Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lirik Mahalul Qiyam Lengkap: Arab, Latin dan Artinya

Kompas.com, 29 Juli 2026, 18:22 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai daerah sering kali diisi dengan pembacaan mahalul qiyam yang menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut.

Sesuai namanya, mahallul qiyam dalam bahasa Indonesia dimaknai sebagai berdiri di tempat, merujuk pada bagian di mana para jamaah berdiri saat membaca shalawat..

Mahalul qiyam adalah tradisi membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sambil berdiri sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW.

Baca juga: Lirik Shalawat Tarhim Lengkap dengan Terjemahannya

Dalam pelaksanaannya, jamaah melantunkan shalawat sebagai wujud kegembiraan dan penghormatan atas kelahiran serta keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Bagi sebagian umat Islam, momen berdiri saat mahalul qiyam dimaknai sebagai bentuk penghormatan sekaligus ekspresi rasa bahagia atas kehadiran Rasulullah SAW.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembacaan shalawat dalam berbagai kegiatan keagamaan, khususnya peringatan Maulid Nabi.

Baca juga: Bacaan Shalawat Adrikni Arab, Latin, Arti, dan Amalan Saat Terdesak

Meski demikian, praktik mahalul qiyam masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama karena tidak ditemukan dalil sahih yang secara khusus memerintahkan pelaksanaannya.

Kendati demikian, tradisi ini tetap dijalankan dan dipertahankan oleh sebagian umat Muslim di Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Lirik Mahalul Qiyam Arab, Latin, dan Artinya

Penggal lirik Mahalul Qiyam singkat yang kerap dilantunkan adalah sebagai berikut:

ﻳَﺎ ﻧَﺒِﻲ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ - ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
يَا حَبِيْبْ سَلَامْ عَلَيْكَ - صَلَوَاتُ اللهْ عَلَيْكَ

Latin:
Ya habib salam ‘alaika, sholawatullah ‘alaika
Ya nabi salam ‘alaika, Ya Rosul salam ‘alaika
Artinya:
Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, Wahai Rosul salam sejahtera untukmu
Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu dan Sholawat (rohmat) Allah untukmu

Teks Lengkap Mahalul Qiyam

Lebih lanjut, lirik lengkap Mahalul Qiyam yang kerap dilantunkan adalah sebagai berikut:

صَلَّى اللهُ عَلى مُحَمَّدْ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ

Latin:
Shallallāhu ‘alā Muhammad, shallallāhu ‘alayhi wasallam.
Artinya:
Allah bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW, Allah bershalawat dan mengucapkan salam sejahtera untuknya.

مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا، مَرْحَبًا جَدَّ الحُسَيْنِ مَرْحَبًا

Latin:
Marhaban yā marhaban yā marhaban, marhaban jaddal Husaini marhaban.
Artinya:
Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang wahai kakek dari Husain, selamat datang.

يَا نَبِي سَلَامْ عَلَيْكَ، يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ
يَا حَبِيْبْ سَلَامْ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهْ عَلَيْكَ

Latin:
Yā nabī salām ‘alayka, yā rasūl salām ‘alayka.
Yā habīb salām ‘alayka, shalawātullāh ‘alayka.
Artinya:
Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu. Wahai Rasul, salam sejahtera untukmu. Wahai Kekasih, salam sejahtera untukmu. Shalawat (rahmat) Allah untukmu.

اَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُوْرُ
مِثْلَ حُسْنِكْ مَا رَأَيْنَا، قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُوْرِ

Latin:
Asyraqal badru ‘alayna, fakhtafat minhul budūru.
Mitsla husnika mā ra’aynā, qaththu yā wajhas surūri.
Artinya:
Satu purnama telah terbit di atas kami, pudarlah jutaan purnama lain karenanya. Belum pernah kulihat seperti keelokanmu, wahai wajah yang penuh kegembiraan.

اَنْتَ شَمْسٌ اَنْتَ بَدْرٌ، اَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرِ
اَنْتَ اِكْسِيْرٌ وَّغَالِى، اَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُوْرِ

Latin:
Anta syamsun anta badrun, anta nūrun fawqa nūri.
Anta iksīrun wa ghālī, anta mishbāhus shudūri.
Artinya:
Kau bak mentari, kau juga laksana purnama, kau cahaya di atas cahaya. Kau laksana obat segala guna (elixir) yang mahal, kau adalah lentera hati.

يَا حَبِيْبِيْ يَا مُحَمَّدْ، يَا عَرُوْسَ الْخَافِقَيْنِ
يَا مُؤَيَّدْ يَا مُمَجَّدْ، يَا اِمَامَ الْقِبْلَتَيْنِ

Latin:
Yā habībī yā Muhammad, yā ‘arūsal khāfiqayni.
Yā mu’ayyad yā mumajjad, yā imāmal qiblatayni.
Artinya:
Wahai Kekasih, wahai Muhammad SAW, wahai pengantin Timur dan Barat. Wahai Rasul yang diperkuat (oleh wahyu), wahai Nabi yang agung, wahai imam dua kiblat.

مَنْ رَآى وَجْهَكَ يَسْعَدْ، يَا كَرِيْمَ الْوَالِدَيْنِ
حَوْضُكَ الصَّافِى الْمُبَرَّدْ، وِرْدُنَا يَوْمَ النُّشُوْرِ

Latin:
Man ra’ā wajhaka yas‘ad, yā karīmal wālidayni.
Hawdhukas shāfil mubarrad, wirdunā yawman nusyūri.
Artinya:
Siapa pun yang memandang wajahmu pasti bahagia, wahai manusia yang memiliki orang tua mulia. Telagamu berair jernih dan sejuk, yang kelak kami datangi pada hari kebangkitan.

مَا رَأَيْنَا الْعِيْسَ حَنَّتْ، بِالسُّرَى إِلَّا إِلَيْكَ
وَالْغَمَامَةُ قَدْ أَظَلَّتْ، وَالْمَلَا صَلُّوْا عَلَيْكَ

Latin:
Mā ra’aynal ‘īsa hannat, bis surā illā ilayka.
Wal ghamāmah qad azhallat, wal malā shallū ‘alayka.
Artinya:
Belum pernah kami melihat unta peranakan unggul yang bersuara sambil berjalan malam hari, kecuali menuju kepadamu. Gumpalan awan menaungimu, dan semua makhluk mengucapkan shalawat untukmu.

Makna dan Kandungan Mahalul Qiyam

Mahalul qiyam memiliki makna sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan shalawat.

Tradisi ini mengandung nilai spiritual yang mengajak umat untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW serta memperbanyak pujian kepada beliau.

1. Pujian kepada Rasulullah SAW

Mahalul qiyam berisi lantunan shalawat dan pujian yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan atas kemuliaan beliau. Bacaan-bacaan dalam mahalul qiyam menggambarkan keagungan akhlak, kedudukan, dan peran Rasulullah SAW sebagai pembawa risalah Islam.

2. Ungkapan Cinta kepada Nabi

Pembacaan mahalul qiyam menjadi salah satu cara umat Islam mengekspresikan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui shalawat yang dilantunkan, umat berharap mendapatkan keberkahan serta semakin meneladani ajaran dan akhlak Rasulullah SAW.

3. Nilai Spiritual dalam Sholawat

Sholawat dalam mahalul qiyam memiliki nilai spiritual karena menjadi sarana untuk mengingat Allah SWT sekaligus memuliakan Nabi Muhammad SAW. Amalan ini juga menjadi pengingat bagi umat Islam agar terus memperkuat keimanan, memperbanyak zikir, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Sejarah dan Asal Usul Mahalul Qiyam

Sejarah asal-usul Mahalul Qiyam tidak terlepas dari perkembangan tradisi pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, khususnya yang berkaitan dengan Kitab Maulid Barzanji.

Tradisi ini berkembang setelah adanya gagasan dari Salahuddin Al-Ayyubi untuk mengadakan sayembara pada peringatan Maulid Nabi sebagai sarana membangkitkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

1. Kitab Maulid Barzanji

Melalui sayembara penulisan dalam rangka peringatan Maulid Nabi yang digagas Salahuddin Al-Ayyubi, karya Syekh Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim Al-Barzanji Asy-Syafi’i terpilih sebagai salah satu karya terbaik karena memiliki susunan bahasa dan prosa yang indah.

Nama Barzanji diambil dari salah satu daerah bernama Barzanji di Kurdistan yang pada masa kini berada di wilayah yang berkaitan dengan konflik sejarah antara Irak dan bangsa Kurdi.

Kitab Maulid Barzanji kemudian dikenal luas sebagai salah satu karya maulid yang banyak dibaca dalam berbagai majelis keagamaan.

Selain memiliki keindahan sastra dan kandungan mahabbah atau kecintaan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW, Maulid Barzanji juga dinilai oleh sejumlah ulama sebagai karya maulid yang memiliki pembahasan sejarah cukup kuat dari sisi kandungannya.

2. Tradisi dalam Maulid Nabi

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, umat Islam biasanya membaca kitab maulid yang berisi kisah kehidupan, pujian, dan sanjungan kepada Rasulullah SAW.

Dalam beberapa rangkaian pembacaan maulid, terdapat bagian yang disebut mahalul qiyam atau mahallul qiyam, yaitu saat jamaah berdiri sambil melantunkan shalawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sejumlah ulama berpendapat bahwa berdiri ketika pembacaan mahalul qiyam dalam Maulid Barzanji termasuk amalan yang dianjurkan. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk penghormatan, kecintaan, dan pengagungan terhadap Rasulullah SAW..

Kapan Mahalul Qiyam Dibaca?

Mahalul qiyam biasanya dibaca pada pertengahan rangkaian acara pembacaan kitab maulid, khususnya ketika memasuki bagian kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Momen tersebut ditandai dengan lantunan bait “Ya Nabi Salam ‘Alaika” yang diikuti jamaah dengan berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.

1. Saat Maulid Nabi

Mahalul qiyam paling sering dibaca dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berisi pembacaan sejarah dan pujian kepada Rasulullah SAW. Pada bagian ini, jamaah berdiri sambil melantunkan shalawat sebagai ungkapan cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Dalam Pembacaan Barzanji

Dalam pembacaan Kitab Maulid Barzanji, mahalul qiyam dilakukan ketika sampai pada bagian yang menceritakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jamaah kemudian berdiri dan membaca shalawat sebagai bagian dari rangkaian pembacaan maulid.

3. Saat Acara Keagamaan

Selain Maulid Nabi, mahalul qiyam juga sering dilaksanakan dalam berbagai acara keagamaan yang diisi dengan pembacaan shalawat. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperbanyak pujian dan doa kepada beliau.

Keutamaan Membaca Mahalul Qiyam

Membaca mahalul qiyam dalam rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi tradisi yang memiliki nilai keagamaan bagi sebagian umat Islam. Melalui lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah SAW, amalan ini mengandung berbagai keutamaan yang berkaitan dengan kecintaan, keberkahan, dan ketenangan batin.

1. Menumbuhkan Cinta kepada Rasulullah

Mahalul qiyam menjadi salah satu bentuk ungkapan cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan membaca shalawat dan mengenang keteladanan Rasulullah, umat Islam diharapkan semakin dekat serta terdorong untuk mengikuti ajaran beliau.

2. Mendapat Keberkahan

Membaca shalawat dalam mahalul qiyam diyakini menjadi amalan yang mendatangkan keberkahan dari Allah SWT. Shalawat juga menjadi bentuk doa dan penghormatan kepada Rasulullah SAW yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

3. Menenangkan Hati

Lantunan shalawat dalam mahalul qiyam dapat menjadi sarana untuk mengingat Allah SWT dan menghadirkan ketenteraman dalam hati. Dengan memperbanyak shalawat, seorang Muslim dapat merasakan ketenangan spiritual serta memperkuat hubungan batin dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Peran Mahalul Qiyam dalam Tradisi Islam Nusantara

Mahalul qiyam menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi keagamaan Islam di Nusantara, khususnya dalam kegiatan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Berbagai versi mahalul qiyam berkembang di tengah masyarakat dengan ciri khas lantunan, irama, dan penyampaian yang berbeda-beda.

1. Versi Mahalul Qiyam yang Populer

Versi mahalul qiyam yang diawali dengan lafal “Ya Nabi Salam ‘Alaika, Ya Rasul Salam ‘Alaika” merupakan salah satu versi paling klasik dan banyak dibaca di berbagai daerah di Nusantara. Lantunan ini menjadi bagian yang melekat dalam tradisi Maulid Nabi dan sering digunakan dalam berbagai majelis shalawat.

Keberadaan versi ini berperan menjaga tradisi pembacaan shalawat yang telah diwariskan secara turun-temurun di masyarakat. Selain itu, bait-baitnya menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Mahalul Qiyam Simtudduror

Mahalul Qiyam Simtudduror merupakan bagian dari kitab Simtudduror karya Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi yang dikenal memiliki susunan lirik puitis dan irama yang indah. Versi ini banyak dilantunkan dalam majelis-majelis besar shalawat dan peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah.

Mahalul qiyam dalam Simtudduror berperan memperkaya khazanah tradisi maulid di Nusantara dengan gaya pembacaan yang khas. Melalui lantunan yang penuh penghormatan kepada Rasulullah SAW, versi ini turut memperkuat budaya bershalawat di tengah masyarakat.

3. Mahalul Qiyam Versi Sabyan

Versi akustik mahalul qiyam dengan sentuhan modern yang dipopulerkan oleh penyanyi religi seperti Nissa Sabyan menghadirkan nuansa baru dalam penyampaian shalawat. Aransemen yang lebih ringan membuat lantunan tersebut semakin dikenal, terutama di kalangan generasi muda.

Kehadiran versi modern ini berperan mengenalkan tradisi mahalul qiyam kepada masyarakat yang lebih luas melalui media digital.

Meski dikemas dengan gaya berbeda, pesan utama tetap bernuansa dakwah dengan mengenalkan lirik bernuansa penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW yang tetap dipertahankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar