Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bobby Nasution Tepung Tawari Calon Jemaah Haji Sumut, Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa

Kompas.com, 20 April 2026, 16:18 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ibadah haji 2026 segera dimulai dengan keberangkatan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang mulai menggelar rangkaian persiapan keberangkatan calon jemaah haji.

Menjelang masuknya kloter pertama ke Asrama Haji Medan, Pemprov Sumut mengadakan acara halalbihalal dan tepung tawar.

Baca juga: Tradisi Tepuk Tepung Tawar Iringi Pelepasan Jemaah Haji, Simbol Syukur dan Doa

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen pelepasan serta penguatan pesan kepada calon jemaah dan petugas haji.

Dilansir dari laman Diskominfo Pemprov Sumut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menepungtawari ratusan calon jemaah haji yang mulai memasuki Asrama Haji Medan pada 21 April 2026.

Baca juga: Calon Jemaah Haji Simalungun Ikuti Tepung Tawar, Usia Tertua Wanita 82 Tahun

Dalam kesempatan itu, Bobby meminta seluruh calon jemaah haji dan petugas haji menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik Sumatera Utara selama berada di Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Halalbihalal dan Tepung Tawar Jemaah Calon Haji Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (20/4/2026).

Halalbihalal Jadi Pengingat Kebersamaan

Momentum halalbihalal dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi menjelang keberangkatan jemaah haji.

Selain menjadi tradisi pasca-Ramadan, kegiatan ini juga membawa pesan persatuan dan kebersamaan bagi seluruh peserta yang hadir.

Bobby mengatakan halalbihalal menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk kembali kepada fitrah setelah menjalani bulan suci Ramadan.

Nilai saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menjaga kebersamaan dinilai penting untuk terus dipelihara.

Acara tersebut dirangkai dengan prosesi tepung tawar terhadap sekitar 500 calon jemaah haji asal Kota Medan dan sekitarnya.

Turut hadir Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Staf Ahli I PKK Sumut Titiek Sugiharti, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, serta Ketua Dharma Wanita Sumut Evi Novida.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan cendera mata kepada calon jemaah haji dan pemasangan rompi secara serentak kepada para petugas haji.

Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa untuk Sumatera Utara

Kondisi fisik menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, Bobby menekankan pentingnya menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

“Semoga seluruh calon jemaah haji disehatkan dan dikuatkan fisiknya hingga sampai ke Tanah Suci dan kembali ke Indonesia. Semoga dalam menjalankan ibadah haji dilancarkan, karena ibadah yang dilaksanakan di Tanah Suci bukan hanya tentang keimanan, tapi juga menjaga kesehatan tubuh,” ucap Bobby.

Ia juga menyampaikan rasa bangga serta doa terbaik kepada para calon jemaah haji yang disebut sebagai orang-orang terpilih yang mendapat panggilan dari Allah SWT.

Kepada petugas haji, Bobby berpesan agar selalu membantu jemaah, terutama lanjut usia atau lansia.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji berlangsung sekitar satu bulan sehingga membutuhkan kerja sama dan saling pengertian.

Selain melepas keberangkatan jemaah, Bobby juga menitipkan harapan bagi kemajuan daerah. Ia meminta para jemaah mendoakan Sumatera Utara saat berada di Tanah Suci.

“Saya titip doa untuk Sumatera Utara, semoga aman dan jauh dari narkoba, jauh dari bencana, dan ekonominya semakin maju melalui ekonomi keumatan. Karena doa di depan Ka’bah itu mustajab bapak ibu,” ujar Bobby.

Jemaah Haji Sumut Capai 5.913 Orang

Provinsi Sumatera Utara tahun ini memberangkatkan ribuan jemaah haji yang terbagi dalam beberapa kelompok terbang.

Proses keberangkatan dimulai dengan masuknya kloter pertama ke Asrama Haji Medan. Pada 21 April 2026, kloter pertama mulai memasuki Asrama Haji Medan.

Diketahui, jumlah jemaah haji asal Provinsi Sumatera Utara pada 2026 tercatat sebanyak 5.913 orang. Ribuan jemaah tersebut terbagi dalam 17 kelompok terbang atau kloter.

Kegiatan halalbihalal dan tepung tawar ini juga diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran serta ceramah oleh Ustaz Muhammad Syukri Albani Nasution.

Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumut Zulkifli Sitorus, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumut, serta calon jemaah haji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Banyuwangi Wafat di Pemondokan Usai Jalani Ibadah di Armuzna
Jamaah Banyuwangi Wafat di Pemondokan Usai Jalani Ibadah di Armuzna
Aktual
Potensi Ziswaf Indonesia Tembus Rp343 Triliun, Sedekah Jadi Terbesar
Potensi Ziswaf Indonesia Tembus Rp343 Triliun, Sedekah Jadi Terbesar
Aktual
Reaksi Gus Irfan Lihat Jemaah Sulsel Berbaju Bling-bling di Bandara Jeddah: Ini Ciri Khas
Reaksi Gus Irfan Lihat Jemaah Sulsel Berbaju Bling-bling di Bandara Jeddah: Ini Ciri Khas
Aktual
5 Dzikir Pendek Berpahala Besar, Ringan di Lisan Berat di Timbangan
5 Dzikir Pendek Berpahala Besar, Ringan di Lisan Berat di Timbangan
Aktual
Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikirim ke Tanah Air? Ini Penjelasannya
Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikirim ke Tanah Air? Ini Penjelasannya
Aktual
Kenapa Makkah Disebut Tanah Haram? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya
Kenapa Makkah Disebut Tanah Haram? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya
Aktual
8 Dzikir dan Doa Ibu Hamil agar Anak Menjadi Saleh dan Berkah
8 Dzikir dan Doa Ibu Hamil agar Anak Menjadi Saleh dan Berkah
Aktual
3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Arab Saudi Hapus Paket D untuk Haji 2027, Ini Dampaknya bagi Jemaah
Arab Saudi Hapus Paket D untuk Haji 2027, Ini Dampaknya bagi Jemaah
Aktual
Kemenag Catat Sejarah Baru, 15 Perempuan Dilantik Jadi Kepala KUA
Kemenag Catat Sejarah Baru, 15 Perempuan Dilantik Jadi Kepala KUA
Aktual
Pedoman Pemulasaraan Jenazah dalam Islam, dari Memandikan hingga Pemakaman
Pedoman Pemulasaraan Jenazah dalam Islam, dari Memandikan hingga Pemakaman
Aktual
Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan
Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan
Aktual
3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama
3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama
Aktual
Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kemenhaj Sumenep Minta Warga Tidak Berlebihan
Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kemenhaj Sumenep Minta Warga Tidak Berlebihan
Aktual
6 Perbuatan yang Diam-Diam Menghapus Pahala Muslim, Ghibah hingga Riya
6 Perbuatan yang Diam-Diam Menghapus Pahala Muslim, Ghibah hingga Riya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com