Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama menyiapkan rangkaian program Joyful Ramadhan untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan keagamaan yang berdampak pada penguatan spiritual, sosial, dan kebangsaan.
Program ini dirancang sebagai momentum strategis untuk mendekatkan umat Islam dengan ajaran agamanya sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah memandang momen ibadah bulan suci Ramadhan bukan hanya sebagai ibadah individual, tetapi juga ruang transformasi kolektif yang produktif dan inklusif.
Baca juga: Jelang Ramadhan 2026, Kemenag Latih Kreator dan Influencer Muda Soal Pengamatan Hilal
Dilansir dari Antara, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu menegaskan bahwa Ramadhan dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat hubungan umat dengan nilai-nilai keagamaan.
“Kita mengambil momentum untuk memacu bagaimana agar kedekatan antara umat dengan agamanya, khususnya umat Islam, dapat semakin terbukti,” ujar Ismail Cawidu di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurut Ismail, Ramadhan diposisikan sebagai ruang transformasi ritual, spiritual, sosial, dan kebangsaan, bukan semata-mata ibadah individual.
“Ramadhan memiliki makna ibadah yang menggembirakan, kebersamaan sosial, dan produktivitas keberagaman yang berdampak pada penguatan moderasi beragama, harmoni sosial, serta pelayanan publik keagamaan yang humanis,” kata dia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menjelaskan bahwa konsep Joyful Ramadhan menekankan ibadah yang dilaksanakan dengan rasa gembira karena mengandung nilai rahmah, ketenangan, dan optimisme.
Selain itu, Ramadhan juga dipandang sebagai ruang penguatan solidaritas, kepedulian, dan inklusivitas sosial melalui berbagai aktivitas edukatif dan solutif bagi masyarakat.
Dari sisi kelembagaan, Ramadhan menjadi momentum penting bagi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam untuk mengoptimalkan perannya melalui tiga fokus utama.
Ketiganya meliputi penguatan layanan keberagamaan, literasi keislaman yang mencerahkan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.
Dalam penguatan layanan keberagamaan, Bimas Islam mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat, Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai simpul pembinaan keluarga sakinah, serta penyuluh agama sebagai agen literasi keagamaan.
“Standar layanan selama Ramadhan mencakup bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, serta edukasi zakat, wakaf, dan filantropi,” ujar Abu Rokhmad.
Pada aspek literasi keislaman, dakwah Ramadhan diarahkan pada narasi yang ramah, moderat, dan menolak hoaks serta ekstremisme.
Konten dakwah digital Ramadhan dipantau agar disajikan secara bertanggung jawab dan selaras dengan koridor moderasi beragama.
“Seluruh konten dakwah digital Ramadhan dipantau agar disajikan secara bertanggung jawab dan sejalan dengan koridor moderasi beragama,” kata Abu Rokhmad.
Ia juga menyebutkan bahwa Bimas Islam mendorong kajian tematik Ramadhan yang mencakup isu keluarga, ekonomi, dan kebangsaan, serta memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, dan komunitas Islam.
Pada aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi, Ramadhan dimanfaatkan untuk optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif.
Program seperti bazar Ramadhan, gerakan berbagi, serta dukungan bagi UMKM berbasis masjid digalakkan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan spiritual dan material.
Abu Rokhmad berharap Joyful Ramadhan mampu memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan kualitas ibadah dan akhlak, menguatnya solidaritas sosial, hingga tumbuhnya ekonomi umat melalui filantropi produktif.
“Ramadhan juga berdampak pada penguatan moderasi dan harmoni kebangsaan, termasuk keterlibatan lintas agama dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Joyful Ramadhan mencerminkan kehadiran Kementerian Agama sebagai pelayan umat, penggerak harmoni, dan penjaga nilai-nilai keagamaan yang damai.
“Kami berharap Ramadhan melahirkan umat yang saleh secara spiritual, kuat secara sosial, dan berkontribusi nyata bagi bangsa Indonesia,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang