Editor
KOMPAS.com - Puasa Senin-Kamis bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga bagi umat Muslim, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk memperhalus jiwa dan mengundang rahmat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW ini menyimpan keutamaan luar biasa, mulai dari penggugur dosa hingga menjaga kebugaran tubuh.
Pemilihan kedua hari ini bukanlah tanpa alasan. Rasulullah SAW terbiasa berpuasa pada hari Senin karena merupakan hari kelahirannya serta hari di mana wahyu pertama kali diturunkan.
Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh April 2026 Jatuh Tanggal Ini, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Selain itu, Senin dan Kamis adalah waktu di mana amal perbuatan manusia diperiksa dan diangkat kepada Allah SWT. Dengan berpuasa, seseorang berharap amalnya diperiksa dalam keadaan ibadah yang terbaik.
Dalam setiap ibadah, niat menjadi fondasi utama yang menentukan keikhlasan. Berbeda dengan puasa wajib Ramadan, niat puasa senin kamis memiliki fleksibilitas karena boleh dilakukan pada pagi hari sebelum waktu Dzuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut adalah lafaz niat yang dapat diucapkan secara lisan maupun dalam hati:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.
Melaksanakan puasa secara rutin memberikan dampak positif yang komprehensif. Dari sisi spiritual, amalan ini melatih kesabaran, disiplin diri, serta menjauhkan diri dari perbuatan buruk. Puasa juga menjadi media penyucian diri dari dosa-dosa kecil.
Sementara itu, dari sisi medis, puasa berkala seperti Senin-Kamis memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat.
Proses ini membantu detoksifikasi alami tubuh, memperbaiki metabolisme, meningkatkan fungsi otak, hingga menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan diabetes.
Agar ibadah ini menjadi gaya hidup yang berkelanjutan, penting untuk tetap melaksanakan sahur demi mendapatkan energi dan keberkahan.
Saat berbuka, disunnahkan untuk segera membatalkan puasa dengan kurma atau air putih sebelum menyantap hidangan utama dalam porsi secukupnya.
Baca juga: Niat Puasa Syawal Digabung Senin Kamis, Bolehkah? Ini Hukum dan Caranya
Dengan menghayati makna di balik niat puasa senin kamis, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala sunnah, tetapi juga tubuh yang lebih sehat dan jiwa yang lebih tenang.
Mari jadikan amalan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kepekaan sosial terhadap sesama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang