KOMPAS.com – Setiap tanggal 10 Muharram, umat Islam memasuki salah satu hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Hijriah, yaitu Hari Asyura.
Hari ini tidak hanya dikenal karena anjuran puasa yang memiliki keutamaan besar, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan berbagai amalan kebaikan.
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, banyak umat Islam mungkin hanya mengenal puasa Asyura sebagai ibadah utama pada tanggal 10 Muharram.
Baca juga: Puasa Asyura Hapus Dosa Setahun, Ini Keutamaan 10 Muharram
Padahal, para ulama menjelaskan bahwa hari tersebut juga merupakan waktu yang sangat baik untuk bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan, keselamatan, keberkahan hidup, serta perlindungan dari berbagai musibah.
Keistimewaan Hari Asyura memiliki dasar yang kuat dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu."
Hadis ini menunjukkan besarnya rahmat Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya pada hari tersebut.
Karena itu, selain berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk penghambaan serta rasa syukur kepada Allah.
Dalam buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram karya Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dijelaskan bahwa Hari Asyura merupakan momentum untuk memperbarui taubat, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Doa-doa yang dipanjatkan pada hari itu diharapkan menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya sekaligus memohon keberkahan sepanjang tahun.
Para ulama menjelaskan bahwa Hari Asyura berkaitan dengan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah para nabi.
Dalam berbagai kitab sejarah Islam disebutkan bahwa pada hari tersebut Allah SWT memberikan pertolongan kepada para nabi-Nya dalam berbagai keadaan sulit.
Di antaranya adalah keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun, diterimanya taubat Nabi Adam AS, serta diselamatkannya Nabi Nuh AS setelah banjir besar.
Walaupun sebagian riwayat mengenai peristiwa-peristiwa tersebut memiliki tingkat validitas yang berbeda-beda, para ulama sepakat bahwa Hari Asyura tetap merupakan hari yang memiliki keutamaan khusus dalam syariat Islam.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak doa pada hari tersebut sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT.
Baca juga: Puasa Muharram Harus Berurutan atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Doa ini banyak ditemukan dalam kitab Kanzun Najah wa Sururkarya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus dan diamalkan oleh sebagian umat Islam pada Hari Asyura.بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Bismillahirrahmanirrahīm, Washallallāh ala sayyidinā Muhammadin wa 'ala ālihi wa shahbihi wa sallam. Subhānallahi milal mīzāni wa munthal ilmi wa mablaghar ridhā wa zinatal arsy, lā maljaa wa lā manja minallāhi illā ilaihi, subhānallāhi adadas syafi wal watri wa adada kalimātillāhit tāmmāti kullihā, nasalukas salāmata kullihā birahmatika yā arhamar rāhimīn, wa lā hawla wa lā quwwata illa billāhil aliyyil adzīm. Wa huwa hasbunā wa ni'mal wakīl, ni'mal mawlā wa ni'man nashīr. Wa shallallāh alā nabiyyinā khairi khalqihi sayyidinā muhammadin wa 'ala ālihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya. Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, dan sebesar timbangan ‘Arsy. Tiada tempat berlindung dan tiada tempat menyelamatkan diri dari Allah kecuali kepada-Nya. Maha Suci Allah sejumlah bilangan genap dan ganjil, dan sejumlah kalimat-kalimat Allah yang sempurna seluruhnya. Kami memohon keselamatan sepenuhnya dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Cukuplah Allah bagi kami, dan Dialah sebaik-baik wakil, sebaik-baik pelindung, dan sebaik-baik penolong. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada Nabi kami, sebaik-baik makhluk-Nya, junjungan kami Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya."
Doa ini berisi pengagungan kepada Allah sekaligus permohonan keselamatan dunia dan akhirat.
Dalam berbagai kitab dzikir dijelaskan bahwa empat kalimat utama yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada Hari Asyura adalah:
سُبْحَانَ اللهِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
اَللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah
Alhamdulillah
La ilaha illallah
Allahu Akbar
Artinya:
Maha Suci Allah
Segala puji bagi Allah
Tiada Tuhan selain Allah
Allah Maha Besar
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa memperbanyak dzikir merupakan salah satu amalan paling utama yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
Baca juga: Puasa Muharram 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Doa ini sangat populer dan sering dibaca ketika seseorang menghadapi kesulitan hidup.
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Hasbunallahu wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir.
Artinya: "Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung serta penolong."
Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, kalimat ini pernah diucapkan Nabi Ibrahim AS dan juga Rasulullah SAW ketika menghadapi ujian berat.
Bagi yang melaksanakan puasa Asyura, doa berikut dapat dibaca saat berbuka.
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, serta dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Doa ini mengandung ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah setelah menjalankan ibadah puasa.
Doa ini berisi berbagai permohonan yang mencakup urusan dunia dan akhirat.
اَللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّوْنِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا غَافِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا مُسْمِعَ دُعَاءِ مُوْسَى وَهَارُوْنَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، يَا مَنْ خَلَقَ رُوْحَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، يَا إِلَهَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، اقْضِ حَوَائِجَنَا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَأَطِلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَأَحْيِنَا حَيَاةً طَيِّبَةً، وَأَمِتْنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَاْلإِيْمَانِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Artinya: “Ya Allah, Yang melepaskan setiap kesulitan, wahai Yang mengeluarkan Dzun Nun (Nabi Yunus) pada hari Asyura, wahai Yang mengumpulkan keluarga Nabi Ya’qub pada hari Asyura, wahai Yang mengampuni Nabi Dawud pada hari Asyura, wahai Yang melepaskan kesulitan Nabi Ayyub pada hari Asyura, wahai Yang mendengar doa Nabi Musa dan Nabi Harun pada hari Asyura, wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad pada hari Asyura, wahai Tuhan dunia dan akhirat, Tiada Tuhan selain Engkau. Tunaikanlah hajat-hajat kami di dunia dan akhirat, panjangkanlah umur kami dalam ketaatan kepada-Mu, mahabbah (cinta)-Mu, dan keridhaan-Mu, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Dan hidupkanlah kami dengan kehidupan yang baik, dan matikanlah kami dalam agama Islam dan iman, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, dan ke atas keluarga dan sahabat beliau, dan segala pujian bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.”
Doa ini banyak diamalkan sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan hidup.
Baca juga: Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Saat Tasua dan Asyura? Ini Hukumnya
Para ulama menjelaskan bahwa doa dapat dipanjatkan kapan saja sepanjang Hari Asyura. Namun terdapat beberapa waktu yang dinilai lebih utama.
Malam Asyura menjadi momentum yang sangat baik untuk memperbanyak istighfar, dzikir, dan munajat kepada Allah SWT.
Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdul Faqih disebutkan bahwa waktu setelah shalat termasuk saat yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa orang yang berpuasa memiliki peluang besar untuk dikabulkan Allah SWT.
Menjelang waktu berbuka merupakan saat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa karena termasuk waktu mustajab.
Tidak ada batasan waktu khusus. Umat Islam dapat memperbanyak doa sejak terbit fajar hingga malam hari.
Puasa Asyura menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan menjadi pelengkap dalam memohon ampunan Allah SWT.
Dzikir dan doa yang dilakukan secara khusyuk dapat memberikan ketenangan batin serta memperkuat hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Hari Asyura mengingatkan umat Islam akan berbagai pertolongan Allah kepada para nabi. Hal ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat keyakinan dan tawakal kepada Allah SWT.
Banyak doa Asyura berisi permohonan keselamatan, perlindungan dari musibah, kemudahan rezeki, serta keberkahan hidup.
Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Dengan memperbanyak doa dan dzikir pada Hari Asyura, seorang Muslim turut menghidupkan syiar ibadah di bulan yang agung ini.
Pada akhirnya, Hari Asyura bukan hanya tentang puasa dan mengenang peristiwa bersejarah dalam perjalanan para nabi.
Lebih dari itu, ia merupakan kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk memperbanyak doa, memperbarui taubat, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memohon keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang