Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petugas Haji Dilatih 20 Hari, Kemenhaj Tekankan Fisik dan Mental Pelayan Jamaah

Kompas.com, 11 Januari 2026, 08:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (10/1/2026), dengan pola pembinaan baru yang menitikberatkan kesiapan fisik dan mental petugas.

Kementerian Haji dan Umrah RI merancang pola pembinaan tersebut dengan empat sasaran utama, yakni kekuatan fisik, ketangguhan mental, kompetensi teknis, dan kekompakan tim.

Pola baru ini diterapkan melalui pelatihan terpadu yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, TNI, dan Polri.

Baca juga: Kemenhaj Tegaskan PK Haji Khusus, Jamaah Terima Dana hingga USD 8.685,5

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, menyampaikan bahwa ibadah haji sangat bergantung pada kekuatan fisik petugas.

“Haji itu 90 persen ibadah fisik, maka petugasnya juga harus lebih kuat,” ujar Dendi, dilansir dari laman MUI, Minggu (11/1/2026).

Selain kesiapan fisik, Dendi menegaskan bahwa petugas haji juga dituntut memiliki mental yang tangguh karena berperan sebagai pelayan jamaah.

“Petugas itu pelayan jamaah, jadi mentalnya harus siap melayani,” kata dia.

Baca juga: Kemenhaj Siapkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia untuk Haji 2026

Fokus 4 Aspek Utama

Pembinaan petugas haji difokuskan pada empat aspek utama, mulai dari fisik yang bugar, mental yang kuat, hingga penguasaan tugas dan fungsi masing-masing.

Aspek kekompakan tim atau bonding juga menjadi perhatian agar petugas dapat bekerja secara solid selama bertugas di Tanah Suci.

Dendi menjelaskan bahwa nilai-nilai positif TNI dan Polri, seperti disiplin, keberanian, semangat, rela berkorban, dan kebersamaan, diadopsi dalam pola pelatihan ini.

“Kita ingin menghadirkan petugas haji yang profesional dan berintegritas, disiplin, berani, dan kompak,” ujarnya.

Pelatihan petugas haji dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, mulai 10 hingga 30 Januari 2026.

Pada pekan pertama, peserta menjalani latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk membiasakan diri menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.

“PBB itu penting untuk melatih kedisiplinan dan ketaatan pada instruksi, siap, dengar perintah, lalu bergerak,” jelas Dendi.

Baca juga: Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah

Memasuki pekan berikutnya, pelatihan difokuskan pada pendalaman tugas dan fungsi masing-masing petugas.

Materi pelatihan mencakup pelayanan bandara, akomodasi hotel, konsumsi, kesehatan, sistem informasi haji (Siskohat), hingga media dan kehumasan.

Seluruh alur operasional haji, mulai dari Madinah, Makkah, Arafah, Mina, hingga kembali ke hotel, turut disimulasikan dalam pelatihan.

“Semua itu operasional dan berulang setiap tahun, kalau polanya sudah ketemu, ke depan akan semakin baik,” tambah Dendi.

Dendi juga menyinggung tantangan bertugas di wilayah otoritas negara lain, khususnya Arab Saudi.

“Wajar kalau aparat Saudi terlihat tegas karena mereka menghadapi jamaah dari seluruh dunia, bukan hanya dari Indonesia,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, sebanyak 179 personel TNI dan Polri dilibatkan sebagai pelatih.

Dendi mengapresiasi dukungan Panglima TNI dan Kapolri yang menilai penyelenggaraan haji sebagai tugas nasional.

“Haji ini hajatan besar, bahkan terbesar kedua setelah mudik Lebaran, dan ini adalah tanggung jawab nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dendi mengingatkan bahwa menjadi petugas haji merupakan tugas yang mulia.

Petugas yang belum pernah berhaji diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji dengan ketentuan tertentu.

“Petugas yang belum berhaji boleh berhaji, tetapi saat wukuf di Arafah tidak boleh melepas seragam dan tidak mengenakan ihram, itu melanggar sunnah dan bisa ditebus dengan dam,” jelas Dendi.

Baca juga: Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah

Ketentuan tersebut diterapkan sebagai bentuk keadilan bagi jutaan jamaah yang masih menunggu antrean keberangkatan haji.

Pelatihan yang relatif panjang juga dimaksudkan untuk membangun kebersamaan dan jiwa korsa antarpeserta sejak masih di Tanah Air.

“Kalau sudah saling kenal, akan muncul rasa kebersamaan, dan kita ingin bersatu dalam kebaikan dan kebenaran,” tutur Dendi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Cara Mengamalkannya
Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Menag Tinjau Progres Pembangunan Rumah Ibadah Lintas Agama di IKN
Menag Tinjau Progres Pembangunan Rumah Ibadah Lintas Agama di IKN
Aktual
Petugas Haji 2026 Resmi Ditempa Semi Militer 20 Hari di Asrama Haji Jakarta
Petugas Haji 2026 Resmi Ditempa Semi Militer 20 Hari di Asrama Haji Jakarta
Aktual
Nusuk Hajj Dibuka, Saudi Mulai Pemilihan Paket Haji 2026 untuk Program Haji Langsung
Nusuk Hajj Dibuka, Saudi Mulai Pemilihan Paket Haji 2026 untuk Program Haji Langsung
Aktual
Panduan Lengkap Sholat Dhuha: Waktu, Niat, Tata Cara, Doa, dan Keutamaannya
Panduan Lengkap Sholat Dhuha: Waktu, Niat, Tata Cara, Doa, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
ISNU Salurkan Bantuan UKT untuk 51 Mahasiswa Korban Banjir Aceh Tamiang
ISNU Salurkan Bantuan UKT untuk 51 Mahasiswa Korban Banjir Aceh Tamiang
Aktual
Dari Masjid Al-Aqsa ke Langit Ketujuh, Ini Tempat Nabi Muhammad SAW Naik Saat Isra Miraj
Dari Masjid Al-Aqsa ke Langit Ketujuh, Ini Tempat Nabi Muhammad SAW Naik Saat Isra Miraj
Aktual
KPK Targetkan Penahanan Gus Yaqut dan GP Ansor Hormati Proses Hukum
KPK Targetkan Penahanan Gus Yaqut dan GP Ansor Hormati Proses Hukum
Aktual
7 PTKIN Tembus 100 Besar Kampus Nasional Versi Webometrics Awal 2026
7 PTKIN Tembus 100 Besar Kampus Nasional Versi Webometrics Awal 2026
Aktual
Petugas Haji Dilatih 20 Hari, Kemenhaj Tekankan Fisik dan Mental Pelayan Jamaah
Petugas Haji Dilatih 20 Hari, Kemenhaj Tekankan Fisik dan Mental Pelayan Jamaah
Aktual
Ribuan Hafizah Berkumpul di Kendal, Menag Ungkap Besarnya Kebutuhan Guru Tahfidz Perempuan di Pesantren
Ribuan Hafizah Berkumpul di Kendal, Menag Ungkap Besarnya Kebutuhan Guru Tahfidz Perempuan di Pesantren
Aktual
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 2026: Sejarah Peristiwa dan Makna Pensyariatan Sholat
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 2026: Sejarah Peristiwa dan Makna Pensyariatan Sholat
Aktual
Sholat Tahajud Lengkap: Niat, Waktu Terbaik, Tata Cara, dan Bacaan Doa Mustajab
Sholat Tahajud Lengkap: Niat, Waktu Terbaik, Tata Cara, dan Bacaan Doa Mustajab
Doa dan Niat
Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap dari Lahir hingga Wafat
Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap dari Lahir hingga Wafat
Doa dan Niat
Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com