Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TNI AL Siapkan Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan Kapal Perang, Pemudik Bisa Bawa Motor

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:58 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-TNI Angkatan Laut (AL) menyiapkan dua kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk program mudik gratis Lebaran 1447 H/2026.

Program ini memungkinkan masyarakat mengikuti mudik gratis sekaligus membawa sepeda motor selama perjalanan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan rencana tersebut saat membuka kegiatan Pesantren Ramadhan Kilat di KRI SMG-594.

Program mudik gratis ini disiapkan untuk membantu masyarakat yang ingin pulang kampung dengan transportasi laut yang aman.

Baca juga: Cari Masjid Saat Mudik Lebaran Kini Lebih Mudah, Kemenag Sarankan Gunakan Pusaka Super Apps

Dua Kapal Perang Disiapkan untuk Mudik Gratis

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan TNI AL telah menyiapkan dua kapal perang untuk mendukung pelaksanaan program mudik gratis tahun ini.

"Mudik gratis kita akan siapkan dua kapal, nanti pemudik bisa membawa kendaraan, terutama pemudik motor bisa kita angkut," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Rabu (11/3/2026), dilansir dari laman MUI.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, khususnya pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Rute Mudik Gratis Jakarta-Semarang-Surabaya

Menurut Muhammad Ali, rute mudik gratis yang direncanakan meliputi Jakarta, Semarang, dan Surabaya, baik untuk arus mudik maupun arus balik.

TNI AL juga menerima permintaan masyarakat agar rute perjalanan mudik gratis dapat diperluas hingga Bangka Belitung.

"Kemungkinan kita akan penuhi Jakarta-Bangka Belitung dan arus balik Bangka Belitung-Jakarta. Kapalnya sejenis ini (KRI SMG-594). Nanti akan diumumkan melalui media sosial," ujarnya.

Baca juga: Mudik Lebaran Aman: 8 Obat yang Wajib Dibawa dan Bacaan Doa Safar

TNI AL Tetap Lakukan Patroli Laut

Selain menyiapkan program mudik gratis, TNI AL juga memastikan bahwa patroli laut tetap dilakukan secara intensif, terutama di wilayah perbatasan.

Patroli ini penting untuk mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran di laut, termasuk aktivitas penyelundupan yang kerap terjadi di kawasan perbatasan.

Pesantren Ramadhan Kilat di KRI SMG-594

Pernyataan KSAL disampaikan setelah membuka kegiatan Pesantren Ramadhan Kilat di atas kapal perang KRI SMG-594.

Kegiatan bertajuk “Membangun Generasi Muda yang Berakhlak Mulia” ini diselenggarakan pada 11–13 Maret 2026 dan diikuti oleh 400 peserta.

Acara tersebut digelar bekerja sama dengan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pembukaan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di KRI SMG-594 juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh.

Di antaranya Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S Aldedharma, Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Kadisbintal) TNI AL Laksamana Pertama Harun Arrasyid, Ketua MUI Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani, serta Ketua Komisi Dakwah MUI KH Saeful Bahri.

Melalui program mudik gratis ini, TNI AL berharap dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman selama momentum Lebaran 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com