KOMPAS.com- Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa petugas haji harus memahami rentang komando serta kinerja lintas tugas dan fungsi (tusi).
Hal itu diungkapkan oleh Dahnil saat memantau Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447/2026.
Adapun memasuki pekan kedua diklat pelatihan difokuskan pada kelas tugas dan fungsi (fusi). Antara lain terdiri dari tusi akomodasi, transportasi, konsumsi, media center haji, lindungan jemaah, serta kesehatan.
"Yang paling krusial itu nanti di Armuzna. Arafah, Mudzalifah, dan Mina. Nah harus dipastikan semuanya bekerja di bawah satu komando," kata Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (19/1/2026).
Baca juga: 6 Calon Petugas Haji Dipulangkan, Wamenhaj: Tidak Jujur soal Kesehatan Sejak Seleksi
Itulah mengapa, lanjut dia, pelatihan semi militer penting bagi petugas haji.
"Selain memang kerja fisik yang sangat berar, juga ada kewajiban untuk memahami rentang komando dan bekerja di satu tim yang solid," katanya.
Dahnil juga meminta petugas haji memahami seluk beluk kinerja tusinya dan juga tusi lain. Pemahaman tersebut akan berguna dalam menunjang tugas pelayanan jamaah di Tanah Suci.
Baca juga: Petugas Haji 2026 Digembleng Pelatihan Bahasa Arab
Dia pun menekankan sejumlah potensi persoalan masing-masing tusi yang harus menjadi perhatian.
"Misalnya konsumsi ya, katering. Kan isu terkait dengan makanan yang tidak layak, itu harus jadi perhatian teman-teman. Kemudian misalnya akomodasi terkait dengan hotel dan sebagainya itu juga harus menjadi perhatian teman-teman," papar dia.
Diklat petugas haji 2026 dilakukan selama 20 hari sejak tanggal 10 Januari 2026 hingga 30 Januari 2026. Diklat dilaksanakan dengan konsep semi-militer.
Selain pelatihan baris-berbaris, calon petugas haji juga mendapatkan pelatihan bahasa Arab dan materi-materi terkait pelayanan jamaah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang