MALANG, KOMPAS.com - Pagi hari belum sepenuhnya ramai saat langkah-langkah kecil mulai memenuhi Alun-Alun Kota Malang, Jawa Timur. Di hari-hari libur Lebaran saat ini, ruang terbuka di jantung kota ini berubah menjadi tempat sederhana yang menghadirkan kebahagiaan bagi banyak keluarga.
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana mulai hidup. Anak-anak berlarian di antara taman dan area bermain, sementara orang tua duduk santai, menikmati udara pagi yang masih sejuk.
Tidak hanya warga lokal, pengunjung dari berbagai daerah yang sedang menikmati masa mudiknya menjadikan alun-alun ini titik sebagai tempat yang selalu dirindukan.
Baca juga: PELNI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 2 April 2026
Bagi Aris, warga Polehan, pagi di alun-alun menjadi pilihan sebelum menjalani tradisi Lebaran yang lebih formal.
“Kalau pagi kan masih sepi, jadi sebelum nanti siang unjung-unjung ke keluarga saya ke sini dulu, main sama anak-anak,” kata pria berusia 43 tahun itu kepada Kompas.com, Selasa (24/3/2026) pagi.
Ia sengaja datang lebih awal agar anak-anaknya bisa bermain lebih leluasa. Baginya, kebahagiaan sederhana seperti ini justru menjadi momen berharga di tengah libur panjang.
“Meskipun tidak Lebaran juga kadang-kadang main ke sini kalau libur. Karena gratis, tempatnya santai, cocok buat anak-anak,” imbuhnya.
Suasana playground yang menjadi salah satu daya tarik Alun-alun Kota Malang, Jawa Timur, saat libur Lebaran, Selasa (24/3/2026) pagi. Namun, tingginya jumlah pengunjung membawa tantangan tersendiri. Area bermain yang terbatas membuat anak-anak harus bergantian menggunakan fasilitas.
“Kalau ramai gini kasihan sih, anak saya tadi sampai rebutan sama anak lain buat main perosotan,” kata Nurhalifah, warga Sukun yang merasakan situasi tersebut saat mendampingi anaknya.
Meski begitu, ia tetap melihat alun-alun sebagai tempat favorit dan berharap ke depan fasilitas bermain bisa diperluas agar semakin nyaman.
Baca juga: Cerita Lebaran Penyintas Banjir Aceh Timur, dari Pohon Pengingat Sujud hingga Tradisi Meugang
Selain itu di sudut alun-alun ini, ratusan burung merpati menjadi pusat perhatian. Anak-anak tampak antusias memberi makan, berlari mengejar, hingga tertawa lepas saat burung-burung itu beterbangan.
Pemandangan ini menjadi daya tarik khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Karena interaksi sederhana antara anak-anak dan merpati menciptakan suasana hangat yang begitu membumi.
Termasuk fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap mulai dari taman bermain, tempat duduk, hingga area terbuka yang luas. Ketika air mancur dinyalakan menjelang siang, keceriaan semakin terasa dengan anak-anak yang bermain air di bawah pengawasan orang tua.
Burung merpati menjadi salah satu daya tarik Alun-alun Kota Malang, Jawa Timur,bersama keluarga untuk menikmati libur Lebaran, Selasa (24/3/2026) pagi. Dengan letaknya yang strategis membuat alun-alun ini menjadi bagian dari perjalanan Lebaran banyak orang.
Biasanya setelah bermain, sebagian pengunjung melanjutkan aktivitas dengan beribadah di Masjid Jami Kota Malang atau berjalan santai ke kawasan sekitar.
Sehingga Alun-alun Kota Malang ini bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang yang menghubungkan berbagai aktivitas dari keluarga, ibadah, hingga wisata kota.
Bagi banyak keluarga, alun-alun ini bukan hanya tempat bermain. Ia menjadi ruang untuk menciptakan momen kecil yang justru terasa besar maknanya.
“Alun-alun yang sekarang lebih bagus dan bersih. Semoga tetap dipertahankan biar lebih nyaman,” pungkas Nanang warga Blimbing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang