Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap: Niat, Bacaan, Doa dan Keutamaannya

Kompas.com, 29 Juli 2026, 14:00 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Shalat Dhuha adalah ibadah sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha, yakni setelah matahari terbit hingga menjelang masuk waktu Dzuhur.

Shalat ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki berbagai keutamaan bagi setiap muslim yang mengamalkannya.

Salah satu keutamaan Shalat Dhuha adalah menjadi sebab datangnya rezeki, menghapus dosa-dosa kecil, serta menjadi wujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat yang diberikan.

Baca juga: Dzikir, Doa, dan Amalan Setelah Shalat Dhuha untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan

Berikut panduan lengkap shalat dhuha untuk diamalkan secara istiqamah dengan harapan memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Pengertian Sholat Dhuha

1. Apa Itu Sholat Dhuha

Shalat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari, dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dhuhur. Secara bahasa, dhuha berarti waktu di awal siang.

Baca juga: 3 Doa Setelah Sholat Dhuha dan Artinya Lengkap Arab, Latin, serta Maknanya

2. Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Dalam syariat, waktu Dhuha dimulai ketika matahari telah terbit dan naik sekitar satu tombak di atas ufuk, atau kurang lebih setinggi tujuh hasta (sekitar 2,5 meter), kemudian berakhir saat matahari belum tergelincir memasuki waktu Dhuhur.

Waktu pelaksanaan shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan berlangsung hingga menjelang waktu shalat Dhuhur, dengan rentang waktu sekitar 45 menit hingga 1,5 jam setelah matahari terbit , dan sebelum masuknya waktu shalat Dhuhur.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

1. Minimal dan Maksimal Rakaat

Shalat Dhuha dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan maksimal 12 rakaat atau lebih menurut sebagian pendapat ulama, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam. Dalam praktiknya, Rasulullah SAW sering melaksanakan shalat Dhuha sebanyak empat rakaat, bahkan terkadang menambah jumlah rakaat sesuai kehendak Allah SWT.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis:

"Shalat Dhuha itu (minimal) dua rakaat, dan yang paling sempurna adalah delapan rakaat, sedangkan Rasulullah biasa mengerjakannya empat rakaat, dan menambahkannya sesuai dengan yang Allah kehendaki." (HR. Muslim).

Dengan demikian, jumlah rakaat Shalat Dhuha tidak bersifat mengikat. Umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kemampuan dan kondisi masing-masing, selama dikerjakan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan syariat.

2. Waktu Terbaik Melaksanakannya

Meski Shalat Dhuha dapat dikerjakan sejak matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur, terdapat waktu yang dinilai lebih utama untuk melaksanakannya agar memperoleh keutamaan yang lebih besar.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk mengerjakan Shalat Dhuha adalah ketika matahari telah meninggi dan mulai terasa panas, umumnya sekitar pukul 09.00–10.00 pagi.

Waktu tersebut dipandang sebagai saat yang paling afdal karena memiliki nilai keutamaan dan pahala yang lebih besar.

Anjuran tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang menunjukkan bahwa waktu utama Shalat Dhuha adalah ketika matahari mulai meninggi menjelang tergelincir ke arah barat, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut.

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ » أخرجه مسلم

Artinya: "Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (pada waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata: "Mereka mungkin tidak mengetahui sholat dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah SAW. bersabda: "Shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (al-Awwabin) adalah pada waktu anak-anak unta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari." (HR Muslim).

Tata Cara Sholat Dhuha

1. Bacaan Niat Sholat Dhuha

Berikut bacaan niat shalat dhuha yang bisa diamalkan:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala"

Shalat Dhuha dua rakaat:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’aalaa.

Artinya: saya berniat mengerjakan sholat sunah dhuha dua rakaat semata-mata karena Allah ta’ala.

Sholat Dhuha empat rakaat:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatadh Dhuhaa arba'aa roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat shalat sunnah Dhuha empat rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah ta'ala."

2. Urutan Pelaksanaan Sholat Dhuha

Berikut tata cara melaksanakan shalat Dhuha secara urut:

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Doa iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Al-Fatihah
  5. Membaca surat pendek
  6. Rukuk
  7. I'tidal
  8. Sujud
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua
  11. Bangkit untuk rakaat kedua
  12. Tasyahud akhir
  13. Salam

Tata cara ini bisa dilakukan sesuai jumlah rakaat yang diinginkan, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam.

3. Surat yang Dibaca saat Sholat Dhuha

Tidak ada surat tertentu yang diwajibkan untuk dibaca dalam sholat Dhuha. Namun, sebagian ulama menganjurkan membaca Surat Asy-Syams pada rakaat pertama dan Surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua sebagai amalan yang dianjurkan.

Bacaan Surat Pendek untuk Sholat Dhuha

Berikut bacaan surat pendek yang dianjurkan dibaca saat shalat dhuha lengkap Arab, latin, dan artinya:

1. Surah Asy-Syams

وَالشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا (١) وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا (٢) وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا (٣) وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰهَا (٤) وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَىٰهَا (٥) وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَىٰهَا (٦) وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّىٰهَا (٧) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا (٨) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّىٰهَا (٩) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّىٰهَا (١٠) كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَىٰهَا (١١) إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَىٰهَا (١٢) فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا (١٣) فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّىٰهَا (١٤) وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا (١٥)

Latin: Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā (1). Wal-qamari iżā talāhā (2). Wan-nahāri iżā jallāhā (3). Wal-laili iżā yaghsyāhā (4). Was-samā'i wa mā banāhā (5). Wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā (6). Wa nafsiw wa mā sawwāhā (7). Fa alhamahā fujūrahā wa taqwāhā (8). Qad aflaḥa man zakkāhā (9). Wa qad khāba man dassāhā (10). Każżabat Ṡamūdu bi ṭagwāhā (11). Iżim-ba'aṡa asyqāhā (12). Fa qāla lahum rasūlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā (13). Fa każżabūhu fa 'aqarūhā fa damdama 'alaihim rabbuhum bi żambihim fa sawwāhā (14). Wa lā yakhāfu 'uqbāhā (15).

Arti: Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari (1). Demi bulan apabila mengiringinya (2). Demi siang apabila menampakkannya (3). Demi malam apabila menutupinya (4). Demi langit serta pembinaannya (5). Demi bumi serta penghamparannya (6). Demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya) (7). Maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya (8). Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya (9). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya (10). Kaum Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (11). Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka (12). Lalu utusan Allah berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina Allah dan gilirannya minum" (13). Namun mereka mendustakannya lalu menyembelih unta itu. Maka Tuhan membinasakan mereka karena dosa mereka, lalu Dia meratakan (azab) atas mereka (14). Dan Dia tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya (15).

2. Surah Ad-Dhuha

وَالضُّحَىٰ (١) وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ (٢) مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ (٣) وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ (٤) وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ (٥) أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ (٦) وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ (٧) وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ (٨) فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ (٩) وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ (١٠) وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (١١)

Latin: Waḍ-ḍuḥā (1). Wal-laili iżā sajā (2). Mā wadda‘aka rabbuka wa mā qalā (3). Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ūlā (4). Wa la saufa yu‘ṭīka rabbuka fa tarḍā (5). Alam yajidka yatīman fa āwā (6). Wa wajadaka ḍāllan fa hadā (7). Wa wajadaka ‘āilan fa aghnā (8). Fa ammal-yatīma fa lā taqhar (9). Wa ammas-sāila fa lā tanhar (10). Wa ammā bini‘mati rabbika fa ḥaddiṡ (11).

Arti: Demi waktu duha (ketika matahari sepenggalah naik) (1). Demi malam apabila telah sunyi (gelap) (2). Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu (3). Sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (4). Sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas (5). Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu) (6). Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (7). Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan (8). Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang (9). Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya) (10). Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau menyatakannya (dengan bersyukur) (11).

3. Surah Al-Ikhlas dan Lainnya

Surat Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (١) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣) وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌ (٤)

Latin: Qul huwallāhu aḥad (1) Allāhuṣ-ṣamad (2) Lam yalid wa lam yūlad (3) Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad (4).

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa." (1) Allah tempat meminta segala sesuatu (2) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (3) Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya (4).

Selain surah pendek di atas, bisa juga membaca surah lainnya yang sudah dihafalkan.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Setelah shalat dhuha, beberapa doa ini bisa diamalkan untuk memohon segala kebaikan kepada Allah SWT.

1. Doa Memohon Rezeki

اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ

Latin: Allâhu lathîfun bi ‘ibâdihi yarzuqu man yasyâ’(u), wa huwal qawiyyul ‘azîz(u)

Artinya: Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa.

2. Doa Lengkap Setelah Sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allahumma innal dhaha'a dhaha'uka, wal-baha'a baha'uka, wal-jamaala jamaaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'ismaata 'ismaatuka. Allahumma in kaana rizqii fissamaaa'i fa'anzilhu, wa in kaana fil ardi fa'khrujhu, wa in kaana mu'siran fayiassirhu, wa in kaana haraaman fatahirhu, wa in kaana ba'idan faqarribhu, bihiqqi dhaha'ika wa baha'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika aatinii maa aatayta 'ibaadaka as-saalihiin.

Artinya: Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaanmu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang salih.

Keutamaan Melaksanakan Sholat Dhuha

Sholat Dhuha memiliki berbagai keutamaan yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW. Selain menjadi amalan sunnah yang dianjurkan, ibadah ini juga membawa banyak manfaat bagi kehidupan seorang Muslim.

1. Membuka Pintu Rezeki

Salah satu keutamaan Sholat Dhuha adalah menjadi ikhtiar untuk memohon kelapangan rezeki kepada Allah SWT, seperti tersirat dalam sebuah hadis.

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

2. Menghapus Dosa

Sholat Dhuha termasuk amalan sunnah yang dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil apabila disertai dengan taubat dan menjauhi dosa besar. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ

Artinya: “Barang siapa yang dapat mengamalkan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidzi)

Ibadah ini juga menjadi pelengkap bagi kekurangan dalam pelaksanaan ibadah wajib. Semakin rutin dikerjakan, semakin besar harapan seorang Muslim memperoleh ampunan Allah SWT.

3. Mendatangkan Ketenangan Hati

Melaksanakan Sholat Dhuha dapat menghadirkan ketenangan batin sebelum memulai berbagai aktivitas. Melalui doa dan dzikir, hati menjadi lebih tenang serta pikiran lebih fokus dalam menjalani pekerjaan. Kondisi tersebut membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan dengan lebih sabar dan optimistis.

Hikmah Rutin Mengerjakan Sholat Dhuha

Di balik keutamaannya, Sholat Dhuha juga mengandung berbagai hikmah yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mendekatkan Diri kepada Allah

Sholat Dhuha menjadi salah satu cara memperbanyak ibadah sunnah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Dengan meluangkan waktu untuk beribadah di pagi hari, seorang Muslim memperkuat hubungan spiritualnya dengan Sang Pencipta. Kebiasaan ini juga menumbuhkan rasa tawakal dalam setiap aktivitas.

2. Melatih Konsistensi Ibadah

Membiasakan Sholat Dhuha melatih kedisiplinan dalam menjalankan ibadah sunnah secara rutin. Konsistensi tersebut dapat membentuk karakter yang lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap kewajiban agama. Sedikit demi sedikit, kebiasaan baik ini akan menjadi bagian dari rutinitas harian.

3. Menumbuhkan Rasa Syukur

Sholat Dhuha mengajarkan pentingnya mensyukuri nikmat yang Allah berikan sejak awal hari. Melalui ibadah ini, seseorang diingatkan bahwa segala kemudahan, kesehatan, dan rezeki berasal dari Allah SWT. Rasa syukur yang terus dipupuk akan mendorong sikap yang lebih positif dalam menjalani kehidupan.

Tips Istiqamah Mengerjakan Sholat Dhuha

Menjaga keistiqamahan dalam Sholat Dhuha memerlukan niat yang kuat dan kebiasaan yang dibangun secara bertahap.

1. Menentukan Waktu Rutin

Pilih waktu tertentu setiap pagi untuk melaksanakan Sholat Dhuha agar menjadi kebiasaan. Misalnya setelah matahari meninggi atau sebelum memulai pekerjaan. Jadwal yang konsisten akan memudahkan seseorang menjaga rutinitas ibadah.

2. Memulai dari Rakaat Sedikit

Tidak perlu langsung mengerjakan banyak rakaat. Mulailah dengan dua rakaat secara rutin, kemudian tambahkan sesuai kemampuan. Cara ini lebih mudah dilakukan dan membantu membangun kebiasaan yang berkelanjutan.

3. Memahami Keutamaannya

Mengetahui keutamaan dan hikmah Sholat Dhuha dapat menjadi motivasi untuk terus mengamalkannya. Semakin memahami manfaat spiritualnya, semakin besar pula semangat untuk menjaga ibadah ini. Ilmu yang disertai pengamalan akan memperkuat keistiqamahan.

Kesimpulan Pelaksanaan Sholat Dhuha

Sholat Dhuha merupakan ibadah sunnah yang mudah diamalkan dan memiliki banyak keutamaan bagi kehidupan seorang Muslim.

1. Ringkasan Tata Cara dan Doa

Sholat Dhuha dikerjakan minimal dua rakaat pada waktu dhuha, dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang Zuhur.

Pelaksanaannya diawali dengan niat, dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah dan surah pilihan, kemudian diakhiri dengan salam serta dianjurkan berdoa memohon kebaikan kepada Allah SWT.

2. Pentingnya Konsistensi Ibadah

Keutamaan Sholat Dhuha akan lebih terasa apabila dikerjakan secara istiqamah. Meski dimulai dari amalan yang ringan, kebiasaan ini dapat memperkuat keimanan, meningkatkan kedisiplinan beribadah, serta menjadi sarana meraih keberkahan dan keridaan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Mulai Susun Layanan Jemaah Haji 2027
Arab Saudi Mulai Susun Layanan Jemaah Haji 2027
Aktual
5 Keutamaan Shalat Dhuha dalam Hadis Rasulullah SAW, dari Ampunan Dosa hingga Istana di Surga
5 Keutamaan Shalat Dhuha dalam Hadis Rasulullah SAW, dari Ampunan Dosa hingga Istana di Surga
Aktual
Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap: Niat, Bacaan, Doa dan Keutamaannya
Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap: Niat, Bacaan, Doa dan Keutamaannya
Doa dan Niat
7 Kampus Muhammadiyah Masuk Top 25 Dunia
7 Kampus Muhammadiyah Masuk Top 25 Dunia
Aktual
Doa Para Pahlawan untuk Mengenang Jasa Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Doa Para Pahlawan untuk Mengenang Jasa Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Doa dan Niat
Bacaaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Bacaaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Doa dan Niat
5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
Aktual
Menag Nasaruddin: Hasil KUII VIII MUI Jadi Program Kerja Pemerintah
Menag Nasaruddin: Hasil KUII VIII MUI Jadi Program Kerja Pemerintah
Aktual
KUII VIII MUI Hasilkan 12 Rekomendasi, Dorong Danantara Syariah hingga RUU Pencegahan LGBTQ
KUII VIII MUI Hasilkan 12 Rekomendasi, Dorong Danantara Syariah hingga RUU Pencegahan LGBTQ
Aktual
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Aktual
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Aktual
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Aktual
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar