Editor
KOMPAS.com - Penyelenggaraan ibadah haji 2026 dipastikan tetap berjalan meski kondisi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian.
Pemerintah Indonesia memastikan keberangkatan jemaah tidak dibatalkan karena belum ada keputusan resmi dari Arab Saudi.
Secara nasional, jadwal haji dimulai pada 21 April 2026 sesuai regulasi yang telah ditetapkan.
Baca juga: Kartu Nusuk Jemaah Haji 2026 Siap Dibagikan di Embarkasi Sebelum Berangkat
Di tingkat daerah, jemaah asal Provinsi Jambi dijadwalkan mulai berangkat pada 5 Mei 2026 dengan total 3.306 orang termasuk pendamping.
Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur rencana strategis penyelenggaraan haji.
Pemerintah menegaskan seluruh tahapan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca juga: Pemerintah Bentuk Satgas Haji Ilegal, Targetkan Penipuan dan Visa Ilegal
Keberangkatan jemaah haji asal Jambi terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter) dengan rincian sebagai berikut:
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa situasi geopolitik global tidak dapat diprediksi, namun terdapat indikasi kondisi yang kondusif.
“Malah sekarang kita mendapatkan gambaran sudah ada kesepahaman yaitu untuk jeda berperang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perlindungan jemaah menjadi prioritas utama sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Di pasal mana pun di undang-undang haji, di undang-undang kewarganegaraan, itu pasal perlindungan itu penting,” tuturnya.
Marwan memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada keputusan pembatalan ibadah haji dari pihak Arab Saudi, sehingga Indonesia tetap memberangkatkan jemaah.
“Kita tidak membatalkan haji, karena pihak Saudi juga tidak menyatakan pembatalan, kita berangkat,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa berbagai simulasi telah dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.
Kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Jambi dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal menjelang keberangkatan.
“Ya, persiapan haji kita karena tinggal secara formal pemberangkatan tinggal 12–11 hari lagi. Mungkin Jambi tidak berada di dalam jadwal awal pemberangkatan,” tegasnya.
“Tapi, tetap saja kita akan meyakinkan semua pihak bahwa penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan normal sekalipun geopolitik sering dipertanyakan,” sambungnya.
Marwan juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan bagi jemaah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Yang kedua, layanan terhadap jemaah kita ini harus lebih baik dibanding yang dahulu. Karena sekarang ini menterinya sudah secara khusus, Menteri Haji dan Umrah,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul "Jadwal Keberangkatan Haji Asal Jambi 2026, Berangkat Pertama pada 5 Mei" dan "Komisi VIII DPR RI Pastikan Ibadah Haji 2026 Tak Dibatalkan, Kapan Haji Jambi Berangkat?".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang