Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Tetapkan Jadwal Puasa dan Lebaran 2026: Simak Tanggal Pentingnya

Kompas.com, 29 Januari 2026, 12:04 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Menjelang datangnya Ramadhan 1447 H/2026 M, Persyarikatan Muhammadiyah telah mengeluarkan jadwal penetapan awal puasa dan Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 2026 berdasar metode hisab hakiki dengan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). 

Menurut penetapan yang diumumkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 Hijriah dipastikan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini merujuk pada perhitungan astronomis yang menjadi prinsip penentuan tanggal ibadah dalam kalender organisasi tersebut. 

Baca juga: Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Muhammadiyah Se-Indonesia

Maklumat ini sekaligus menjadi acuan utama bagi umat Islam khususnya warga Muhammadiyah dalam memulai ibadah puasa Ramadhan 2026.

Dengan penetapan tersebut, Ramadan diperkirakan berlangsung selama 30 hari.

Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah

Selanjutnya, PP Muhammadiyah juga menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini berdasarkan hitungan hisab hakiki dan hasil ijtimak jelang Syawal 1447 H yang terjadi pada Kamis dini hari sebelum tanggal tersebut.

Artinya, umat Islam yang mengikuti kalender Muhammadiyah akan merayakan Lebaran sedikit lebih awal dibanding sebagian prediksi kalender pemerintah yang biasanya baru dirilis lewat sidang isbat Kementerian Agama. 

Mengapa Muhammadiyah Mengeluarkan Penetapan Sendiri?

Penetapan jadwal puasa dan Lebaran oleh Muhammadiyah bukan hal baru. Organisasi ini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dirancang untuk menerapkan satu sistem kalender Islam yang konsisten secara global melalui hisab hakiki wujudul hilal.

Pendekatan ini berbeda dengan metode hisab dan rukyat yang kadang digunakan pemerintah atau organisasi lain.

Tujuannya adalah untuk memberi kepastian tanggal ibadah kepada umat Islam lebih awal, sekaligus menghindari perbedaan penetapan yang sering terjadi akibat perbedaan metode hisab maupun pengamatan hilal.

Baca juga: Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Persiapan Menyambut Ramadhan dan Lebaran

Dengan diketahuinya tanggal awal puasa dan Lebaran versi Muhammadiyah lebih awal, umat Islam terutama di lingkungan Muhammadiyah pun bisa mulai mempersiapkan diri secara spiritual dan praktis.

Selain itu, penetapan awal puasa lebih awal juga membantu perencanaan ibadah, silaturahmi, mudik, dan berbagai kegiatan Ramadan hingga Lebaran 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com