Editor
KOMPAS.com - Setiap Muslim dianjurkan mengawali aktivitas dengan mengingat Allah SWT, termasuk saat hendak meninggalkan rumah. Rasulullah SAW mengajarkan doa keluar rumah sebagai bentuk tawakal sekaligus permohonan perlindungan agar perjalanan dan aktivitas yang dijalani senantiasa berada dalam penjagaan Allah.
Doa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan, keselamatan, dan kemudahan bukan semata-mata hasil usaha manusia, melainkan atas izin dan pertolongan Allah SWT.
Berikut bacaan doa keluar rumah sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai hadis.
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه
Latin:
Bismillâhi tawakkaltu 'alallâhi wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil 'adhîm.
Artinya:
"Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Baca juga: 5 Doa Pembuka Rezeki untuk Memulai Usaha, Amalkan agar Rezeki Lancar dan Bisnis Berkah
Selain doa singkat tersebut, terdapat riwayat lain yang memuat doa lebih panjang sebagaimana dinukil Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar.
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Latin:
Bismillâhi tawakkaltu 'alallâhi, allâhumma innî a'ûdzu bika an adlilla au udlalla, au azilla au uzalla, au adhlima au udhlama, au ajhala au yujhala 'alayya.
Artinya:
"Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat sesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, serta dari berbuat bodoh atau diperlakukan dengan kebodohan."
Membaca doa keluar rumah bukan sekadar amalan harian. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang mengamalkannya akan memperoleh tiga karunia sekaligus, yakni petunjuk, kecukupan, dan perlindungan dari Allah.
Dalam hadis dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang keluar rumah lalu mengucapkan:
"Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billah."
Maka akan dikatakan kepadanya:
"Engkau telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi."
Bahkan, setan pun menjauh darinya hingga setan lain berkata, "Bagaimana mungkin engkau dapat mengganggu seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi?" Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, serta dinilai sahih oleh sejumlah ulama hadis.
Kalimat "tawakkaltu 'alallah" mengandung makna berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik. Islam mengajarkan bahwa tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menggabungkan kerja keras dengan keyakinan bahwa hasil akhirnya berada di tangan Allah.
Sementara kalimat "laa haula wa laa quwwata illaa billah" merupakan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki daya untuk memperoleh manfaat maupun menghindari mudarat kecuali dengan pertolongan Allah. Karena itu, doa ini menjadi bekal spiritual sebelum menghadapi berbagai aktivitas di luar rumah.
Doa ini dibaca setiap kali seseorang hendak keluar dari rumah, baik untuk bekerja, belajar, berdagang, bepergian, maupun menjalankan aktivitas lainnya. Para ulama juga menganjurkan agar doa tersebut dibaca dengan penuh kesadaran dan keyakinan, bukan sekadar menjadi bacaan rutin.
Mengawali langkah dengan menyebut nama Allah sekaligus bertawakal diharapkan menghadirkan ketenangan hati dan keyakinan bahwa setiap urusan berada dalam pengawasan-Nya.
Di tengah aktivitas yang semakin padat, doa keluar rumah menjadi pengingat bahwa seorang Muslim tidak pernah benar-benar berjalan sendiri. Ada harapan akan bimbingan, perlindungan, dan kecukupan dari Allah SWT yang menyertai setiap langkah.
Membiasakan doa ini setiap pagi sebelum berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, atau sekadar keluar untuk keperluan sehari-hari merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sederhana, tetapi memiliki keutamaan yang besar bagi kehidupan seorang Muslim.
Baca juga: Doa Setelah Azan Subuh: Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sumber bacaan doa ini juga tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dan diamalkan secara luas oleh para ulama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang