Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini

Kompas.com, 8 Mei 2026, 16:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ibadah haji tidak seharusnya dipandang sebagai impian yang baru muncul ketika seseorang memasuki usia lanjut.

Sebagai rukun Islam kelima, haji menjadi penyempurna bangunan keislaman seorang Muslim sehingga cita-cita berhaji dinilai perlu ditanamkan sejak usia dini.

Kesadaran tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki kesiapan spiritual, mental, dan ekonomi untuk memenuhi panggilan ke Baitullah.

Baca juga: Keutamaan Haji Mabrur, Pulang Suci Bak Bayi yang Baru Lahir

Karena itu, keluarga dan lembaga pendidikan memiliki peran besar dalam membangun semangat berhaji sejak masa kanak-kanak dan remaja.

Hal ini seperti disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Teuku Zulkhairi, yang dikutip Kompas.com dari rubrik Mimbar Serambinews.com.

Baca juga: Apa Itu Haji Mabrur? Ini Makna dan Ciri-cirinya yang Perlu Dipahami Jemaah

Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan suci untuk menyempurnakan penghambaan kepada Allah SWT.

“Dengan menanamkan kepada anak-anak bahwa haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan suci untuk menyempurnakan penghambaan kepada Allah SWT,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Anak Perlu Dikenalkan Kemuliaan Haji Sejak Dini

Tgk Zulkhairi yang juga pernah menjadi Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 2023 mengatakan anak-anak Muslim perlu dikenalkan sejak kecil tentang kemuliaan Ka’bah, keutamaan Kota Makkah dan Madinah, serta nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah haji.

Menurutnya, ketika anak tumbuh dengan cita-cita berhaji, mereka akan memiliki dorongan untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi ilmu agama, akhlak, maupun kemampuan ekonomi.

Ia menilai semangat berhaji juga dapat membentuk obsesi positif dalam diri generasi muda untuk suatu hari memenuhi panggilan Allah SWT ke Baitullah.

Banyak Umat MuslimBaru Menyadari Pentingnya Haji Saat Tua

Tgk Zulkhairi menilai masih banyak umat Islam yang baru menyadari pentingnya ibadah haji ketika usia sudah lanjut, meski secara finansial sebenarnya telah mampu.

Sebagian masyarakat bahkan belum memiliki kesiapan dalam bentuk tabungan maupun pengetahuan tentang ibadah haji.

Padahal, menurutnya, haji bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga ibadah yang menyempurnakan rukun Islam dalam berbagai aspek, mulai dari spiritual, sosial, kesabaran, kedisiplinan, hingga pengorbanan.

Ibadah Haji Membutuhkan Kesiapan Fisik

Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu juga menyoroti pentingnya menjalankan ibadah haji pada usia muda karena membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Rangkaian ibadah haji seperti thawaf, sa’i, wukuf, mabit, hingga melempar jumrah memerlukan stamina yang kuat. Selain itu, cuaca panas di Tanah Suci juga menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah.

“Kondisi cuaca di Tanah Suci yang panas juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, usia muda menjadi momentum terbaik untuk menjalankan ibadah haji dengan lebih optimal dan kuat secara fisik,” paparnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa jamaah lanjut usia tetap memiliki kesempatan memperoleh pahala besar dalam berhaji. Namun, persiapan sejak muda dinilai akan membuat seseorang lebih matang dalam menjalankan ibadah tersebut.

Haji Harus Menjadi Impian Anak Muslim

Menurut Tgk Zulkhairi, remaja yang sudah memiliki niat dan cita-cita berhaji cenderung lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan karena merasa sedang mempersiapkan diri menjadi tamu Allah SWT.

“Ketika seorang remaja sudah memiliki niat dan cita-cita berhaji, ia akan lebih berhati-hati dalam menjalani hidup karena merasa sedang mempersiapkan diri menjadi tamu Allah SWT,” ungkapnya.

Ia berharap kesadaran tentang pentingnya berhaji dapat terus dibangun di lingkungan keluarga, sekolah, dayah, hingga perguruan tinggi di Aceh.

“Haji harus menjadi impian yang hidup dalam hati anak-anak muslim sejak kecil," katanya.

"Sebab, siapa yang sejak muda merindukan Baitullah, maka hidupnya akan lebih terarah dalam menyiapkan bekal menuju panggilan suci tersebut,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul "Berhaji Harus Ditanamkan Sejak Dini, Tgk Zulkhairi: Ini Panggilan Suci untuk Sempurnakan Ibadah".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Doa dan Niat
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Doa dan Niat
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Doa dan Niat
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
Aktual
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Aktual
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Aktual
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Aktual
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Aktual
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Aktual
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Aktual
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Aktual
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
Aktual
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Aktual
Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten
Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar