Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surat An Nashr: Bacaan, Arti, Azbabun Nuzul, dan Kandungan Maknanya

Kompas.com, 7 Oktober 2025, 13:15 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Surat An Nashr adalah salah satu surat yang terdapat dalam juz 30 atau juz 'amma. Surat ini menempati urutan ke 110 dalam Al Quran, termasuk surat pendek yang terdiri dari 3 ayat.

Surat An Nashr termasuk golongan surat Madaniyah. Arti surat An Nashr adalah pertolongan. Surat ini termasuk surat yang turun di akhir masa Kenabian dan menandai perpisahan dengan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Keutamaan Surat Al-Fatihah: Induk Al-Qur’an yang Tiada Tanding

Bacaan Surat An Nashr

Berikut bacaan surat An Nashr

Arab:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ . وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا . فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Latin:

Idzaa jaa a nashrullaahi wal fath. Wara aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa. Fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu innahuu kaana tawwaabaa.

Artinya:

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Baca juga: 3 Ayat Terakhir Surah Al Baqarah Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Asbabun Nuzul Surat An Nashr

Asbabun Nuzul surat An Nashr terkait dengan dua hal. Pertama, turunnya surat ini mengabarkan kemenangan Islam dan masuk Islamnya orang-orang Arab secara berbondong-bondong.

Kedua, surat ini mengisyaratkan telah sempurnanya ajaran Nabi Muhammad SAW yang menandakan ajal Nabi Muhammad SAW sudah dekat.

Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan asbabun nuzul surat An Nashr dari riwayat yang disampaikan oleh Ibnu Abbas RA.

Ibnu Abbas RA berkata," “Itu (turunnya surat An Nashr) adalah tanda ajal Rasulullah yang Allah beritahukan kepadanya. Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan, maka itu adalah tanda ajalmu, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat.”

Baca juga: Keutamaan Membaca Surat Yasin

Reaksi Sahabat Saat Surat An Nashr Turun

Syaikh Nawawi Al Bantani dalam Tafsir Marah Labid menuliskan bahwa ketika ayat ini diturunkan, Nabi Muhammad SAW sedang bergembira atas kemenangan di peristiwa Fathu Makkah (Penaklukan Kota Mekkah).

Nabi Muhammad SAW bergegas menemui Abu Bakar, Amr, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abbas bin Abdul Muthalib untuk membacakan kabar gembira melalui surat tersebut.

Semua sahabat bergembira dengan kabar tersebut, tetapi tiba-tiba Abbas menangis tersedu-sedu. Nabi Muhammad SAW kemudian bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis di tengah kabar kemenangan ini, wahai pamanda?”

“Ini bukan kabar gembira. Ini ucapan perpisahanmu kepada kami.”

Nabi Muhammad SAW memeluk pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib seraya menjawab, “Benar apa katamu.”

Ketika surat ini diberitahukan kepada putri tercintanya, Fatimah Az Zahra, ia segera menangis tersedu. Nabi Muhammad SAW kemudian menyampaikan:

لاَ تَبْكِى ، فَإِنَّكِ أَوَّلُ أَهْلِى لاَحِقٌ بِى

Artinya: “Jangan menangis, karena sesungguhnya engkau adalah keluargaku yang paling awal menyusulku.” (H.R. Ad Darimi dan Ath Thabrani).

Baca juga: Ayat Kursi: Teks Arab, Latin, dan Arti Beserta Keutamaannya

Kandungan Makna Surat An Nashr

Surat An Nashr mengandung makna datangnya pertolongan Allah SWT atas Nabi Muhammad SAW beserta kaum muslimin yang selama ini telah berjuang mendakwahkan Islam. Perjuangan tersebut berakhir dengan kemenangan yang gemilang di kalangan umat Islam.

Kemenangan besar diawali dengan penaklukan kota Mekkah (Fathu Mekkah) dan diikuti dengan kemenangan-kemenangan lain.

Dengan kemenangan tersebut, bangsa Arab melihat besarnya kekuatan kaum Muslimin sehingga sulit untuk menandinginya. Maka kemudian bangsa Arab berbondong-bondong masuk ke dalam agama Islam.

Imam Baghawi dalam Tafsir Imam Baghawi menjelaskan orang-orang Arab berbincang mengenai kemenangan umat Islam, "Jika Muhammad telah mengalahkan penduduk Tanah Suci, maka kalian tidak akan mampu menandinginya."

Dengan kemenangan besar atas pertolongan Allah SWT, umat Islam diperintahkan untuk tetap rendah hati dengan senantiasa mensucikan Nama Allah SWT, memuji-Nya, dan memohon ampunan kepada-Nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Aktual
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Aktual
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
Doa dan Niat
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Aktual
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
Aktual
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Aktual
Khutbah Jumat Dzulqadah: Keutamaan Bulan Haram dan Momentum Muhasabah Diri
Khutbah Jumat Dzulqadah: Keutamaan Bulan Haram dan Momentum Muhasabah Diri
Aktual
3 Fakta Penting di Masjid Nabawi yang Wajib Diketahui Jemaah Haji, Nomor 1 Sering Disalahpahami!
3 Fakta Penting di Masjid Nabawi yang Wajib Diketahui Jemaah Haji, Nomor 1 Sering Disalahpahami!
Aktual
Bawa Pemegang Visa Kunjungan ke Makkah? Denda Rp 440 Juta Menanti
Bawa Pemegang Visa Kunjungan ke Makkah? Denda Rp 440 Juta Menanti
Aktual
1.310 Calon Jemaah Haji Banyuwangi Siap Berangkat, Terbagi 5 Kloter
1.310 Calon Jemaah Haji Banyuwangi Siap Berangkat, Terbagi 5 Kloter
Aktual
Apa Itu Mandi Ihram? Ini Hukum, Niat, dan Tata Caranya Sebelum Haji dan Umrah
Apa Itu Mandi Ihram? Ini Hukum, Niat, dan Tata Caranya Sebelum Haji dan Umrah
Doa dan Niat
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Aktual
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com