KOMPAS.com - Peristiwa Isra Miraj bukan sekadar perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke Sidratul Muntaha.
Ia adalah perjalanan ruhani yang mengajarkan makna keimanan, ketundukan, dan cinta seorang hamba kepada Tuhannya.
Makna inilah yang kerap dihadirkan dalam puisi-puisi religius, karena bahasa puisi mampu menyentuh sisi terdalam jiwa manusia.
Baca juga: Peringatan Isra Mikraj, Menag: Jika Ada Masalah Rumah Tangga, Jangan Langsung ke Pengadilan
Berikut lima contoh puisi tentang Isra Miraj yang sarat makna dan perenungan.
Pada malam sunyi yang dipeluk semesta,
Bumi menahan napas, langit membuka tabirnya.
Rasul melangkah meninggalkan debu dunia,
Dari Masjidil Haram menuju cahaya Aqsa.
Buraq melesat bukan sekadar tunggangan,
Ia adalah saksi ketaatan dan pengorbanan.
Langit demi langit dibuka penuh hormat,
Para nabi menyambut kekasih Allah dengan selawat.
Di Sidratul Muntaha waktu tak lagi bernama,
Jarak tak lagi bermakna.
Di sanalah shalat diturunkan sebagai cahaya,
Bukan beban, melainkan hadiah cinta-Nya.
Baca juga: 5 Contoh Pidato Isra Miraj Penuh Hikmah dan Pesan Moral Kehidupan
Bukan kisah dongeng yang diceritakan malam,
Bukan mimpi yang lahir dari angan kelam.
Isra Miraj adalah bukti kekuasaan Ilahi,
Saat iman diuji oleh logika dan nalar insani.
Ketika lidah ragu dan akal bertanya,
Hati yang yakin justru bersujud penuh percaya.
Seperti Abu Bakar yang membenarkan tanpa syarat,
Iman sejati lahir dari tunduk dan taat.
Isra Miraj mengajarkan makna percaya,
Bahwa keajaiban adalah hak Sang Maha Kuasa.
Baca juga: 10 Puisi Isra Miraj Penuh Makna, Cocok Dibacakan saat Peringatan
Rasul kembali sebelum fajar menyingsing,
Membawa amanah yang tak ternilai harganya.
Bukan emas, bukan permata yang berkilau,
Melainkan shalat, tiang hidup manusia.
Lima waktu dititipkan dari langit tertinggi,
Sebagai jembatan antara hamba dan Ilahi.
Saat dahi menyentuh bumi yang fana,
Ruh terangkat mendekati singgasana-Nya.
Isra Miraj mengajarkan satu pesan abadi,
Siapa yang menjaga shalat, senantiasa Allah jaga hidupnya.
Di tengah duka dan luka yang menganga,
Saat dunia menolak dan batu menyapa darah,
Allah memanggil hamba-Nya tercinta,
Menguatkan jiwa yang hampir lelah.
Isra Miraj adalah pelukan langit,
Untuk Nabi yang diuji tanpa henti.
Mengajarkan bahwa di balik kesedihan terdalam,
Selalu ada pertolongan yang datang diam-diam.
Malam itu bukan sekadar perjalanan,
Melainkan jawaban atas kesabaran.
Baca juga: Pertanyaan tentang Isra Miraj yang Jarang Dibahas dalam Sejarah Islam
Jika Nabi naik menembus tujuh langit,
Maka umatnya naik lewat shalat yang khusyuk.
Jika Nabi bertemu Rabb-Nya di Sidratul Muntaha,
Maka kita bertemu-Nya dalam doa yang jujur.
Isra Miraj bukan hanya sejarah yang dikenang,
Ia adalah panggilan untuk hidup lebih terang.
Setiap sujud adalah mi’raj kecil,
Setiap doa adalah langkah menuju-Nya.
Puisi-puisi tentang Isra Miraj tidak hanya merangkai kata indah, tetapi juga menjadi media dakwah yang lembut dan mendalam.
Melalui puisi, pesan tentang iman, shalat, kesabaran, dan cinta kepada Allah dapat disampaikan dengan cara yang menyentuh hati, terutama bagi generasi muda.
Semoga contoh puisi ini dapat menjadi inspirasi untuk menumbuhkan kecintaan pada peristiwa agung Isra Miraj dan menghidupkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang