Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenag dan Menteri Haji dan Umrah Bahas Sinergi Layanan Haji di Masa Transisi

Kompas.com, 4 November 2025, 22:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii bersilaturahim ke kantor Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf.

Pertemuan keduanya membahas langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Selain itu, pertemuan tersebut juga bertujuan memastikan seluruh operasional layanan haji tetap berjalan lancar selama masa transisi kelembagaan di Kemenhaj.

Baca juga: UIN Palu Usulkan Menag Nasaruddin Umar Raih Nobel Perdamaian

Romo Muhammad Syafii menegaskan komitmen Kemenag untuk mendukung kelancaran seluruh kegiatan operasional yang dijalankan Kemenhaj.

Menurutnya, kerja sama yang solid antara kedua kementerian menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji bagi jamaah Indonesia.

“Kementerian Agama berkomitmen kuat memastikan seluruh proses peralihan berjalan tanpa gangguan terhadap operasional Kemenhaj. Tidak boleh ada satu pun hal kecil yang menghambat kelancaran operasional,” ujar Romo Syafii.

Ia menjelaskan bahwa proses peralihan mencakup sejumlah komponen penting seperti kantor operasional Kemenhaj, asrama haji, Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), serta Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Menurutnya, penataan kelembagaan ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan kepada jamaah.

“Kami memastikan selama masa transisi, khususnya pada Siskohat sebagai sistem digital penyelenggaraan haji, semua proses dijalankan secara hati-hati dan terkoordinasi. Sistem ini akan tetap berfungsi optimal agar tidak menghambat pelayanan,” tambahnya.

Baca juga: Menag dan Vatikan Siapkan Langkah Nyata Deklarasi Istiqlal untuk Kemanusiaan dan Bumi

Kemenhaj Apresiasi Dukungan Kemenag

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan penuh dari Kemenag selama masa peralihan berlangsung.

Menurutnya, langkah yang ditempuh Kemenag menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat tata kelola penyelenggaraan haji nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan komitmen Kemenag. Masa transisi ini memang menuntut kesiapan di berbagai aspek, namun kami yakin dengan dukungan Kemenag, operasional Kemenhaj dapat berjalan tanpa hambatan,” ujar Irfan.

Ia menegaskan bahwa Kemenhaj terus berupaya menata sistem dan struktur kelembagaan agar pelayanan kepada jamaah haji semakin baik, modern, dan efisien.

“Kami terbuka untuk terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Kemenag, terutama dalam integrasi data, manajemen operasional, dan peningkatan kualitas SDM,” lanjutnya.

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Kenang Persahabatannya dengan Paus Fransiskus di Vatikan

Sinergi dan Kolaborasi Berkelanjutan

Pertemuan antara Wamenag dan Menteri Haji dan Umrah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Keduanya sepakat memperkuat sinergi kelembagaan, memperlancar komunikasi antarunit teknis, dan memastikan seluruh sistem operasional haji tetap stabil selama masa transisi.

“Kemenag berkomitmen memastikan setiap proses berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan umat. Kami ingin menghadirkan pelayanan dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada umat,” pungkas Romo Syafii.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com