Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gamis Rompi Lepas Jadi Incaran karena Bisa 2 Gaya dalam 1 Baju

Kompas.com, 14 Februari 2026, 10:03 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Tren busana Lebaran 2026 mulai bermunculan di media sosial. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah model gamis dengan rompi lepas-pasang yang disebut-sebut sebagai konsep busana 2-in-1 paling praktis tahun ini.

Model ini menawarkan dua tampilan berbeda hanya dalam satu set baju. Tak heran jika banyak perempuan menjadikannya pilihan utama untuk berbagai agenda silaturahmi saat Hari Raya.

Bisa Formal, Bisa Minimalis

Keunggulan utama gamis rompi lepas ada pada fleksibilitasnya. Saat rompi dikenakan, tampilan terlihat lebih formal dan bertekstur.

Baca juga: Intip Gamis Lebaran 2026 Terbaru: Dari Tren Rompi Lepas hingga Gamis Bini Orang yang Viral

Namun begitu rompi dilepas, gaya langsung berubah menjadi lebih simpel dan minimalis.

Konsep ini dinilai sangat efisien, terutama bagi yang memiliki jadwal kunjungan keluarga dari pagi hingga malam. Cukup satu baju, tetapi tetap tampil berbeda.

Gamis Rompi Lepas untuk Lebaran 2026.Ilustrasi dibuat AI Gamis Rompi Lepas untuk Lebaran 2026.

Kesan Layering Modern Tanpa Gerah

Model ini juga menghadirkan kesan layering atau berlapis yang modern. Bedanya, rompi biasanya dibuat lebih pendek dan ringan sehingga tidak terasa berat atau panas saat dipakai seharian.

Desain seperti ini membuat pemakainya tetap nyaman meski harus berpindah-pindah tempat saat Lebaran.

Viral karena Media Sosial

Tren gamis rompi lepas makin populer setelah banyak video singkat di TikTok dan Instagram menampilkan transformasi gaya sebelum dan sesudah rompi dilepas.

Dalam beberapa video, ibu-ibu tampil elegan dengan gaya dewasa dan anggun. Efek “wow” dari perubahan tampilan inilah yang membuat model ini cepat viral.

Identik dengan Tren “Gamis Bini Orang”

Menariknya, model ini kerap dikaitkan dengan tren “Gamis Bini Orang” yang juga ramai dibicarakan. Meski namanya unik, gaya yang diusung justru elegan, dewasa, dan berkelas.

Estetika yang clean namun tetap berkarakter membuatnya cocok dipakai berbagai usia, mulai dari remaja hingga ibu-ibu.

Harga Ramah di Kantong

Meski terlihat mewah dan multifungsi, harga gamis rompi lepas tergolong terjangkau. Di pasaran, model ini dijual mulai dari Rp125.000 hingga Rp300.000, tergantung bahan dan detail desainnya.

Baca juga: Inspirasi Model Baju Gamis Bini Orang dari Bahan Pilihan yang Elegan

Dengan harga tersebut, pembeli seolah mendapatkan dua outfit dalam satu pembelian—alasan lain mengapa model ini begitu diminati.

Lebaran memang selalu identik dengan busana baru. Tahun 2026, gamis rompi lepas tampaknya siap menjadi primadona karena memadukan gaya, kenyamanan, dan efisiensi.

Anda tertarik menjadikannya seragam keluarga, atau tetap memilih gaya minimalis klasik untuk Hari Raya nanti?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
Aktual
Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp 1,77 Triliun, Kemenhaj Gandeng Kejagung Cari Solusi
Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp 1,77 Triliun, Kemenhaj Gandeng Kejagung Cari Solusi
Aktual
12 Bulan Hijriah: Urutan, Makna, dan Bulan Haram dalam Islam
12 Bulan Hijriah: Urutan, Makna, dan Bulan Haram dalam Islam
Aktual
Setelah Lebaran, Kenapa Orang Tiba-tiba Depresi? Ini Penjelasannya
Setelah Lebaran, Kenapa Orang Tiba-tiba Depresi? Ini Penjelasannya
Aktual
10 Muharram Hari Asyura: Sejarah, Puasa, dan Keutamaannya
10 Muharram Hari Asyura: Sejarah, Puasa, dan Keutamaannya
Aktual
Dari Museum ke Bahasa, Indonesia-Arab Saudi Perkuat Diplomasi Budaya
Dari Museum ke Bahasa, Indonesia-Arab Saudi Perkuat Diplomasi Budaya
Aktual
Makna Idul Adha Menurut Al-Qur’an: Jejak Ketakwaan, Pengorbanan, dan Kepedulian Sosial
Makna Idul Adha Menurut Al-Qur’an: Jejak Ketakwaan, Pengorbanan, dan Kepedulian Sosial
Aktual
Simak 6 Rukun Haji, Syarat Utama Agar Ibadah Haji Sah
Simak 6 Rukun Haji, Syarat Utama Agar Ibadah Haji Sah
Aktual
Kejeniusan Salman Al-Farisi dari Persia di Balik Strategi Parit Perang Khandaq
Kejeniusan Salman Al-Farisi dari Persia di Balik Strategi Parit Perang Khandaq
Aktual
Negara Adidaya Pertama Dunia Lahir di Iran dengan Raja Cyrus Agung
Negara Adidaya Pertama Dunia Lahir di Iran dengan Raja Cyrus Agung
Aktual
Panduan Lengkap Membagikan Daging Kurban Sesuai Syariat, Simak Aturan dan Larangannya
Panduan Lengkap Membagikan Daging Kurban Sesuai Syariat, Simak Aturan dan Larangannya
Aktual
Idul Adha 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur dan Jadwal Lengkapnya
Idul Adha 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur dan Jadwal Lengkapnya
Aktual
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Terapkan Izin Masuk Makkah Secara Online, Begini Caranya
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Terapkan Izin Masuk Makkah Secara Online, Begini Caranya
Aktual
Tata Cara Wudhu Lengkap: Niat, Rukun, Sunnah dan Doa agar Shalat Sah
Tata Cara Wudhu Lengkap: Niat, Rukun, Sunnah dan Doa agar Shalat Sah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com