Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hitung Mundur Lebaran 2026: Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Tanggal Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Kompas.com, 8 Februari 2026, 08:15 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Mendekati pertengahan Februari 2026, pencarian tentang “berapa hari lagi puasa” dan “hitung mundur lebaran 2026” mulai ramai di mesin pencari.

Orangtua menyiapkan kebutuhan sekolah anak, pekerja mengatur cuti, pedagang mulai stok bahan pangan, dan keluarga perlahan menyusun rencana mudik.

Suasana khas menjelang Ramadhan terasa: kalender dilirik lebih sering, tanggal dilingkari, dan hitung mundur dimulai.

Tahun ini, perhatian publik tertuju pada penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah yang sudah lebih dulu diumumkan oleh Muhammadiyah.

Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan menetapkan awal puasa lewat sidang isbat seperti biasa. Perbedaan metode ini membuat masyarakat makin penasaran: Ramadhan 2026 berapa hari lagi? Lebaran Idul Fitri 2026 berapa hari lagi?

Baca juga: Link Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah untuk Berbagai Kota di Indonesia

Artikel ini membantu Anda menghitung mundur dengan acuan kalender yang sudah ada, sambil tetap menunggu keputusan resmi pemerintah.

Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi?

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal atau Kalender Hijriyah Global Tunggal.

Jika hari ini 8 Februari 2026, maka puasa Ramadhan 2026 tinggal 10 hari lagi.

Artinya, umat Islam sudah berada di pekan terakhir sebelum memasuki bulan suci. Inilah momen ketika percakapan di rumah dan kantor mulai dipenuhi kalimat:

“Sahur sebentar lagi ya…”

“Tarawih pertama kapan?”

“Sudah siap belum puasanya?”

Bagi banyak orang, fase 10 hari sebelum Ramadhan justru terasa paling emosional. Ada semangat, ada harap, sekaligus rasa rindu pada suasana yang hanya datang setahun sekali.

Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitungan Praktisnya

Dengan asumsi awal puasa 18 Februari 2026, maka hitung mundurnya sangat mudah:

  • 9 Februari: 9 hari lagi
  • 10 Februari: 8 hari lagi
  • 11 Februari: 7 hari lagi
  • 12 Februari: 6 hari lagi
  • 13 Februari: 5 hari lagi
  • 14 Februari: 4 hari lagi
  • 15 Februari: 3 hari lagi
  • 16 Februari: 2 hari lagi
  • 17 Februari: 1 hari lagi
  • 18 Februari: Puasa hari pertama

Pola hitung mundur ini yang membuat kata kunci “berapa hari lagi puasa 2026” melonjak tajam setiap mendekati Ramadhan.

Lebaran Idul Fitri 2026 Berapa Hari Lagi?

Jika Ramadhan dimulai 18 Februari dan berlangsung 30 hari, maka 1 Syawal 1447 H (Lebaran Idul Fitri) diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Dari tanggal 8 Februari 2026, maka Lebaran 2026 tinggal 39 hari lagi.

Namun demikian, tanggal ini masih berupa perkiraan berbasis hitungan 30 hari Ramadhan. Penetapan resmi 1 Syawal tetap menunggu sidang isbat pemerintah.

Baca juga: Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat

Karena bagi banyak keluarga Indonesia, Lebaran bukan sekadar hari raya, melainkan momen mudik, berkumpul, dan pulang ke kampung halaman.

Kenapa Banyak Orang Mulai Menghitung dari Sekarang?

Fenomena hitung mundur Ramadhan dan Lebaran bukan sekadar tren pencarian, tapi bagian dari budaya tahunan masyarakat Indonesia.

Beberapa alasan kenapa orang mulai menghitung hari jauh sebelum puasa:

1. Perencanaan mudik lebih awal (tiket, cuti, jadwal kerja)

2. Belanja kebutuhan Ramadhan dan Lebaran

3. Mengatur jadwal sekolah anak

4. Persiapan ibadah: target khatam Quran, sedekah, tarawih

5. Persiapan finansial THR dan zakat fitrah

Semakin dekat tanggalnya, semakin sering kalender dibuka.

Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Tapi Perubahan Ritme Hidup

Ketika orang mencari “ramadhan 2026 berapa hari lagi”, yang mereka tunggu sebenarnya bukan hanya menahan lapar dan haus.

Yang ditunggu adalah:

  • Suasana sahur dengan suara azan subuh
  • Tarawih pertama yang selalu ramai
  • Pasar takjil yang mulai bermunculan
  • Obrolan ringan setelah buka puasa
  • Rasa tenang yang sulit dijelaskan

Ramadhan mengubah ritme hidup satu negeri. Jam tidur berubah. Jadwal makan berubah. Bahkan suasana kota pun terasa berbeda.

Lebaran: Puncak Emosi Setelah 30 Hari

Jika puasa adalah perjalanan, maka Lebaran adalah garis finis yang penuh haru.

Itulah mengapa pencarian “berapa hari lagi lebaran” selalu meningkat lebih cepat dibanding pencarian tentang puasa.

Lebaran identik dengan:

  • Mudik dan macet panjang
  • Rumah yang kembali ramai
  • Maaf-maafan
  • Ketupat, opor, rendang
  • THR anak-anak
  • Baju baru
  • Foto keluarga
  • Lebaran adalah momen di mana orang dewasa kembali merasa seperti anak kecil.

Menunggu Sidang Isbat Pemerintah

Meski Muhammadiyah sudah menetapkan tanggal, masyarakat tetap menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama RI melalui sidang isbat.

Biasanya, keputusan pemerintah bisa sama atau berbeda satu hari, tergantung hasil rukyatul hilal.

Karena itu, tanggal 18 Februari dan 19 Maret saat ini masih menjadi acuan hitung mundur paling logis, sambil menunggu pengumuman resmi.

Hitung Mundur yang Bikin Hati Bergetar

Menariknya, semakin kecil angka hitung mundur, semakin besar rasa tidak sabar.

Dari: “Puasa masih lama” menjadi “Loh, tinggal seminggu lagi?” Lalu berubah menjadi “Besok sudah sahur…”

Dan tanpa terasa, malam tarawih pertama pun tiba.

Cara Sederhana Menyambut Ramadhan dari Sekarang

Karena puasa tinggal 10 hari lagi, banyak orang mulai melakukan persiapan kecil:

  • Mengurangi begadang
  • Membiasakan bangun lebih pagi
  • Mengatur pola makan
  • Mulai cicil belanja kebutuhan Ramadhan
  • Menyusun target ibadah

Persiapan mental justru lebih penting daripada persiapan fisik.

Ringkasan Hitung Mundur (Per 8 Februari 2026)

Momen Tanggal Perkiraan Hitung Mundur
1 Ramadhan 1447 H 18 Februari 2026 10 hari lagi
1 Syawal 1447 H (Lebaran) 19 Maret 2026 39 hari lagi

Tanggal bisa menyesuaikan hasil sidang isbat pemerintah.

Kenapa Hitung Mundur Ini Terasa Spesial?

Karena yang dihitung bukan hanya hari.

Yang dihitung adalah:

  • Kerinduan pada suasana Ramadhan
  • Harapan memperbaiki diri
  • Momen berkumpul dengan keluarga
  • Kesempatan mengulang kebiasaan baik

Dan itu semua datang setahun sekali.

Baca juga: Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya

Jadi ketika orang bertanya, “puasa berapa hari lagi?” atau *“lebaran berapa hari lagi 2026?”*, sebenarnya yang mereka rasakan adalah rindu.

Rindu pada bulan yang membuat hidup terasa lebih pelan, lebih hangat, dan lebih bermakna.

Dan kini, Ramadhan itu… tinggal 10 hari lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Model Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga: Inspirasi Outfit Serasi Ayah, Ibu, Anak yang Kompak dan Elegan
Model Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga: Inspirasi Outfit Serasi Ayah, Ibu, Anak yang Kompak dan Elegan
Aktual
MUI Apresiasi Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Desak Sanksi Berat untuk Pelaku
MUI Apresiasi Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Desak Sanksi Berat untuk Pelaku
Aktual
Ramadhan 2026: Puasa 29 atau 30 Hari? Ini Perkiraan Awal, Akhir, dan Durasi Ibadah
Ramadhan 2026: Puasa 29 atau 30 Hari? Ini Perkiraan Awal, Akhir, dan Durasi Ibadah
Aktual
Kemenag Usahakan Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK, Hampir 500.000 Guru Belum Tersertifikasi
Kemenag Usahakan Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK, Hampir 500.000 Guru Belum Tersertifikasi
Aktual
Warna Trend Baju Lebaran 2026: Scarlet, Mocca, Sage hingga Cloud Dancer yang Bikin Seragam Keluarga Makin Estetik
Warna Trend Baju Lebaran 2026: Scarlet, Mocca, Sage hingga Cloud Dancer yang Bikin Seragam Keluarga Makin Estetik
Aktual
Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Malang
Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Malang
Aktual
Hitung Mundur Lebaran 2026: Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Tanggal Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H
Hitung Mundur Lebaran 2026: Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Tanggal Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H
Aktual
Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Ini Hukum dan Doanya
Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Ini Hukum dan Doanya
Aktual
Jelang Ramadan 1447 H, Prabowo Doakan Indonesia Tetap Bersatu
Jelang Ramadan 1447 H, Prabowo Doakan Indonesia Tetap Bersatu
Aktual
Prabowo Kutip QS Ar Ra’d Ayat 11, Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
Prabowo Kutip QS Ar Ra’d Ayat 11, Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
Aktual
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Pekanbaru Minggu, 8 Februari 2026
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Pekanbaru Minggu, 8 Februari 2026
Aktual
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Medan Minggu, 8 Februari 2026
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Medan Minggu, 8 Februari 2026
Aktual
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Bandung Minggu, 8 Februari 2026
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Bandung Minggu, 8 Februari 2026
Aktual
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Jakarta Minggu, 8 Februari 2026
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Jakarta Minggu, 8 Februari 2026
Aktual
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Palembang Minggu, 8 Februari 2026
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Palembang Minggu, 8 Februari 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com