Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Makan Rasulullah SAW yang Sehat dan Penuh Hikmah

Kompas.com, 6 September 2025, 11:15 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen penting bagi umat Islam untuk tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga meneladani akhlak dan kebiasaan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu aspek yang kerap luput dari perhatian, namun sangat relevan dengan gaya hidup masa kini, adalah pola makan sehat yang diterapkan Rasulullah SAW.

Rasulullah dikenal memiliki kondisi fisik yang kuat dan jarang mengalami sakit. Salah satu rahasia di balik kesehatan beliau adalah kebiasaan makan yang sederhana, teratur, dan penuh kesadaran.

“Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali dalam keadaan lapar, dan apabila makan, kami berhenti sebelum kenyang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: 3 Pesan Rasulullah SAW tentang Maraknya Pembunuhan

Kebiasaan ini terbukti berdampak positif bagi kesehatan umat Islam di masa itu, bahkan sempat membuat kagum seorang tabib Romawi yang datang ke Madinah karena jarangnya masyarakat Muslim mengalami penyakit.

Pola Makan Sehat Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari

Berbagai riwayat hadits dan penjelasan para ulama mencatat kebiasaan makan Rasulullah SAW yang sangat selaras dengan prinsip gizi seimbang dan kesederhanaan.

Berikut beberapa contoh menu harian Rasulullah, dikutip dari Antara:

1. Air Madu di Pagi Hari

Rasulullah SAW memulai harinya dengan air yang dicampur satu sendok madu. Madu yang disebut sebagai “syifaa” (obat) dalam Al-Qur'an memiliki banyak manfaat, seperti melancarkan pencernaan, meredakan peradangan, dan menjaga stamina.

2. Kurma Ajwa pada Waktu Dhuha

Beliau rutin mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa. Kurma jenis ini dikenal mampu menangkal racun dan memberikan energi alami bagi tubuh.

3. Roti dengan Cuka dan Minyak Zaitun

Untuk makan siang, Rasulullah SAW biasa menyantap roti yang dicelupkan ke dalam cuka dan minyak zaitun. Kombinasi ini membantu menjaga kadar kolesterol dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Baca juga: Meneladani Rasulullah SAW: Bersikap Lemah Lembut

4. Sayuran di Malam Hari

Menu makan malam Rasulullah SAW biasanya sederhana, berupa sayur-sayuran seperti sana al-makki, yang bermanfaat menjaga kekebalan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

5. Makanan Favorit Sesekali

Rasulullah juga sesekali menikmati makanan favoritnya seperti tsarid (roti dicampur kuah daging), namun tidak menjadikannya makanan rutin. Ini menunjukkan keseimbangan dalam pola konsumsi beliau.

Adab Makan dan Minum ala Rasulullah SAW

Tak hanya dari sisi makanan, Rasulullah SAW juga mengajarkan adab makan dan minum yang berdampak baik bagi kesehatan fisik dan spiritual:

1. Menggunakan Tangan Kanan dan Memulai dengan Garam

Beliau makan dengan tangan kanan, dan terkadang menghisap sedikit garam terlebih dahulu—diyakini sebagai penawar racun dan sumber mineral alami.

2. Membaca Doa Sebelum Makan

Rasulullah SAW senantiasa membaca basmalah sebelum makan, sebagai bentuk permohonan berkah dan perlindungan dari penyakit.

3. Mengunyah dengan Perlahan

Beliau terbiasa mengunyah makanan hingga halus, bahkan hingga 40 kali, yang membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Baca juga: Mengenal Ciri Fisik Rasulullah SAW dan Larangan Menggambarnya

4. Makan Secukupnya

Rasulullah SAW tidak pernah makan sampai kenyang, melainkan berhenti sebelum perut penuh. Ini mencerminkan pengendalian diri dan menjaga kesehatan tubuh.

5. Aktivitas Ringan Setelah Makan

Alih-alih tidur, Rasulullah SAW lebih memilih beraktivitas ringan setelah makan, seperti salat atau berjalan, untuk membantu proses pencernaan.

Etika Minum Rasulullah SAW

Adab minum Rasulullah juga sangat diperhatikan. Rasulullah tidak meniup air panas, tidak minum sambil berdiri, dan tidak bernafas ke dalam wadah minum. Cara minumnya pun seteguk demi seteguk, dengan jeda untuk bernafas.

Pola makan dan gaya hidup Rasulullah SAW mencerminkan nilai keseimbangan, kesederhanaan, dan kesadaran penuh terhadap kesehatan fisik dan spiritual. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin mengajarkan bahwa menjaga tubuh adalah bagian dari ibadah.

Kini, semakin banyak orang yang mencoba meneladani gaya hidup sehat Rasulullah SAW. Tidak hanya untuk menjalankan sunnah, tetapi juga demi memperoleh manfaat jasmani dan rohani yang nyata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com