Editor
KOMPAS.com - Malam Nuzulul Quran menjadi salah satu momen penting dalam bulan Ramadhan yang dinantikan umat Islam.
Peringatan Nuzulul Quran jatuh pada 17 Ramadhan. Tahun ini, Nuzulul Quran bertepatan dengan 7 Maret 2026, sehingga malam Nuzulul Quran berlangsung pada 6 Maret 2026.
Peristiwa ini menandai turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
Karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
Dilansir dari Antara, alam Surah Al-Baqarah ayat 185 dijelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang benar dan yang batil.
Oleh karena itu, malam Nuzulul Quran diyakini sebagai malam penuh keberkahan yang dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Baca juga: Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Terkait Peristiwa Turunnya Al-Quran di Bulan Ramadhan
Nuzulul Quran merupakan momen istimewa yang hanya terjadi di bulan Ramadhan. Karena itu, umat Islam dianjurkan mengisi malam tersebut dengan berbagai amalan ibadah.
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan saat malam Nuzulul Quran.
Membaca Al-Quran menjadi amalan utama yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Selain menambah pahala, membaca Al-Quran juga membantu umat Islam memahami pedoman hidup yang terkandung dalam kitab suci tersebut.
Amalan membaca Al-Quran juga berkaitan dengan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam kitab Al-Adzkar dijelaskan bahwa Malaikat Jibril memerintahkan Rasulullah SAW untuk membaca Al-Quran.
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran, turunlah Jibril as ke hadapan Rasulullah SAW dan memerintahkan beliau membaca Al-Quran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam."
I’tikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah melalui i’tikaf.
Selama menjalankan i’tikaf, seseorang dapat mengisi waktunya dengan shalat, berdzikir, membaca Al-Quran, serta merenungkan makna ayat-ayat Al-Quran.
I’tikaf di bulan Ramadhan juga diyakini memiliki banyak keutamaan, termasuk pahala yang dilipatgandakan.
Shalat malam menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Beberapa shalat sunnah yang dapat dikerjakan antara lain shalat tahajud, ba’diyah isya’, shalat witir, maupun shalat hajat.
Shalat sunnah yang dikerjakan pada malam tersebut diyakini memiliki pahala yang besar. Selain itu, malam ini juga dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Malam Nuzulul Quran juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa. Umat Islam dapat memohon berbagai kebaikan, termasuk keberkahan hidup, ampunan dosa, serta petunjuk dari Allah SWT.
Salah satu doa yang dapat diamalkan pada malam Nuzulul Quran adalah sebagai berikut.
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Allahumarhamni bil qur’an. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohman. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimni minhu maa jahiltu. Warzuqnii tilawatahu aana allaili wa athrofannahar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.
Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam”.
Sedekah juga menjadi amalan yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Memberikan bantuan kepada sesama, baik berupa uang maupun makanan, dapat menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus ibadah yang mendatangkan pahala.
Selain membantu orang lain, sedekah diyakini dapat mendatangkan keberkahan, menghapus dosa, serta melipatgandakan pahala bagi orang yang melakukannya.
Malam Nuzulul Quran memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena berkaitan dengan peristiwa turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi awal diturunkannya Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Nuzulul Quran juga menjadi bagian dari proses turunnya Al-Quran secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Wahyu tersebut tidak diturunkan sekaligus, melainkan berlangsung secara berangsur-angsur dalam kurun waktu tertentu.
Peristiwa turunnya wahyu pertama terjadi di Gua Hira, sebuah gua yang berada di sekitar Kota Makkah. Tempat ini dikenal sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW sering beribadah dan menyendiri untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Pada tahun 610 Masehi atau tepatnya pada 17 Ramadhan, Malaikat Jibril datang menemui Nabi Muhammad SAW. Saat itu Jibril memeluk Rasulullah SAW dan menyampaikan wahyu pertama dari Allah SWT.
Wahyu yang pertama kali diturunkan adalah lima ayat dari Surah Al-‘Alaq.
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1-5).
Pada saat menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW tidak dapat membaca dan belum sepenuhnya memahami peristiwa yang dialaminya. Rasulullah SAW pun merasa ketakutan karena pengalaman itu merupakan sesuatu yang belum pernah beliau alami sebelumnya.
Rasulullah SAW kemudian segera pulang ke rumah. Setibanya di rumah, beliau meminta untuk diselimuti dan ditemani oleh istri pertamanya, Khadijah binti Khuwailid.
Khadijah kemudian membawa Nabi Muhammad SAW menemui Waraqah bin Naufal, sepupu Khadijah yang dikenal memahami kitab-kitab suci sebelumnya, seperti ajaran Yahudi dan Kristen.
Waraqah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah bertemu Malaikat Jibril dan menerima wahyu dari Allah SWT. Ia juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW telah diangkat menjadi seorang nabi dan rasul.
Setelah turunnya wahyu pertama tersebut, Al-Quran terus diturunkan secara bertahap selama sekitar 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Wahyu terakhir yang diturunkan adalah Surah Al-Maidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada musim haji terakhir, setelah azan Ashar pada hari Jumat, ketika Rasulullah SAW berada di Padang Arafah dan sedang menaiki unta.
Seluruh wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW kemudian disusun menjadi 114 surah yang dikenal sebagai Al-Quran. Kitab suci ini menjadi pedoman hidup bagi umat Islam hingga saat ini.
Peristiwa Nuzulul Quran juga menjadi pengingat bagi umat Islam tentang kebesaran Allah SWT serta pentingnya menjalankan perintah-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada masa Rasulullah SAW, beliau menghadapi berbagai tantangan dalam menyebarkan ajaran Islam. Namun dengan berpegang pada Al-Quran, Rasulullah SAW tetap sabar dan teguh dalam berdakwah.
Turunnya Al-Quran secara bertahap juga memudahkan umat Islam untuk memahami, menghafal, serta mengamalkan ajaran Islam.
Dengan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, umat Islam diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan sesuai dengan tuntunan agama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang