KOMPAS.com – Di tengah perubahan global yang kian kompleks, ukuran kemajuan sebuah negara tidak lagi semata ditentukan oleh kekuatan ekonomi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakatnya merasa bahagia.
Dalam konteks ini, World Happiness Report terbaru tahun 2026 menghadirkan kejutan menarik, Arab Saudi berhasil menembus jajaran 22 negara paling bahagia di dunia.
Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari transformasi besar yang sedang berlangsung di negara tersebut.
Di balik lonjakan peringkat ini, terdapat kombinasi kebijakan ekonomi, reformasi sosial, dan perubahan gaya hidup yang dirancang secara sistematis dalam kerangka Vision 2030.
Laporan yang disusun oleh University of Oxford bersama berbagai lembaga internasional ini menilai kebahagiaan berdasarkan sejumlah indikator utama.
Di antaranya pendapatan per kapita, dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan individu, hingga tingkat kepercayaan terhadap institusi publik.
Dalam laporan tersebut, Arab Saudi mencatat skor sekitar 6,6 poin, melampaui rata-rata global.
Ini menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya terjadi pada level ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan psikologis masyarakat.
Dalam buku Happiness: Lessons from a New Science karya Richard Layard dijelaskan bahwa kebahagiaan masyarakat sangat dipengaruhi oleh stabilitas sosial dan rasa aman, bukan hanya kekayaan material. Fenomena ini tampak jelas dalam konteks Arab Saudi saat ini.
Baca juga: Gurun Sebagai Jejak Peradaban: Misteri Kota Batu Hegra di Arab Saudi
Lonjakan peringkat kebahagiaan Saudi tidak dapat dilepaskan dari implementasi Vision 2030, sebuah strategi nasional yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada minyak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program ini mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga budaya. Kota-kota besar seperti Riyadh, Jeddah, dan Madinah kini mengalami transformasi menjadi pusat urban modern yang lebih inklusif dan ramah bagi warganya.
Laporan Cities of Possibility menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup, termasuk naiknya angka harapan hidup dari 74 menjadi 79 tahun.
Selain itu, akses terhadap layanan digital juga meningkat pesat, bahkan menempatkan Saudi sebagai salah satu negara terdepan dalam regulasi teknologi di kelompok G20.
Dalam buku The Future of Work karya Jacob Morgan disebutkan bahwa kualitas hidup di era modern sangat ditentukan oleh fleksibilitas kerja, akses teknologi, dan keseimbangan hidup. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi Saudi.
Transformasi sosial tidak akan berjalan tanpa fondasi ekonomi yang kuat. Data menunjukkan tingkat pengangguran di Arab Saudi turun drastis dari 12,3 persen pada 2016 menjadi sekitar 6,8 persen pada 2025.
Partisipasi perempuan dalam dunia kerja juga meningkat signifikan, melampaui target Vision 2030.
Hal ini menjadi indikator penting dalam peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.
Di sisi lain, investasi asing terus mengalir deras. Dalam Kearney FDI Confidence Index 2025, Arab Saudi berhasil menembus peringkat 13 dunia.
Ini menunjukkan tingginya kepercayaan global terhadap stabilitas dan prospek ekonomi negara tersebut.
Baca juga: Megaproyek The Line NEOM: Kota Futuristik Tanpa Jalan di Arab Saudi
Salah satu perubahan paling terasa dalam kehidupan masyarakat Saudi adalah meningkatnya kualitas ruang publik.
Pemerintah secara masif membangun taman kota, fasilitas olahraga, hingga pusat hiburan yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Berbagai event internasional seperti Formula 1 Saudi Arabian Grand Prix dan Dakar Rally turut memperkaya pengalaman sosial masyarakat.
Pendekatan ini sejalan dengan teori dalam buku The Social Animal karya David Brooks yang menekankan bahwa interaksi sosial dan ruang publik memainkan peran penting dalam membentuk kebahagiaan kolektif.
Perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi juga menarik perhatian dunia internasional. Semakin banyak ekspatriat memilih negara ini sebagai tempat tinggal dan bekerja.
Faktor seperti keamanan, peluang karier, biaya hidup yang kompetitif, serta infrastruktur modern menjadi daya tarik utama.
Sektor-sektor seperti teknologi, energi, kesehatan, dan pariwisata menawarkan peluang yang luas bagi tenaga profesional global.
Fenomena ini memperkuat posisi Saudi sebagai pusat talenta internasional yang sedang tumbuh.
Dalam laporan yang sama, Indonesia berada di peringkat ke-87 dunia dengan skor sekitar 5,6 poin.
Meski masih berada di kelompok menengah, Indonesia memiliki kekuatan pada aspek hubungan sosial dan budaya gotong royong.
Dalam buku Bowling Alone karya Robert D. Putnam dijelaskan bahwa modal sosial seperti kepercayaan dan solidaritas memiliki kontribusi besar terhadap kebahagiaan masyarakat.
Hal ini menjadi potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam konteks pembangunan nasional.
Baca juga: Surga Mawar Arab Saudi! Panen Taif Melimpah, Hasilkan Minyak Wangi Termahal Dunia
Menariknya, peningkatan kebahagiaan di Arab Saudi tidak menghilangkan nilai-nilai sosial dan budaya yang telah lama mengakar. Justru, modernisasi berjalan berdampingan dengan pelestarian identitas.
Keseimbangan ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Saudi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa kehilangan jati diri.
Capaian Arab Saudi sebagai salah satu dari 22 negara paling bahagia di dunia pada 2026 menjadi bukti bahwa transformasi yang terencana dapat menghasilkan perubahan nyata.
Dengan persiapan menjadi tuan rumah Expo 2030 Riyadh dan FIFA World Cup 2034, negara ini semakin memperkuat posisinya di panggung global.
Pada akhirnya, kisah Saudi menunjukkan bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil dari kebijakan yang konsisten, pembangunan yang inklusif, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai kemanusiaan.
Di tengah dunia yang terus berubah, pertanyaan yang tersisa bukan lagi apakah sebuah negara bisa menjadi maju, tetapi apakah ia mampu membuat rakyatnya benar-benar merasa bahagia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang