Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amalan Bulan Syaban: Waktu Mustajab Sebelum Berbuka Puasa

Kompas.com, 24 Januari 2026, 11:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang waktu magrib di hari Nisfu Syaban, suasana spiritual umat Islam terasa lebih khidmat.

Tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, momen menjelang berbuka puasa diyakini sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa dan memperbanyak amal saleh.

Dalam tradisi keislaman, Nisfu Syaban dipandang sebagai malam penuh rahmat, pengampunan, dan penetapan takdir tahunan.

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam menghidupkan hari dan malamnya dengan ibadah, terutama menjelang berbuka puasa sunnah.

Baca juga: Simak Tradisi Warga Makkah Hidupkan Malam Nisfu Syaban

Nisfu Syaban dan Keutamaannya dalam Islam

Secara bahasa, Nisfu berarti pertengahan, sedangkan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban merujuk pada malam tanggal 15 Syaban.

Dalam buku Keagungan Rajab dan Syaban karya Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobari dijelaskan bahwa malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam pengampunan, di mana Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya bagi hamba yang bertaubat dan memohon ampunan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini diperkuat oleh sejumlah riwayat yang menyebutkan bahwa pada malam tersebut Allah mengampuni dosa hamba-Nya kecuali orang yang masih menyimpan permusuhan dan kesyirikan.

Baca juga: Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Syaban? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad untuk yang Punya Utang Puasa

Waktu Mustajab Sebelum Berbuka Puasa

Salah satu keutamaan terbesar menjelang berbuka puasa adalah statusnya sebagai waktu mustajab doa. Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tsalātsatun lā turaddu da‘watuhum: ash-shāimu hīna yuftiru, wal imāmul ‘ādil, wa da‘watul mazhlūm.

Artinya: “Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi)

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan bahwa menjelang berbuka merupakan kondisi spiritual terbaik karena seseorang berada dalam keadaan rendah hati, lapar, dan penuh ketergantungan kepada Allah.

Memperbanyak Doa: Momentum Memohon Ampunan

Doa menjadi amalan utama yang dianjurkan sebelum berbuka puasa Nisfu Syaban. Umat Islam dianjurkan memohon ampunan dosa, keberkahan hidup, rezeki halal, kesehatan, serta perlindungan iman menjelang Ramadan.

Dalam buku Adab al-Du’a karya Imam Al-Ghazali diterangkan bahwa doa yang dilakukan pada waktu-waktu khusus seperti menjelang berbuka puasa memiliki peluang besar untuk dikabulkan karena bertepatan dengan kondisi hati yang lembut dan khusyuk.

Baca juga: Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat

Istighfar, Jalan Pembuka Ampunan Allah

Selain berdoa, memperbanyak istighfar menjadi amalan penting menjelang berbuka. Allah SWT berfirman:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ:

Wa bil-ashhāri hum yastaghfirūn.

Artinya: “Dan pada waktu sahur mereka memohon ampunan kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 18)

Dalam tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaily dijelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keutamaan waktu-waktu transisi ibadah, termasuk menjelang berbuka puasa, sebagai momentum terbaik untuk memperbanyak istighfar.

Di hari Nisfu Syaban yang diyakini sebagai malam penghapusan catatan dosa, istighfar menjadi kunci utama pembersihan hati.

Baca juga: Malam Nisfu Syaban 2026: Tanggal, Amalan, Keutamaan dan Dalilnya

Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an sebelum berbuka juga dianjurkan untuk mengisi waktu menunggu magrib dengan amal bernilai tinggi. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ

Man qara’a harfan min kitābillāh falahū bihī hasanah.

Artinya: “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan.” (HR. Tirmidzi)

Dalam buku Fiqh Keutamaan karya Yusuf al-Qaradawi disebutkan bahwa membaca Al-Qur’an pada waktu mustajab seperti menjelang berbuka akan memperbesar nilai pahala sekaligus membersihkan jiwa.

Sebagian ulama juga menganjurkan membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Syaban sebagai bentuk pengharapan rahmat Allah.

Bersedekah Menjelang Berbuka

Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah bersedekah, khususnya memberi makan orang yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Mā naqashat shadaqatun min māl.

Artinya: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Dalam kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa memberi makanan berbuka puasa termasuk sedekah paling utama karena menggabungkan pahala puasa dan kepedulian sosial.

Sedekah di hari Nisfu Syaban juga menjadi bentuk persiapan spiritual menyambut Ramadan.

Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Catat Tanggalnya dan Amalan yang Dianjurkan

Memperbanyak Shalawat kepada Nabi

Shalawat menjadi amalan penutup yang dianjurkan sebelum berbuka puasa Nisfu Syaban. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ

Innallāha wa malā’ikatahu yuṣallūna ‘alan nabī.

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Dalam buku Dalilul Falihin karya Syekh Muhammad bin Allan disebutkan bahwa shalawat membuka pintu rahmat, melapangkan rezeki, dan menjadi sebab dikabulkannya doa.

Menghidupkan Detik Terakhir Sebelum Magrib

Menjelang berbuka puasa Nisfu Syaban bukan sekadar waktu menunggu azan. Ia adalah ruang spiritual yang penuh peluang pahala, pengampunan dosa, dan keberkahan hidup.

Dengan mengisi waktu tersebut dengan doa, istighfar, tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan shalawat, umat Islam dapat mengoptimalkan keutamaan Nisfu Syaban sekaligus mempersiapkan diri secara ruhani menyambut bulan Ramadan.

Bagi yang mampu memanfaatkannya, momen ini bisa menjadi titik balik spiritual untuk memulai lembaran hidup yang lebih bersih dan penuh keberkahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com