Editor
KOMPAS.com - Syahadat adalah dua kalimat kesaksian yang menjadi rukun Islam pertama bagi setiap Muslim.
Kalimat ini bukan sekadar ucapan, tetapi pernyataan iman yang diyakini dalam hati tentang keesaan Allah SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Syahadat juga menjadi pintu masuk seseorang ketika akan memeluk agama Islam.
Baca juga: Cerita Detik-detik Terakhir Mpok Alpa Meninggal, Ucap Syahadat
Selain itu, bacaan syahadat terus diamalkan dalam berbagai ibadah sehari-hari, termasuk shalat.
Mengucapkan syahadat berarti mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT serta meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya. Keyakinan ini menjadi dasar keimanan umat Islam.
Baca juga: [KLARIFIKASI] Video Ronaldo Ucapkan Kalimat Syahadat adalah Konten AI
Dilansir dari Antara, berikut ini adalah bacaan syahadat dan penulisan Arab serta latin, agar mudah dibaca dan hafal.
Syahadat Tauhid
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Latin: Asyhadu alaa ilaaha illallaahu
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuan selain Allah."
Syahadat Rasul
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله
Latin: Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah.
Artinya: "Dan aku bersaksi, sesungguhnya Muhammad utusan Allah."
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
Kalimat pertama dalam syahadat, yakni "Ashhadu alla ilaha illallah", bermakna meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
Dalam ajaran Islam, menyembah selain Allah, baik berhala, manusia, maupun benda lain, termasuk perbuatan syirik atau menyekutukan Allah. Karena itu, umat Islam diperintahkan hanya beribadah kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَمَاً أَرْسَلْنَا مِن قًبلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّ نُوحِيَ إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهً إِلاَّ أَنَاْ فَاعْبُدُونِ
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.” (QS. Al Anbiya’: 25)
Kalimat kedua, yakni "wa ashhadu anna Muhammadur Rasulullah", berarti mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW diutus membawa risalah Islam. Seluruh ajaran, petunjuk, dan teladan beliau menjadi pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.
Allah SWT berfirman:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ
Artinya: “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya.” (QS. Al Qashash: 68)
اَللّٰهُ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسٰلَتَهٗۗ
Artinya: “Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.” (QS. Al An’aam: 124)
وَإِنَّهُمْ عِندَنَا لَمِنَ ٱلْمُصْطَفَيْنَ ٱلْأَخْيَارِ
Artinya: “Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS. Shaad: 47)
Kalimat syahadat dibaca dua kali saat adzan dan satu kali ketika iqamah. Selain itu, bacaan syahadat juga terdapat dalam tahiyat akhir saat shalat fardhu lima waktu maupun shalat sunnah, seperti dhuha, tahajud, dan rawatib.
Syahadat juga wajib diucapkan seseorang yang hendak memeluk agama Islam dengan penuh keyakinan.
Dua kalimat syahadat menjadi dasar keimanan setiap Muslim. Kalimat ini merupakan pengakuan tulus dari hati atas kebesaran Allah SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Karena itu, memahami arti dan makna syahadat penting agar keyakinan seorang Muslim semakin kuat serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan dunia dan akhirat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang