Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beras Haji Nusantara Siap Dikirim Awal Ramadhan, 2.280 Ton untuk 205 Ribu Jemaah

Kompas.com, 11 Februari 2026, 14:31 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan Beras Haji Nusantara mulai dikirim ke Arab Saudi pada awal Ramadhan, agar seluruh kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia sudah tersedia sebelum puncak musim haji.

Menteri pada Kementerian Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut kebutuhan beras untuk 205.420 orang—jemaah reguler dan petugas—mencapai 2.280 ton. Perhitungan ini disusun berdasarkan total frekuensi makan jemaah selama di Tanah Suci.

“Beras Nusantara diupayakan minggu awal Ramadhan sudah mulai kami kirim dengan harapan sebelum musim haji sudah sampai,” ujarnya di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (11/2/2026).

Hitungan Porsi yang Detail untuk Jemaah

Setiap jemaah akan menerima nasi 170 gram per kali makan, didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram, air mineral, dan pelengkap lain.

Baca juga: Aset Gedung Kantor Kemenag di Thamrin Resmi Beralih ke Kementerian Haji dan Umrah

Total frekuensi makan yang menjadi dasar kalkulasi:

  • 78 kali makan di Makkah
  • 27 kali makan di Madinah
  • 6 kali makan di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina)

Standar porsi ini disiapkan untuk menjaga kecukupan gizi, konsistensi rasa, sekaligus standarisasi menu jemaah Indonesia.

Lebih Hemat, Lebih Sesuai Selera Jemaah

Selama ini, dapur penyedia layanan konsumsi di Arab Saudi umumnya menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp16.824 per kg.

Lewat program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara bisa menyentuh Rp16.000 per kg saat tiba di dapur katering. Selain efisiensi, faktor preferensi rasa juga jadi pertimbangan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan jemaah Indonesia lebih cocok dengan karakter beras dalam negeri.

“Jemaah lebih suka beras kita, kan pulen. Jadi kita memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi,” katanya.

Bulog Dapat Penugasan Ekspor

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, memastikan proses ekspor akan difasilitasi melalui penugasan resmi kepada Perum Bulog.

“Badan Pangan Nasional akan menyiapkan surat penugasan kepada Bulog untuk melakukan ekspor beras haji tersebut,” ujarnya.

Langkah ini memanfaatkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang melimpah, sekaligus memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap mengandalkan produksi nasional.

Dari Indonesia ke Dapur Haji di Arab Saudi

Pengiriman beras langsung dari Indonesia bukan hanya soal logistik, tetapi juga strategi:

  • Efisiensi biaya konsumsi haji
  • Standarisasi kualitas dan rasa nasi jemaah
  • Pemanfaatan stok beras nasional
  • Penguatan rantai pasok pangan Indonesia hingga level internasional

Baca juga: Menhaj Inisiasi Program Beras Haji Nusantara untuk Jemaah di Tanah Suci

Dengan skema ini, nasi yang disantap jemaah Indonesia di Makkah, Madinah, hingga Armuzna, berasal dari sawah Nusantara.

Program Beras Haji Nusantara menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan konsumsi jemaah, agar lebih sesuai selera, lebih terstandar, dan lebih efisien secara anggaran—tanpa mengurangi kualitas layanan selama ibadah di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rp 522 Miliar Anggaran Belum Bisa Ditransfer, Kemenag Tunggu Kesiapan Kemenhaj
Rp 522 Miliar Anggaran Belum Bisa Ditransfer, Kemenag Tunggu Kesiapan Kemenhaj
Aktual
Ma’ruf Amin Ungkap Misi DSN MUI Kawal Muamalah Syariah
Ma’ruf Amin Ungkap Misi DSN MUI Kawal Muamalah Syariah
Aktual
Beras Haji Nusantara Siap Dikirim Awal Ramadhan, 2.280 Ton untuk 205 Ribu Jemaah
Beras Haji Nusantara Siap Dikirim Awal Ramadhan, 2.280 Ton untuk 205 Ribu Jemaah
Aktual
Fatwa Baru Disiapkan, DSN-MUI Respons Perkembangan Industri Syariah
Fatwa Baru Disiapkan, DSN-MUI Respons Perkembangan Industri Syariah
Aktual
MUI Ingatkan Risiko Politik dan Moral atas Rencana Kirim 8.000 Tentara ke Gaza
MUI Ingatkan Risiko Politik dan Moral atas Rencana Kirim 8.000 Tentara ke Gaza
Aktual
UMY Buka Mudik Gratis 2026 untuk Mahasiswa, Ini Jadwal, Syarat, dan Rutenya
UMY Buka Mudik Gratis 2026 untuk Mahasiswa, Ini Jadwal, Syarat, dan Rutenya
Aktual
Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka 12 Februari, Kuota Bus dan Kereta Ditambah
Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka 12 Februari, Kuota Bus dan Kereta Ditambah
Aktual
Prabowo Siapkan Lahan 4000 Meter di Bundaran HI, MUI Tegaskan Hanya Hak Pakai
Prabowo Siapkan Lahan 4000 Meter di Bundaran HI, MUI Tegaskan Hanya Hak Pakai
Aktual
Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Tren Baju Lebaran Pria 2026: Ide Outfit Supaya Tampil Gaya dan Sopan
Tren Baju Lebaran Pria 2026: Ide Outfit Supaya Tampil Gaya dan Sopan
Aktual
Lebaran 2026 Resmi WFA 5 Hari: Ini Jadwalnya dan Bisa Mudik Lebih Awal
Lebaran 2026 Resmi WFA 5 Hari: Ini Jadwalnya dan Bisa Mudik Lebih Awal
Aktual
Mudik Gratis 2026: Cara Dapat Tiket Bus, Kereta, dan Kapal Tanpa Bayar
Mudik Gratis 2026: Cara Dapat Tiket Bus, Kereta, dan Kapal Tanpa Bayar
Aktual
Sholat Dhuha: Waktu, Jumlah Rakaat, Niat, Tata Cara, dan Bacaan Dzikirnya
Sholat Dhuha: Waktu, Jumlah Rakaat, Niat, Tata Cara, dan Bacaan Dzikirnya
Doa dan Niat
'War' Tiket Mudik Gratis Jabar 2026 Dimulai, Simak Rute dan Cara Daftar via Sapawarga
"War" Tiket Mudik Gratis Jabar 2026 Dimulai, Simak Rute dan Cara Daftar via Sapawarga
Aktual
Ramadhan 2026 Makin Dekat! Promo Mudik Gratis, Diskon Tiket 30%, hingga Paket Bukber Hotel Mulai Rp 101 Ribu
Ramadhan 2026 Makin Dekat! Promo Mudik Gratis, Diskon Tiket 30%, hingga Paket Bukber Hotel Mulai Rp 101 Ribu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com