Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tulisan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un dan Contoh Ucapannya

Kompas.com, 5 Agustus 2026, 21:27 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kalimat "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un" atau istirja' merupakan bacaan yang sering diucapkan umat Islam ketika menerima musibah, terutama kabar duka.

Ungkapan ini menjadi wujud kesabaran, ketundukan, dan pengakuan bahwa seluruh kehidupan berada dalam ketentuan Allah SWT.

Meski sudah sangat akrab di tengah masyarakat, penulisan maupun penggunaannya masih kerap ditemukan kurang tepat.

Baca juga: Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un: Arti, Penulisan, dan Waktu Tepat Mengucapkannya

Karena itu, penting bagi setiap Muslim memahami penulisan yang benar, arti, serta waktu yang dianjurkan untuk mengucapkan kalimat istirja'.

Tulisan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un

Kalimat istirja' berasal dari Al-Qur'an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 156. Berikut penulisan yang benar dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

Baca juga: Doa Sapu Jagat: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik Mengamalkannya

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون

Latin: Innalillahi wa inna ilaihi raji'un

Artinya: "Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kita akan kembali."

Penulisan Arab yang benar perlu diperhatikan karena kesalahan dalam penempatan huruf maupun harakat dapat mengubah makna kalimat tersebut.

Makna Kalimat Istirja' dalam Islam

Dalam ajaran Islam, kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji'un diucapkan ketika seseorang tertimpa musibah atau mendengar kabar duka cita.

Ungkapan tersebut menjadi pengakuan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia berasal dari Allah SWT dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

Keyakinan ini mengajarkan umat Islam untuk bersikap sabar, bertawakal, dan menerima setiap ketentuan Allah dengan lapang dada.

Selain sebagai ungkapan belasungkawa, bacaan istirja' juga mengingatkan bahwa seluruh nikmat, harta, keluarga, maupun kehidupan hanyalah titipan Allah yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali sesuai kehendak-Nya.

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un Tidak Hanya untuk Kabar Duka

Penggunaan kalimat istirja' tidak terbatas ketika mendengar kabar meninggal dunia.

Dalam kehidupan sehari-hari, bacaan ini juga dianjurkan saat seseorang menghadapi berbagai bentuk musibah atau kesulitan.

Dengan mengucapkannya, seorang Muslim diingatkan bahwa setiap ujian merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT dan menjadi kesempatan untuk memperkuat kesabaran serta keimanan.

Waktu yang Dianjurkan Mengucapkan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa keadaan yang dianjurkan untuk mengucapkan kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, yaitu:

  • Ketika musibah terjadi atau saat mendengar kabar tentang musibah tersebut.
  • Saat mengingat suatu musibah, meskipun telah lama berlalu.
  • Saat menghadapi musibah, baik dalam urusan dunia maupun agama, baik yang besar maupun kecil. Contoh musibah dalam urusan agama, misalnya lupa ayat-ayat Al-Qur'an atau mengalami kelemahan dalam menjalankan sunnah.

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan memahami makna, penulisan, dan penggunaan kalimat istirja' dengan benar.

Selain menjadi ungkapan belasungkawa, bacaan ini juga merupakan pengingat bahwa seluruh kehidupan berada dalam kekuasaan Allah SWT dan setiap hamba akan kembali kepada-Nya.

Contoh Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un

Barikut adalah beberapa contoh ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un sesuai dengan tujuannya: 

Contoh Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un untuk Orang Meninggal

  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum/almarhumah, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di surga terbaik. Aamiin.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita atas wafatnya beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, dan kekuatan menghadapi ujian ini.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah almarhum/almarhumah, menghapus kesalahannya, serta memberikan husnul khatimah.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah memberikan rahmat dan ampunan kepada almarhum/almarhumah serta menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah menggantikan kesedihan ini dengan kesabaran, keikhlasan, dan pahala yang berlimpah bagi keluarga.

Contoh Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un untuk Korban Bencana Alam

  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah melindungi seluruh korban bencana, memberikan keselamatan, serta menguatkan mereka dalam menghadapi musibah ini.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah memberikan kesabaran, kemudahan, dan jalan keluar terbaik bagi seluruh warga yang terdampak bencana.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga Allah mengganti setiap kehilangan dengan kebaikan yang lebih besar.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah segera mengangkat musibah ini, memberikan perlindungan kepada para korban, dan memudahkan proses pemulihan.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah memberikan kekuatan, ketabahan, dan rezeki yang luas kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana.

Contoh Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un untuk Orang yang Kehilangan Harta Benda

  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah mengganti setiap harta yang hilang dengan rezeki yang lebih baik dan lebih berkah.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah memberikan kesabaran dan kemudahan kepada Anda dalam menghadapi musibah ini.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah melapangkan jalan, mengganti kehilangan dengan kecukupan, dan memberikan keberkahan dalam setiap ikhtiar.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kehilangan harta adalah ujian dari Allah. Semoga Allah memberikan keteguhan hati serta rezeki yang lebih baik di kemudian hari.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk bangkit, memudahkan segala urusan, dan mengganti apa yang hilang dengan karunia yang lebih besar.

Contoh Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un Saat Lupa Melakukan Ibadah

  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya terlupa mengerjakan shalat tepat waktu. Semoga Allah mengampuni kelalaian ini dan memudahkan saya untuk lebih menjaga ibadah.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya lupa membaca wirid dan dzikir setelah shalat. Semoga Allah menerima taubat dan memberi kekuatan untuk lebih istiqamah.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya lupa menghafal dan murojaah Al-Qur'an hari ini. Semoga Allah memudahkan saya kembali menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya lalai menjalankan amalan sunnah yang biasa dilakukan. Semoga Allah mengampuni kekhilafan ini dan memberi kesempatan untuk memperbaikinya.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya lupa menunaikan ibadah yang telah direncanakan. Semoga Allah memberi taufik agar lebih disiplin dan tidak mengulanginya.

Contoh Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un Saat Kehilangan Barang, Tertipu, atau Menjadi Korban Pencurian

  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dompet saya hilang mungkin jatuh atau dicopet. Semoga Allah memudahkan saya menemukannya kembali dan melindungi harta yang telah Dia titipkan.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Ponsel saya tertinggal di suatu tempat. Semoga Allah memudahkan saya menemukannya kembali dalam keadaan baik.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya menjadi korban pencurian. Semoga Allah memberikan kesabaran, melindungi saya dari keburukan, dan mengganti kehilangan ini dengan rezeki yang lebih baik.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya terkena penipuan hingga mengalami kerugian. Semoga Allah memberikan kekuatan, memudahkan penyelesaian masalah, dan mengganti kerugian ini dengan keberkahan yang lebih besar.
  • Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Barang berharga saya hilang. Semoga Allah memberikan ketabahan, memudahkan ikhtiar untuk menemukannya, dan mengganti dengan yang lebih baik apabila belum menjadi rezeki saya lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tulisan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un dan Contoh Ucapannya
Tulisan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un dan Contoh Ucapannya
Doa dan Niat
Hukum Mengucapkan Jumat Berkah dalam Islam, Ungkapan Pengingat untuk Berbuat Kebaikan
Hukum Mengucapkan Jumat Berkah dalam Islam, Ungkapan Pengingat untuk Berbuat Kebaikan
Aktual
Bolehkah Menjelaskan Hadis dengan Ayat Al-Qur'an sebagai Sumber Hukum Islam
Bolehkah Menjelaskan Hadis dengan Ayat Al-Qur'an sebagai Sumber Hukum Islam
Aktual
Memahami Makna Tawakal dalam Islam, Bukan Pasrah Tanpa Ikhtiar
Memahami Makna Tawakal dalam Islam, Bukan Pasrah Tanpa Ikhtiar
Aktual
Doa Ketika Bersin dan Jawabannya Sesuai Sunnah, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Dalilnya
Doa Ketika Bersin dan Jawabannya Sesuai Sunnah, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Dalilnya
Doa dan Niat
Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Ini Adab dan 15 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Ini Adab dan 15 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Aktual
KH Imam Jazuli: Ber-NU Tak Cukup Warisan, Harus Dibangun dengan Kesadaran dan Argumen Ilmiah
KH Imam Jazuli: Ber-NU Tak Cukup Warisan, Harus Dibangun dengan Kesadaran dan Argumen Ilmiah
Aktual
Kenapa Doa Kita Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya Menurut Islam
Kenapa Doa Kita Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya Menurut Islam
Aktual
Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya
Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya
Aktual
Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Wakaf Produktif, Kemenag Canangkan Gerakan Rp500 Miliar
Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Wakaf Produktif, Kemenag Canangkan Gerakan Rp500 Miliar
Aktual
Saudi Matangkan Layanan Umrah, Gubernur Madinah: Melayani Jemaah Adalah Kehormatan
Saudi Matangkan Layanan Umrah, Gubernur Madinah: Melayani Jemaah Adalah Kehormatan
Aktual
Dokter NU Usul Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar NU, Soroti AI hingga Kesehatan Mental
Dokter NU Usul Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar NU, Soroti AI hingga Kesehatan Mental
Aktual
BPKH Cairkan Nilai Manfaat Dana Haji Rp2,06 Triliun, Ini Besaran yang Diterima Jemaah
BPKH Cairkan Nilai Manfaat Dana Haji Rp2,06 Triliun, Ini Besaran yang Diterima Jemaah
Aktual
Kemenag Perkuat Kurikulum Cinta, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya?
Kemenag Perkuat Kurikulum Cinta, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya?
Aktual
5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit
5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar