Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hitung Mundur Ramadhan 2026: Versi Muhammadiyah Jatuh pada 18 Februari, Ini Persiapan yang Disarankan

Kompas.com, 16 Oktober 2025, 10:59 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah semakin dekat. Umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, mulai bersiap menyambut datangnya bulan penuh rahmat dan ampunan ini.

Menurut Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadhan 2026 melalui sidang isbat menjelang akhir bulan Sya’ban. Metode penetapan pemerintah didasarkan pada rukyatul hilal, yaitu pengamatan posisi bulan sabit pertama.

Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026 Dimulai? Ini Jadwal dan Hitung Mundurnya

Puasa 2026 Jatuh pada Bulan Apa?

Berdasarkan keputusan Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, sehingga jika dihitung dari hari ini, 16 Oktober 2025, tersisa sekitar 125 hari lagi menuju Ramadhan.

Ramadhan 2026 diperkirakan berlangsung selama 30 hari, dengan 30 Ramadhan bertepatan pada Kamis, 19 Maret 2026.

Sementara 1 Syawal 1447 H (Idul Fitri) versi Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan versi pemerintah kemungkinan bisa berbeda satu hari, tergantung hasil rukyat dan keputusan sidang isbat yang biasanya diumumkan sehari menjelang awal Ramadhan.

Persiapan Diri Menyambut Ramadhan agar Lebih Berkualitas

Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah. Agar ibadah puasa berjalan dengan khusyuk dan optimal, diperlukan persiapan yang matang secara fisik, mental, dan spiritual.

Memperkuat Niat dan Tekad

Langkah pertama dalam menyambut Ramadhan adalah memperkuat niat untuk beribadah dengan sungguh-sungguh. Niat yang tulus menjadi dorongan utama dalam menjalankan berbagai amalan.
Umat Islam juga dianjurkan menetapkan tujuan spiritual selama Ramadhan, seperti meningkatkan bacaan Al-Qur’an, memperbanyak shalat sunnah, dan menjaga lisan.

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Ramadhan Kian Dekat, Sudah Qadha Puasa? Simak Cara, Waktu, dan Bacaan Niat Lengkap

Meningkatkan Kualitas Ibadah Harian

Mulailah membiasakan diri dengan amalan sunnah seperti shalat dhuha, qiyamullail, serta membaca Al-Qur’an secara rutin. Membiasakan puasa sunnah, terutama di bulan Sya’ban, juga menjadi latihan agar tubuh lebih siap menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Selain itu, memperbanyak dzikir dan doa akan menenangkan hati. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28,

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨
alladzîna âmanû wa tathma'innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma'innul-qulûb

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.

Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Menjelang Ramadhan, menjaga pola makan yang sehat dan seimbang menjadi hal penting. Kurangi konsumsi berlebihan, perbanyak sayur dan air putih, serta atur waktu tidur.
Olahraga ringan juga membantu tubuh beradaptasi dengan ritme puasa.

Secara mental, latih diri untuk bersabar dan menahan emosi agar siap menjalankan puasa dengan penuh kesadaran.

Baca juga: Hitung Mundur Awal Ramadhan, Berapa Hari Lagi Puasa 2026?

Mendalami Ilmu Agama

Pemahaman tentang hukum dan adab berpuasa sangat penting agar ibadah tidak sekadar rutinitas. Umat Islam dianjurkan mempelajari fiqh puasa, memahami hal-hal yang membatalkan, dan memperdalam makna ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan Ramadhan.

Dengan ilmu yang cukup, setiap amalan menjadi lebih bermakna dan dijalankan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Membersihkan Diri dari Dosa dan Kesalahan

Menjelang Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk bertaubat dan memperbaiki hubungan sosial. Meminta maaf kepada keluarga, sahabat, atau rekan kerja akan membuka pintu ketenangan hati. Dengan hati bersih, seseorang akan lebih mudah fokus pada ibadah dan memperbanyak amal saleh.

Makna Hitung Mundur Ramadhan

Menghitung mundur menuju Ramadhan bukan sekadar menanti tanggal datangnya bulan puasa. Bagi umat Islam, setiap hari yang mendekati bulan suci merupakan momen introspeksi diri dan peningkatan amal saleh.

Persiapan yang dilakukan sejak dini mencerminkan semangat menyambut tamu agung bernama Ramadhan. Dengan bekal spiritual yang kuat, ibadah puasa dapat menjadi momentum pembaruan iman dan penguatan karakter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Aktual
 Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Aktual
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Aktual
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Aktual
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Aktual
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Aktual
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com