Editor
KOMPAS.com – Di tengah suasana mendung pagi Idulfitri, ada pemandangan hangat yang tak biasa di Masjid Jami Ba'alawi.
Usai Shalat Id, masyarakat tak hanya bersalaman, tetapi juga melaksanakan ritual sakral bernama “Injak Bumi”—sebuah tradisi turun-temurun yang menyentuh hati.
Bagi warga Kota Jambi, khususnya di kawasan Jambi Seberang, Lebaran bukan sekadar momen silaturahmi.
Baca juga: Festival Tumbilotohe, Tradisi Menjemput Malam Lailatul Qadar di Manado
Ada nilai budaya dan spiritual yang terus dijaga, salah satunya melalui ritual yang diperuntukkan bagi bayi yang sedang belajar berjalan.
Dalam prosesi ini, para orang tua menyerahkan bayi mereka kepada tokoh agama yang telah berkumpul di halaman masjid.
Tanpa banyak kata, para tokoh agama mengusap tubuh sang bayi sambil melantunkan doa lirih, lalu mengusap kepala mereka dengan penuh kelembutan.
Selanjutnya, bayi tersebut diturunkan sejenak ke tanah—simbol pertama kali menginjak bumi dengan doa dan harapan—sebelum kembali dipeluk orang tuanya.
Suasana pun semakin meriah ketika ritual selesai. Orang tua menaburkan bunga dan uang logam ke udara, yang langsung disambut riang oleh anak-anak kecil yang sudah menunggu sejak tadi.
Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi sarat makna. Ia menjadi simbol doa agar anak tumbuh sehat, kuat, dan diberkahi dalam setiap langkah kehidupannya.
Abu Umar, warga Arab Melayu sekaligus ayah dari Muhammad Raska, menegaskan bahwa ritual ini telah hidup sejak lama, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.
Baca juga: 9 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia: Dari Grebeg hingga Tumbilotohe
"Jauh sebelum Indonesia merdeka, atau tepatnya sejak kawasan Jambi Kota Seberang mulai dihuni oleh sekelompok pribumi asli Jambi dan pendatang keturunan Arab, tradisi ini sudah hidup," ungkapnya.
Di tengah modernisasi yang terus berkembang, tradisi “Injak Bumi” menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap terjaga. Lebaran pun bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang merawat identitas budaya dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang