Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji agar Meraih Haji Mabrur

Kompas.com, 3 Juni 2026, 12:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kepulangan jemaah haji selalu menjadi momen yang penuh haru dan kebahagiaan.

Setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju Tanah Suci dan menjalani rangkaian ibadah yang menguras tenaga maupun emosi, para tamu Allah akhirnya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Di berbagai daerah di Indonesia, kepulangan jemaah haji kerap disambut dengan doa, silaturahmi, hingga syukuran sederhana.

Baca juga: 7 Amalan Sunnah Setelah Pulang Haji agar Kemabruran Tetap Terjaga

Kerabat dan tetangga datang untuk mengucapkan selamat sekaligus berharap memperoleh keberkahan dari mereka yang baru saja menyelesaikan rukun Islam kelima.

Menariknya, tradisi menyambut jemaah haji bukan hanya budaya yang berkembang di masyarakat.

Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah anjuran untuk menghormati orang yang baru pulang dari ibadah haji serta memohon doa kepada mereka.

Lalu, bagaimana bacaan doa yang dianjurkan saat menyambut jemaah haji? Apa keutamaan mendoakan mereka? Dan mengapa orang yang baru pulang haji memiliki kedudukan istimewa dalam Islam?

Mengapa Jemaah Haji Disambut dengan Doa?

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan sangat besar. Seorang Muslim yang mampu menunaikannya telah memenuhi panggilan Allah SWT untuk datang ke Baitullah dan menjalankan berbagai ritual yang diwariskan sejak Nabi Ibrahim AS.

Dalam kitab Fathul Bari karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dijelaskan bahwa haji termasuk ibadah yang menggabungkan pengorbanan fisik, harta, kesabaran, dan ketundukan total kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, orang yang kembali dari haji dipandang telah melewati perjalanan spiritual yang luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa menunaikan haji karena Allah, lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa seorang haji yang menjalankan ibadah dengan baik memperoleh ampunan dosa yang sangat besar.

Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan mendoakan mereka dan berharap memperoleh keberkahan dari doa yang dipanjatkan oleh para jamaah haji.

Baca juga: Doa-doa Haji dan Umrah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Panduan Penting untuk Jamaah

Keutamaan Orang yang Baru Pulang Haji

Dalam sejumlah riwayat, orang yang berhaji disebut sebagai tamu Allah (wafdullah). Dikutip dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, jamaah haji termasuk golongan yang mendapat kemuliaan khusus karena memenuhi panggilan Allah menuju Baitullah.

Bahkan dalam riwayat yang disebutkan Imam Al-Bazzar dari Abu Musa Al-Asy'ari RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang berhaji dapat memberikan syafaat kepada ratusan anggota keluarganya dan kembali dalam keadaan bersih dari dosa sebagaimana saat dilahirkan oleh ibunya.

Karena itulah, masyarakat Muslim sejak dahulu memiliki kebiasaan menyambut kepulangan jemaah haji dengan penuh penghormatan dan doa.

Bacaan Doa Menyambut Jemaah Haji

Salah satu doa yang banyak dibaca ketika menyambut kepulangan jemaah haji terdapat dalam buku Kumpulan Doa Makbul: Berdoa Sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah karya Dra. Neni Nuraeni.

1. Doa Memohon Takwa dan Kebaikan

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallāhut taqwā wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira haitsu mā kunta.

Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkan segala kebaikan bagimu di mana pun engkau berada."

Doa ini mengandung harapan agar keberkahan haji tidak berhenti setelah seseorang kembali ke rumah, tetapi terus melekat dalam kehidupannya sehari-hari.

2. Doa Agar Mendapatkan Haji Mabrur

Doa berikut juga sangat populer di tengah masyarakat Indonesia ketika menyambut kepulangan jamaah haji.

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا

Allahummaj'alhu hajjan mabrūran wa dzanban maghfūran.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hajinya sebagai haji yang mabrur dan dosa-dosanya diampuni."

Doa ini sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Sebab tujuan terbesar seorang Muslim setelah berhaji bukanlah memperoleh gelar sosial, melainkan mendapatkan predikat haji mabrur di sisi Allah SWT.

Baca juga: Doa Orang Pulang Haji Diyakini Makbul, Sampai Kapan Keutamaannya?

Benarkah Dianjurkan Meminta Doa kepada Orang yang Baru Pulang Haji?

Banyak masyarakat yang datang bersilaturahmi kepada jemaah haji sambil meminta didoakan. Ternyata kebiasaan ini memiliki dasar dalam literatur Islam.

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan:

"Apabila engkau bertemu dengan orang yang telah berhaji, maka ucapkan salam kepadanya, berjabat tanganlah dengannya, dan mintalah agar ia memohonkan ampunan untukmu sebelum ia memasuki rumahnya karena sesungguhnya ia telah diampuni dosanya."

Para ulama mazhab Syafi'i menjelaskan bahwa meminta doa kepada orang yang baru pulang haji hukumnya sunnah.

Syekh Sulaiman Al-Bujairami dalam kitab Hasyiyah Al-Bujairami 'ala Al-Khatib menerangkan bahwa seorang haji dianjurkan mendoakan kaum Muslimin dan masyarakat juga dianjurkan meminta doa darinya.

Adab Menyambut Jemaah Haji Menurut Islam

Selain membaca doa, terdapat beberapa adab yang dianjurkan ketika menyambut kepulangan jamaah haji.

Mengucapkan Selamat dan Mendoakan Kebaikan

Umat Islam dianjurkan menyampaikan ucapan yang baik serta mendoakan agar ibadah hajinya diterima Allah SWT.

Menjaga Kesederhanaan

Dalam buku Bimbingan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama, dijelaskan bahwa penyambutan jemaah haji hendaknya dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan sehingga tidak menghilangkan nilai ibadah serta rasa syukur.

Menjalin Silaturahmi

Momentum kepulangan haji dapat menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Tidak Berlebihan Memuji

Para ulama mengingatkan agar penghormatan kepada jemaah haji tetap dalam batas yang wajar dan tidak mengarah pada sikap berlebihan.

Baca juga: Sebanyak 5.329 Jemaah Haji Khusus Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air

Apa yang Dimaksud Haji Mabrur?

Istilah haji mabrur sering kali terdengar setiap musim haji. Namun, apa sebenarnya makna haji mabrur?

Dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa para ulama memiliki beragam definisi mengenai haji mabrur.

Menurut Imam An-Nawawi, haji mabrur adalah haji yang tidak dicampuri oleh perbuatan dosa. Sementara Ibnu Khalawaih sebagaimana dikutip dalam kitab Naylul Authar karya Imam Asy-Syaukani menjelaskan bahwa haji mabrur berarti haji yang diterima Allah SWT.

Adapun dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Al-Hakim dari Jabir RA, Rasulullah SAW menjelaskan:

"Haji mabrur adalah memberi makan dan menyebarkan kedamaian."

Penjelasan ini menunjukkan bahwa kemabruran haji tidak hanya terlihat saat berada di Makkah, tetapi juga tampak dari perubahan akhlak setelah seseorang kembali ke lingkungan masyarakat.

Tanda-Tanda Haji Mabrur Menurut Ulama

Para ulama menyebut beberapa indikator yang menunjukkan kemabruran haji seseorang, antara lain:

  • Semakin rajin beribadah.
  • Lebih menjaga shalat berjamaah.
  • Bertambah kepedulian kepada sesama.
  • Menjaga lisan dari fitnah dan ghibah.
  • Semakin jujur dalam pekerjaan.
  • Gemar bersedekah.
  • Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa salah satu tanda diterimanya sebuah ibadah adalah munculnya amal saleh setelah ibadah tersebut dilakukan.

Karena itulah, kemabruran haji sesungguhnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah seseorang kembali dari Tanah Suci.

Balasan bagi Haji Mabrur

Keutamaan haji mabrur disebutkan secara tegas dalam hadis Rasulullah SAW:

"Tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi motivasi terbesar bagi setiap Muslim yang menunaikan ibadah haji.

Oleh sebab itu, doa yang dipanjatkan saat menyambut kepulangan jamaah haji sejatinya bukan sekadar formalitas atau tradisi tahunan.

Di dalamnya terdapat harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, mengampuni dosa-dosanya, serta menjadikan perjalanan suci tersebut sebagai titik awal kehidupan yang lebih baik.

Dengan demikian, membaca doa ketika menyambut jemaah haji bukan hanya bentuk penghormatan kepada tamu Allah yang baru kembali dari Tanah Suci, tetapi juga menjadi kesempatan mempererat silaturahmi, menebarkan doa kebaikan, dan berharap memperoleh keberkahan dari orang-orang yang baru saja menyelesaikan salah satu ibadah paling agung dalam Islam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Krisis Air Saat Kemarau, Bolehkah Warga Mengambil Air dari Masjid?
Krisis Air Saat Kemarau, Bolehkah Warga Mengambil Air dari Masjid?
Aktual
Google Maps dan Ikhtiar Warga Fakfak Memperluas Pasar
Google Maps dan Ikhtiar Warga Fakfak Memperluas Pasar
Aktual
Ketika Dakwah di Singkut Dimulai dengan Menemani Anak Belajar Membaca
Ketika Dakwah di Singkut Dimulai dengan Menemani Anak Belajar Membaca
Aktual
Polemik Buku “Islam ala Prabowo”, Bagaimana Hukum Mencantumkan Nama Tokoh Tanpa Izin?
Polemik Buku “Islam ala Prabowo”, Bagaimana Hukum Mencantumkan Nama Tokoh Tanpa Izin?
Aktual
Bolehkah Petugas Damkar Menjamak dan Mengqashar Sholat Saat Bertugas?
Bolehkah Petugas Damkar Menjamak dan Mengqashar Sholat Saat Bertugas?
Aktual
Muhammadiyah: Tafsir Al-Ma'un Menolak Korupsi yang Dirancang Sistem
Muhammadiyah: Tafsir Al-Ma'un Menolak Korupsi yang Dirancang Sistem
Aktual
Mulai 2027, MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, STQ Ditiadakan
Mulai 2027, MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, STQ Ditiadakan
Aktual
3 Filosofi Daun Kelor dalam Logo Milad Ke-114 Muhammadiyah
3 Filosofi Daun Kelor dalam Logo Milad Ke-114 Muhammadiyah
Aktual
Potensi Karya Santri Besar, Bagaimana Menjangkau Pembaca Lebih Luas?
Potensi Karya Santri Besar, Bagaimana Menjangkau Pembaca Lebih Luas?
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, Bermula dari Majelis Qari di Masjid Sunan Ampel
Sejarah MTQ di Indonesia, Bermula dari Majelis Qari di Masjid Sunan Ampel
Aktual
Saudi dan 7 Negara Muslim Sambut Larangan Inggris Impor Produk dari Permukiman Israel
Saudi dan 7 Negara Muslim Sambut Larangan Inggris Impor Produk dari Permukiman Israel
Aktual
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Aktual
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar