Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal Ramadhan 2026: Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Kompas.com, 25 Januari 2026, 08:44 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai bersiap menyambut salah satu momen paling istimewa dalam kalender Islam.

Penentuan awal Ramadhan tahun ini menunjukkan adanya perbedaan tanggal antara pemerintah dan organisasi Islam Muhammadiyah, yang menjadi perhatian sekaligus berkah bagi umat untuk memperkuat ibadah dan persiapan spiritual.

Dua Tanggal Awal Ramadhan yang Diprediksi

1. Versi Pemerintah (Kementerian Agama RI)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memperkirakan bahwa 1 Ramadhan 1447 H akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag.

Baca juga: Persiapan Ramadhan dari Rumah hingga Hati, Sudahkah Anda Siap?

Namun, tanggal final tetap menunggu Sidang Isbat menjelang akhir bulan Sya’ban untuk memastikan posisi hilal secara hisab dan rukyat.

2. Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan melalui hisab hakiki dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) bahwa 1 Ramadhan 1447 H akan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.

Pendekatan ini memberikan kepastian awal bulan lebih awal tanpa menunggu observasi hilal secara fisik.

Perbedaan satu hari ini merupakan hal yang umum dalam kalender Islam karena perbedaan metode penentuan awal bulan, namun tetap berada dalam kaidah syariat dan semangat ukhuwah Islamiyah.

Makna dan Persiapan Menyambut Ramadhan

Bulan Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen memperkuat ketakwaan, ibadah, dan sosial.

Umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu menjelang Ramadhan untuk:

  • Memperbanyak doa dan dzikir, membersihkan hati menjelang ibadah utama.
  • Memperkuat ilmu agama melalui kajian dan pembelajaran Al-Qur’an.
  • Melatih diri melalui puasa sunnah di bulan Sya’ban.
  • Mempersiapkan hubungan sosial dan memperbanyak amal kebaikan.

Semangat Kebersamaan Umat

Meski ada perbedaan penanggalan antara pemerintah dan Muhammadiyah, kedua versi sama-sama mengingatkan umat untuk lebih fokus pada esensi Ramadhan: meningkatkan kualitas iman, memperkuat persaudaraan, serta membuka pintu kebajikan dan solidaritas.

Baca juga: Jelang Puasa Ramadhan, Ini Tradisi Ruwahan yang Masih Lestari

Perbedaan ini pun menjadi bagian dari dinamika Islam Indonesia yang kaya dan inklusif.

Dengan hitungan waktu yang semakin dekat menuju bulan suci, kini saatnya umat Islam memaksimalkan persiapan spiritual, sosial, dan budaya untuk menyambut Ramadhan 1447 H — bulan penuh rahmat, ampunan, dan berkah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Bunuh Hewan dalam Islam: Boleh, Tapi Ada Aturannya, Ini Kata MUI
Hukum Bunuh Hewan dalam Islam: Boleh, Tapi Ada Aturannya, Ini Kata MUI
Aktual
5 Doa Upacara Hari Kartini 2026 di Sekolah, Menyentuh dan Penuh Makna
5 Doa Upacara Hari Kartini 2026 di Sekolah, Menyentuh dan Penuh Makna
Doa dan Niat
Doa Belajar UTBK: Rahasia Cepat Paham dan Ingat Materi Lebih Lama
Doa Belajar UTBK: Rahasia Cepat Paham dan Ingat Materi Lebih Lama
Doa dan Niat
Rukun Haji Lengkap: Pengertian, Urutan, dan Tata Cara
Rukun Haji Lengkap: Pengertian, Urutan, dan Tata Cara
Doa dan Niat
Kebijakan Baru Arab Saudi, Sales Digaji Minimal Rp 23 Juta Per Bulan
Kebijakan Baru Arab Saudi, Sales Digaji Minimal Rp 23 Juta Per Bulan
Aktual
MUI Tawarkan Solusi Lebih Manusiawi atas Ikan Sapu, Jangan Dikubur Hidup-hidup
MUI Tawarkan Solusi Lebih Manusiawi atas Ikan Sapu, Jangan Dikubur Hidup-hidup
Aktual
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus dengan Teknologi Italia, Target Operasi 2028
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus dengan Teknologi Italia, Target Operasi 2028
Aktual
Cerita Haru Petugas Haji Pertama Injakkan Kaki di Tanah Suci, Siap Layani Jemaah
Cerita Haru Petugas Haji Pertama Injakkan Kaki di Tanah Suci, Siap Layani Jemaah
Aktual
Hadiri Halalbihalal IKA PMII, Cak Imin: PMII Harus Terus Naik Kelas
Hadiri Halalbihalal IKA PMII, Cak Imin: PMII Harus Terus Naik Kelas
Aktual
Ulama Ini Jelaskan Keutamaan Baca 70 Ribu Kali Zikir Fidak untuk Ahli Kubur
Ulama Ini Jelaskan Keutamaan Baca 70 Ribu Kali Zikir Fidak untuk Ahli Kubur
Aktual
Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits
Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits
Doa dan Niat
Doa-Doa Walimatussafar Haji Lengkap untuk Calon Jemaah, Keluarga, dan Tamu Undangan
Doa-Doa Walimatussafar Haji Lengkap untuk Calon Jemaah, Keluarga, dan Tamu Undangan
Doa dan Niat
Fakta Gua Safarwadi Tasikmalaya, Wisata Religi yang Disebut Punya Jalan Tembus ke Mekkah
Fakta Gua Safarwadi Tasikmalaya, Wisata Religi yang Disebut Punya Jalan Tembus ke Mekkah
Aktual
Mengenal Multazam di Masjidil Haram: Letak, Keutamaan, dan Tata Cara Berdoa yang Dianjurkan
Mengenal Multazam di Masjidil Haram: Letak, Keutamaan, dan Tata Cara Berdoa yang Dianjurkan
Aktual
423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026
423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com