Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keteguhan Iman, Bakti pada Ibu, dan Janji Surga Sa’ad bin Abi Waqqas

Kompas.com, 20 Desember 2025, 20:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sa’ad bin Abi Waqqas radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang kisah hidupnya sarat hikmah dan inspirasi.

Ia termasuk Assabiqunal Awwalun, golongan awal yang masuk Islam dan menjadi salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

Perjalanan Sa’ad tidaklah mudah, penuh ujian, keteguhan iman, keberanian di medan perang, dan keberkahan doa yang mustajab.

Masuk Islam di Usia Muda

Sa’ad bin Abi Waqqas memeluk Islam pada usia yang masih sangat muda, sekitar 17 tahun. Ia termasuk kelompok awal yang menerima dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah.

Keislamannya bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan lahir dari pencarian batin yang dalam dan keyakinan terhadap kebenaran risalah tauhid.

Keputusan itu membuat Sa’ad berada di barisan terdepan umat Islam pada masa-masa paling sulit. Saat jumlah Muslim masih sedikit dan tekanan Quraisy kian keras, Sa’ad memilih bertahan, meski harus membayar mahal secara sosial dan emosional.

Baca juga: Usianya Belum 22 Tahun, Al-Fatih Taklukkan Kota yang Dianggap Mustahil

Penentangan Ibu dan Ujian Bakti

Ujian terberat Sa’ad datang dari rumahnya sendiri. Ibunya menentang keras keislamannya. Ia bersumpah tidak akan makan dan minum sampai Sa’ad kembali kepada agama nenek moyangnya.

Bagi seorang anak, tekanan ini bukan sekadar ancaman, melainkan pergulatan batin yang menyakitkan.

Namun Sa’ad tidak memilih jalan ekstrem. Ia tetap berbakti, bersikap lembut, dan menunjukkan kasih sayang kepada ibunya. Di saat yang sama, ia menyampaikan ketegasan iman.

Sa’ad menyatakan bahwa ia tidak akan meninggalkan Islam, meskipun ibunya memiliki seratus nyawa sekalipun.

Sikap ini kemudian dikenang sebagai contoh keseimbangan antara tauhid dan bakti. Islam tidak mengajarkan pemutusan hubungan keluarga, tetapi juga tidak membenarkan pengorbanan akidah demi tekanan emosional.

Baca juga: Kisah Cinta Al-Fatih Penakluk Konstantinopel, Antara Pernikahan Politik dan Pengabdian pada Islam

Orang Pertama yang Melesatkan Panah di Jalan Allah

Dikutip dari kitab Kitab Ashabu Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam, karya Syekh Mahmud Al-Mishri, selain dikenal teguh dalam iman, Sa’ad juga dikenal sebagai pemanah ulung.

Sejarah mencatatnya sebagai orang pertama yang melesatkan panah di jalan Allah. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah ekspedisi awal, sebelum perang besar meletus, ketika kaum Muslimin diserang dan Sa’ad memberikan perlindungan dengan panahnya.

Kemahirannya kembali terlihat dalam Perang Uhud. Saat itu, Nabi Muhammad SAW memberi Sa’ad panah sambil berkata, “Lemparkanlah, Sa’ad. Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu.” Ucapan ini menjadi salah satu bentuk penghormatan tertinggi Rasulullah kepada seorang sahabat.

Doa yang Mustajab

Keistimewaan Sa’ad bin Abi Waqqas tidak berhenti pada keberanian fisik. Ia juga dikenal sebagai sahabat yang doanya mustajab. Rasulullah SAW pernah memohon kepada Allah agar doa Sa’ad dikabulkan setiap kali ia berdoa.

Namun Sa’ad tidak menggunakan keistimewaan itu dengan sembarangan. Ia menjaga lisannya, berhati-hati dalam meminta, dan tidak menjadikan doa sebagai alat pelampiasan emosi.

Dalam berbagai peristiwa, doanya dikabulkan Allah sebagai bentuk keadilan, bukan balas dendam.

Para ulama menilai, kemustajaban doa Sa’ad lahir dari kombinasi iman yang lurus, adab yang terjaga, serta kehidupan yang bersih dari kepentingan duniawi berlebihan.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh AS, Ketaatan di Tengah Ejekan dan Penolakan

Dijamin Masuk Surga

Keteguhan iman, bakti kepada ibu, keberanian di medan juang, dan ketulusan doa menjadikan Sa’ad bin Abi Waqqas termasuk dalam Asharah Mubasyarah, sepuluh sahabat yang secara langsung diberi kabar gembira oleh Nabi Muhammad SAW sebagai penghuni surga.

Meski memiliki keutamaan besar, Sa’ad dikenal rendah hati dan menjauh dari ambisi kekuasaan. Ia lebih memilih hidup sederhana dan menjaga integritas iman hingga akhir hayatnya.

Teladan yang Terus Relevan

Kisah Sa’ad bin Abi Waqqas tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Ia menghadirkan pelajaran tentang bagaimana iman diuji di ruang paling personal yaitu keluarga dan bagaimana keteguhan dapat berjalan beriringan dengan kasih.

Dari Sa’ad, umat Islam belajar bahwa keberanian bukan hanya soal perang, tetapi juga tentang mempertahankan keyakinan dengan adab. Bahwa doa yang dikabulkan bukan semata soal kata-kata, melainkan buah dari hidup yang dijalani dengan kejujuran dan kesabaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Aktual
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Aktual
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Aktual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
Aktual
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Aktual
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Aktual
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Aktual
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
Aktual
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Aktual
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Aktual
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Aktual
Unik! Arab Saudi Terbitkan Paspor untuk Unta, Mengapa?
Unik! Arab Saudi Terbitkan Paspor untuk Unta, Mengapa?
Aktual
Santri Kalong di Buntet: Datang Pagi, Pulang Malam, Ilmu Agama Tetap Dalam
Santri Kalong di Buntet: Datang Pagi, Pulang Malam, Ilmu Agama Tetap Dalam
Aktual
Tragedi Siswa SD di Ngada, MUI Desak Perbaikan Bantuan Pendidikan
Tragedi Siswa SD di Ngada, MUI Desak Perbaikan Bantuan Pendidikan
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa: Arab, Latin, Arti, dan Amalan Agar Hati Tetap Tenang
Doa Saat Terjadi Gempa: Arab, Latin, Arti, dan Amalan Agar Hati Tetap Tenang
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com