Editor
KOMPAS.com – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi hari ini, Selasa (24/3/2026). Volume kendaraan yang melintas di Tol Trans Jawa diperkirakan mencapai 285.000 unit, lebih tinggi dibandingkan arus mudik sebelumnya.
Untuk mengurai kepadatan, Korlantas Polri resmi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional.
Sistem satu arah diberlakukan dari:
Kebijakan ini bersifat situasional dan dijadwalkan berlangsung hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, tergantung kondisi lalu lintas di lapangan.
Baca juga: Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Rincian Libur, Aturan ASN, hingga Skema Mudik
Selain itu, one way lokal juga diterapkan di sejumlah titik, seperti KM 459 Salatiga – KM 420 Banyumanik.
Pengendara menuju Jakarta diimbau untuk selalu mematuhi rambu serta arahan petugas karena skema bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti lonjakan kendaraan.
Tak hanya one way, pemerintah juga menyiapkan rekayasa tambahan untuk memperlancar arus balik:
- Contraflow: Berlaku di Tol Jakarta-Cikampek KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta
- Ganjil-Genap: Diterapkan dari KM 414 Semarang-Batang hingga KM 47 Jakarta-Cikampek
serta ruas Tangerang-Merak KM 98 hingga KM 31
Jalur Fungsional Japek II Selatan: Dibuka sepanjang 53 km untuk kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta
Langkah ini diambil untuk mengurangi beban kendaraan di titik krusial seperti Simpang Cikampek.
Lonjakan kendaraan menyebabkan sejumlah rest area mengalami kepadatan tinggi. Operator tol Jasa Marga menerapkan sistem buka-tutup di beberapa titik, di antaranya:
Pemudik disarankan memastikan bahan bakar cukup dan memanfaatkan rest area alternatif untuk menghindari antrean panjang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat agar menghindari perjalanan di tanggal puncak arus balik, yakni:
Sebagai solusi, pemerintah memberikan diskon tarif tol 30% bagi perjalanan menerus pada 26–27 Maret 2026 guna mendistribusikan arus kendaraan.
Pemudik juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung melalui CCTV yang tersedia di situs resmi Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR sebelum melakukan perjalanan.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026 Jangan Tinggalkan Sampah! MUI Ingatkan Bahaya Dampak Lingkungan
Dengan berbagai rekayasa lalu lintas ini, pemerintah berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali meski volume kendaraan meningkat signifikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang