BANYUWANGI, KOMPAS.com - Hidup di tengah kesibukan modern sering kali membuat seseorang terjebak dalam rasa lelah mental.
Al-Qur'an melalui Surah Al-Insyirah ayat 7-8 hadir memberikan formula terbaik untuk menjaga keseimbangan hidup yaitu etos kerja yang tinggi dan ketenangan hati melalui keikhlasan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
{فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ. وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ}
"Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap." (QS. Al-Insyirah: 7–8).
Baca juga: Prabowo Kutip QS Ar Ra’d Ayat 11, Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
Ayat ini merupakan satu kesatuan utuh yang mengatur tindakan fisik sekaligus menata mental seorang Muslim:
Faidza Faraghta Fanshab {فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ}: Perintah untuk kontinu dan konsisten dalam beramal.
Para ulama tafsir (Ibnu Katsir, As-Sa'diy, Al-Wasith) menjelaskan bahwa jika kita telah selesai dari urusan dunia, maka bersungguh-sungguhlah dalam ibadah (seperti shalat malam atau membaca Al-Qur'an).
Istirahatnya seorang Muslim adalah berpindah dari satu amal saleh ke amal saleh lainnya.
Wa Ila Rabbika Farghab {وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ}: Menjadi jangkar agar seluruh kerja keras kita tidak berujung pada stres atau kekecewaan.
Ayat ini memerintahkan kita untuk mengikhlaskan niat dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah Ta'ala.
Da'i Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi menegaskan pentingnya menyelaraskan kedua ayat ini dalam kehidupan sehari-hari.
"Ayat ini mengajarkan kita dua pilar utama: kerja keras yang konsisten dan keikhlasan yang murni. Ketika bergerak dari satu urusan ke urusan lain, pastikan niat di dalam dada tidak bergeser. Gantungkan keinginan hati dan harapan agar amal diterima hanya kepada-Nya, baik saat susah maupun senang. Inilah kunci agar kita tidak mudah lelah secara psikologis," pesannya.
Baca juga: Tafsir QS An-Nisa Ayat 11: Hukum Faraid dan Pembagian Waris dalam Islam
Merujuk pada Tafsir Al-Muyassar, ada dua esensi utama dari penutup Surah Al-Insyirah ini, yaitu ikhlaskan niat dengan beramal dan beribadah hanya untuk mencari rida Allah, bukan pujian manusia.
Serta memohon hanya kepada Allah, yaitu merendahkan diri kepada-Nya dalam memenuhi segala kebutuhan hidup.
Dengan memadukan kerja keras dan kepasrahan total kepada Allah, seorang Muslim akan meraih produktivitas yang berkah sekaligus ketenangan batin yang sejati.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang