KOMPAS.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengumumkan penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Ketetapan tersebut disampaikan melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, dilansir melalui akun Instagram @kabarmuhammadiyah, Selasa (13/1/2026).
Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa penetapan kalender ibadah umat Islam tersebut didasarkan pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Perhitungan dilakukan dengan berlandaskan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal, sebagaimana diputuskan dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-32 di Pekalongan pada 1445 H/2024 M.
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Berdasarkan hasil hisab tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan:
Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan memulai ibadah puasa Ramadan pada hari tersebut.
Penetapan ini menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam mengakhiri ibadah puasa Ramadan dan melaksanakan salat Idul Fitri.
Haji dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Islam
Para jamaah haji akan menjalani proses yang sangat penting dalam perjalanan ibadah mereka
Umat Islam merayakan Idul Adha atau waktu penyembelihan hewan kurban yang menjadi syiar penting dalam Islam.
Baca juga: Lebaran 2026 Berapa Hari Lagi? Cek Tanggal Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Dalam maklumat tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan bahwa penetapan ini dimaksudkan sebagai pedoman resmi bagi seluruh warga Muhammadiyah.
Umat diharapkan dapat menjadikan keputusan tersebut sebagai acuan dalam melaksanakan ibadah, khususnya yang berkaitan dengan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, serta mengamalkannya sebagaimana mestinya.
Penetapan kalender ibadah berbasis hisab ini sekaligus menegaskan konsistensi Muhammadiyah dalam menggunakan metode perhitungan astronomis yang telah menjadi bagian dari tradisi tarjih organisasi, guna memberikan kepastian waktu bagi umat dalam menjalankan ibadah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang