Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PCNU Banyuwangi Gelar Silaturahmi Akbar Ramadhan, 1.300 Warga NU Siap “Tandang Bareng”

Kompas.com, 16 Maret 2026, 16:08 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Jawa Timur akan menggelar agenda bertajuk Silaturahim Akbar dan Buka Puasa Bersama pada Jumat (13/3/2026) di Kantor PCNU Banyuwangi.

Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Achmad Turmudzi, mengatakan kegiatan yang rencananya akan diikuti 1.300 orang tersebut dirancang sebagai ajang konsolidasi spiritual dan organisasi di tengah kekhidmatan bulan Ramadhan.

Panitia mengusung tema sentral “Tandang Bareng, Merajut Harmoni” yang dipilih sebagai refleksi mendalam atas semangat kolektif warga Nahdliyin di Bumi Blambangan untuk bergerak bersama dalam satu barisan yang selaras.

Baca juga: PCNU Tasikmalaya Peringati 100 Tahun, Tegaskan Semangat Abad Kedua

Ia juga menegaskan bahwa momentum tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk penguatan fondasi organisasi.

"Melalui semangat 'Tandang Bareng', kita ingin mengonsolidasikan seluruh potensi yang ada. PCNU Banyuwangi harus hadir sebagai perekat (merajut) di tengah keberagaman, memastikan harmoni tetap terjaga baik di internal organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat di Banyuwangi," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan ini menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan zaman, yaitu jika struktur NU dari tingkat cabang hingga ranting sudah satu frekuensi dan harmonis, maka pengabdian kita kepada umat akan jauh lebih berdampak dan nyata.

Ketua Panitia Pelaksana, Junaedi menjelaskan bahwa pemilihan tema juga didasari kesadaran bahwa NU adalah rumah besar yang harus dijaga oleh seluruh penghuninya secara gotong royong.

Ia menekankan bahwa kehadiran berbagai tokoh dari latar belakang berbeda merupakan bukti nyata dari implementasi tema "Merajut Harmoni".

"NU adalah rumah besar yang terbuka untuk berdialog dengan siapa saja demi kemaslahatan umat," ujar pria yang akrab disapa Pak Jo itu.

Baca juga: Okupansi Hotel Tembus 90 Persen Saat Mujahadah Kubro 1 Abad NU Malang

Ia mengatakan, kehadiran Forkopimda, rekan-rekan legislatif, lintas partai, hingga organisasi kepemudaan menunjukkan bahwa semangat 'Tandang Bareng' adalah energi untuk membangun Banyuwangi secara bersama-sama.

"Kekuatan utama kita terletak pada kebersamaan. Jika seluruh elemen, mulai dari struktur NU hingga pemerintah dan partai politik bisa harmonis, maka pelayanan terhadap masyarakat akan jauh lebih maksimal," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com