Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Ekstrem Landa Arab Saudi, Hujan dan Badai Petir Ancam Makkah hingga Madinah

Kompas.com, 25 Januari 2026, 08:03 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Pusat Nasional Meteorologi Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) mengeluarkan peringatan cuaca terkait potensi hujan disertai badai petir yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pada Sabtu.

Dalam pernyataan resminya yang dilansir dari Saudi Gazette, NCM menyebut hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah kegubernuran dan kota di Provinsi Makkah, termasuk Jeddah, Khulais, Al-Kamil, Rabigh, Adham, dan Bahrah.

Fenomena cuaca tersebut diperkirakan disertai angin aktif dan badai petir yang dapat berdampak pada menurunnya jarak pandang, munculnya hujan es, hingga risiko banjir bandang, terutama di wilayah rawan genangan.

Baca juga: Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara

NCM juga mengingatkan potensi gelombang laut tinggi di kawasan pesisir sebagai dampak dari kondisi cuaca ekstrem tersebut, dengan status peringatan berlaku hingga pukul 20.00 waktu setempat.

Dalam peringatan terpisah, pusat meteorologi Arab Saudi menyampaikan potensi hujan badai dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah lain, termasuk Madinah, Qassim, Hail, Tabuk, Al-Jouf, Wilayah Perbatasan Utara, Provinsi Timur, serta kawasan utara Provinsi Riyadh.

Hujan lebat di wilayah-wilayah tersebut berpotensi memicu banjir bandang dan hujan es, serta disertai angin kencang yang dapat mengangkat debu dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca juga: Gelombang Udara Dingin Landa Arab Saudi, Suhu Turun hingga Minus 1 Derajat

Sementara itu, laporan sebelumnya dari NCM menjelaskan bahwa angin permukaan di Laut Merah diperkirakan bertiup dari arah barat daya hingga barat laut di wilayah utara dan tengah, serta dari tenggara hingga barat daya di wilayah selatan.

Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 20 hingga 40 kilometer per jam, dan dapat meningkat hingga 50 kilometer per jam seiring terbentuknya awan badai.

Kondisi tersebut diperkirakan memengaruhi tinggi gelombang laut yang berkisar antara satu hingga dua meter, dan dapat meningkat hingga sekitar dua setengah meter di wilayah yang terdampak badai petir.

NCM menyebut kondisi laut secara umum berada pada kategori ringan hingga sedang, namun berpotensi menjadi ganas di beberapa bagian Laut Merah wilayah utara dan tengah.

Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan banjir, serta mengikuti pembaruan informasi cuaca dari otoritas resmi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com