa berdoa menggunakan bahasa Arab maupun bahasa ajam atau non-Arab sama-sama diperbolehkan.
Baca juga: 12 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Makkah, dari Ka’bah hingga Padang Arafah
Menurutnya, Allah SWT mengetahui setiap maksud dan kebutuhan hamba-Nya, apa pun bahasa yang digunakan saat berdoa.
“Allah SWT Mahamengetahui setiap doa dalam berbagai bahasa pun itu dan Dia pun Mahamengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan,” Kiai Miftah kepada MUIDigital (16/2/2022).
Karena itu, umat Islam tidak diwajibkan menggunakan bahasa Arab ketika memanjatkan doa di luar bacaan-bacaan yang memang telah ditetapkan dalam ibadah tertentu.
Meski doa boleh dibaca dalam bahasa apa saja, Kiai Miftah mengingatkan pentingnya memahami isi dan makna doa yang dipanjatkan.
Menurutnya, hati yang memahami apa yang sedang diminta kepada Allah SWT akan lebih khusyuk dibandingkan hati yang lalai terhadap isi doanya.
Karena itu, penggunaan bahasa yang dipahami dapat membantu seseorang lebih menghayati setiap permohonan yang disampaikan.
“Pada poin inilah, mengapa berdoa kepada Allah boleh dengan bahasa apa saja, yaitu agar kita khusyu dalam meminta dan orang yang paham apa yang diminta. Tentu, akan bersungguh-sungguh dalam bermunajat,” ujar dia.
Selain menjelaskan kebolehan berdoa dengan berbagai bahasa, Kiai Miftah juga mengingatkan bahwa banyak doa yang baik telah diajarkan dalam Al-Quran dan hadits Nabi Muhammad SAW.
Salah satu doa yang paling populer adalah doa memohon kebaikan dunia dan akhirat yang terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 201.
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa ‘adzaban naar.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Kiai Miftah mengatakan, “Doa ini dikenal oleh masyarakat dengan istilah doa sapu jagad,” kata dia.
Pada akhirnya, Islam tidak mensyaratkan penggunaan bahasa Arab dalam berdoa. Umat Islam dapat berdoa dengan bahasa yang paling dipahami agar lebih khusyuk dan mampu menghayati setiap permohonan yang dipanjatkan kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang