Editor
KOMPAS.com-Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree melalui program Split-Site Master Program Cohort-10.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Puspenma dengan Australia Awards Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.
Calon penerima beasiswa terpilih akan menjalani pendidikan magister selama dua tahun di dua negara.
Baca juga: Kemenag Buka Seleksi Nasional Madrasah Unggulan 2026/2027, Ini Jadwal dan Kuotanya
Satu tahun pertama ditempuh pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Satu tahun berikutnya dilaksanakan pada program Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) di University of Canberra, Australia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan beasiswa double degree ini merupakan pengembangan skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang didukung melalui mekanisme co-funding LPDP.
Menurut Kamaruddin, program ini menjadi bentuk komitmen strategis pemerintah dalam memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan mutu akademik, dan mendorong pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan.
“Program Beasiswa Master Gelar Ganda merupakan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia,” ujar Kamaruddin di Jakarta, Jumat (23/1/2026), dilansir dari laman Kemenag.
Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan universitas-universitas ternama di Australia, termasuk University of Canberra, diharapkan mampu melahirkan cendekiawan dan profesional pendidikan yang memiliki jejaring global.
Kamaruddin juga mengajak keluarga besar Kementerian Agama untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa bergengsi ini sebagai sarana pengembangan karier dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan.
“Beasiswa S2 Double Degree sangat strategis untuk mengembangkan karier sekaligus memperkuat kualitas lembaga pendidikan keagamaan,” katanya.
Baca juga: PBNU–Baznas Buka Beasiswa NU Scholarship 2025
Kepala Puspenma Ruchman Basori menjelaskan bahwa beasiswa ini diperuntukkan bagi keluarga besar Kementerian Agama.
Sasaran penerima meliputi guru, ustadz, kyai, tenaga kependidikan pada lembaga pendidikan dasar dan menengah keagamaan, dosen, alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), serta pegawai Kementerian Agama.
Ruchman mendorong civitas academica di bawah Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Pusat Konghucu, serta Ditjen Pendidikan Islam untuk mempersiapkan diri secara optimal.
Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya kaderisasi guru dan dosen Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan keagamaan.
Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026 melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id.
Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes bakat skolastik, wawancara oleh Kementerian Agama, serta seleksi lanjutan oleh Australia Awards Indonesia.
Seleksi lanjutan tersebut mencakup tes IELTS dan wawancara khusus.
Adapun persyaratan utama beasiswa ini mencakup status sebagai tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai Kementerian Agama, atau alumni PTK.
Batas usia pendaftar ditetapkan maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026.
Pelamar wajib memiliki ijazah S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan IPK minimal 3,00 pada skala 4,00.
Pendaftar belum pernah atau tidak sedang menempuh pendidikan magister.
Baca juga: Tak Hanya Laki-laki, Ribuan Mahasiswi Kini Bisa Raih Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag
Kemampuan bahasa Inggris dibuktikan dengan skor IELTS minimal 6,0 atau TOEFL ITP minimal 500.
Pelamar juga diwajibkan melampirkan surat rekomendasi dari instansi terkait atau akademisi dan tokoh masyarakat.
Syarat lainnya meliputi penulisan personal statement atau motivation essay serta penyusunan rencana studi.
Calon penerima beasiswa tidak sedang menerima pembiayaan pendidikan dari sumber lain dan tidak mendaftar sebagai ASN selama proses maupun masa beasiswa.
Pendaftar juga harus menyetujui pernyataan komitmen dan integritas dalam aplikasi pendaftaran.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang