Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBNU Gelar Doa dan Ajak Masyarakat Bersatu Bantu Penyintas Bencana

Kompas.com, 27 Desember 2025, 11:21 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui PWNU DKI Jakarta menggelar Doa untuk Negeri bertajuk “Satu NU Satu Bangsa” di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi ajakan kepada masyarakat untuk bersatu membantu para penyintas bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Inisiator acara, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid, mengatakan doa bersama dan istighatsah tersebut digelar menjelang akhir tahun sebagai respons atas meningkatnya bencana alam di sejumlah daerah, terutama di Sumatera dan Jawa, serta tantangan perubahan iklim ke depan.

Baca juga: PBNU Masih Dipegang Pj Ketum, Rais Aam Minta Gus Yahya Tak Tersinggung

“Jadi istighatsah ini kita upayakan sebelum berakhir tahun karena kita tahu bencana cukup banyak di Sumatera, di Jawa, dan katanya juga ke depan tantangan iklim juga luar biasa,” ujar Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Acara Doa untuk Negeri diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan tausiyah dan istighatsah.

Kegiatan ini digelar sebagai wujud nyata kepedulian NU terhadap masyarakat terdampak bencana, setelah sebelumnya NU terlibat dalam berbagai upaya bantuan berupa tenaga, logistik, dan sumbangan kemanusiaan.

Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar turut hadir dalam doa bersama tersebut.

Hadir pula Menteri Sosial yang juga pengurus PBNU, Saifullah Yusuf, serta jajaran pengurus PWNU dan PCNU.

Irfan yang akrab disapa Gus Ipang menjelaskan, NU kerap menggelar doa bersama dan istighatsah ketika bencana melanda.

Pada tahun ini, menurutnya, bencana terjadi secara beruntun di wilayah Sumatera dan Jawa, sehingga memerlukan ikhtiar lahir dan batin secara bersamaan.

Ia menambahkan, agenda Doa untuk Negeri yang dipersiapkan secara cepat ini juga merupakan respons atas ajakan Presiden Prabowo Subianto kepada para ulama untuk ikut mendoakan bangsa agar segera pulih dari bencana.

“Mudah-mudahan kita bisa siap menghadapi ke depannya. Presiden sudah melakukan aksi yang luar biasa, Kemensos juga. Kami juga bolak-balik ke Aceh dan Sumatera, melihat rehabilitasi yang konkret. Kita songsong bareng-bareng dengan berzikir dan berdoa,” kata Gus Ipang.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut baik pelaksanaan Doa untuk Negeri tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki tujuan mulia, yakni mendoakan masyarakat yang terdampak bencana sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

“Saya bersyukur malam ini banyak sekali tokoh, ulama, kiai, jamaah, dan masyarakat yang memanfaatkan akhir tahun untuk peduli sesama lewat doa-doa yang dipanjatkan,” ujar Gus Ipul.

Baca juga: Meski Islah di Lirboyo, Status Pj Ketum PBNU KH Zulfa Belum Berubah

Ia berharap doa bersama tersebut dapat memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, serta menjadi ikhtiar spiritual bagi kemajuan Indonesia ke depan.

“Kita berharap di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia mengalami kemajuan secara terukur dan bertahap, hingga tujuan menjadikan Indonesia makin makmur bisa terwujud,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Aktual
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
Aktual
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Aktual
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Doa dan Niat
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
Aktual
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Aktual
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Aktual
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Aktual
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com