Editor
KOMPAS.com - Wukuf di Arafah merupakan momen paling sakral dalam rangkaian ibadah haji. Wukuf juga menjadi pembeda antara ibadah haji dan umrah.
Ibadah ini dilaksanakan pada Hari Arafah dan menjadi rukun haji yang wajib dipenuhi oleh seluruh jemaah.
Tanpa wukuf, ibadah haji dinyatakan tidak sah. Karena itu, setiap jemaah harus memastikan kehadirannya di Arafah, meskipun hanya sesaat dalam waktu yang telah ditentukan.
Berikut penjelasan terkait pelaksanaan wukuf yang dirangkum dari laman Kemenag, BPKH, dan HIMPUH.
Baca juga: Jabal Rahmah, Sejarah Bukit di Arafah yang Jadi Simbol Kasih Sayang dan Pengampunan
Wukuf adalah rukun haji yang wajib dipenuhi oleh seluruh jemaah haji dan dilakukan di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Waktu pelaksanaan wukuf adalah sejak tergelincir matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbitnya fajar pada 10 Dzulhijjah.
Pada pelaksanaan haji ifrad, wukuf dilaksanakan setelah niat, ihram, dan tawaf qudum (tawaf selamat datang).
Adapun setelah wukuf di arafah, jemaah akan melaksanakan mabit di Muzdalifah dan selanjutnya pergi ke Mina untuk melontar jumrah.
Baca juga: Hukum Perempuan Pergi Haji tanpa Mahram, Boleh atau Tidak? Ini Pandangan Ulama dan Aturannya
Mengutip buku Doa-doa Khusus Ibadah Haji karya Amirulloh Syarbini, wukuf berarti berdiam diri di kawasan Arafah dalam rentang waktu tersebut, walaupun hanya sebentar.
Dalam praktiknya, wukuf menjadi puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. “Jemaah haji yang tidak melakukan wukuf di Arafah sama dengan tidak mengerjakan haji. Artinya, ibadah hajinya tidak sah,” bunyi penjelasan dalam buku tersebut.
Penjelasan terkait wukuf di Arafah bisa ditemukan dalam Al Quran, salah satunya pada Surat Al-Baqarah ayat 199-200.
ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ . فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
Artinya: Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Penjelasan tentang ibadah wukuf juga tertuang dalam sejumlah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama:
Salah satunya, Rasulullah menegaskan pentingnya wukuf dalam hadits berikut:
"الْحَجُّ عَرَفَةُ"
Artinya: "Haji itu adalah Arafah.” (HR. Tirmiżī)
Wukuf sebagai sebuah rukun yang menyempurnakan ibadah haji juga dijelaskan dalam hadits yang berbunyi:
"مَنْ أَدْرَكَ عَرَفَةَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ"
Artinya: "Barangsiapa mendapati Arafah sebelum fajar, maka hajinya telah sempurna. (HR. Abū Dāwūd)
Keutamaan pelaksanaan wukuf di Arafah juga tertuang dalam sebuah hadist yang berbunyi:
"مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ، مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ"
Artinya: "Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba dari neraka dibanding hari Arafah." (HR. Muslim)
Lokasi Wukuf Tidak Harus di Titik Tertentu
Menurut Muhammad Utsman al-Khasyat dalam Fiqh Wanita Empat Mazhab, seluruh wilayah Arafah dapat dijadikan tempat wukuf.
"عَرَفَةَ كُلَّهَا مَوْقِفٌ"
Artinya:“Semua wilayah Arafah adalah tempat wukuf.” (HR Muslim)
Namun, lokasi yang utama adalah di area bebatuan sebagaimana dicontohkan Nabi SAW:
"وَقَفَ عِنْدَ الصَّخْرَاتِ وَجَعَلَ بَطْنَ نَاقَتِهِ إِلَى الصَّخْرَاتِ."
Artinya: “Wukuf di bebatuan di mana perut unta tunggangan beliau juga menempel di bebatuan.” (HR Muslim)
Agar wukuf dinyatakan sah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi:
Wukuf dapat dilakukan secara individu maupun berjemaah. Selain itu, tidak disyaratkan suci dari hadas, sehingga perempuan yang haid atau nifas tetap boleh melaksanakan wukuf.
Untuk jemaah yang sakit, mereka bisa menjalani safari wukuf, yakni dibantu petugas menggunakan ambulans agar tetap sempat hadir di Arafah.
Ini menunjukkan bagaimana pentingnya wukuf di Arafah
Wukuf biasanya diawali dengan khutbah oleh imam, kemudian dilanjutkan dengan salat jamak taqdim Zuhur dan Asar dengan satu adzan dan dua iqamah.
Hal ini dijelaskan dalam buku Fikih Madrasah Tsanawiyah karya Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah.
Setelah itu, jemaah dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa hingga waktu wukuf berakhir.
Jamaah haji kloter 5 Balikpapan melaksanakan wukuf di ArafahSebagai salah satu waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa, ada beberapa doa dan dzikir yang dapat Anda amalkan ketika wukuf di Arafah.
Berikut beberapa doa dan dzikir yang dianjurkan saat wukuf:
1. Tahmid
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn.
Artinya: "Segala puji bagi Allah, tuhan sekalian alam."
2. Talbiyah (3 kali)
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Latin: Labbaykallāhumma labbayk. labbayka lā syarīka laka labbayk. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulka lā syarīka lak.
Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu"
3. Doa Takbir dan Tahmid (3 kali)
اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ ثلاثا
Latin: Allāhu akbar wa lillāhil hamd.
Artinya: "Allah maha besar. Segala puji bagi Allah."
4. Doa Agar Dimudahkan Meninggalkan Maksiat
اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي وَأَعِذْنِي مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ إنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Latin: Allāhummanqulnī min dzullil ma'shiyati ilā 'izzit thā'ah, wakfinī bi halālika 'an harāmik, wa aghninī bi fadhlika 'an man siwāk. Wa nawwir qalbī wa qabrī. Wa a'idznī minas syarri kullih. Wajma' liyal khayr. Innī as'alukal hudā wat tuqā, wal 'afāfa, wal ghinā.
Artinya: "Ya Allah, pindahkan aku dari rendahnya kemaksiatan ke kemuliaan taat. Cukupilah aku dengan halal-Mu dari barang haram-Mu. Genapilah diriku dengan kemurahan-Mu dari zat selain diri-Mu. Terangilah hati dan kuburku. Lindungilah aku dari segala bentuk kejahatan. Kumpulkanlah segala kebaikan pada diriku. Aku memohon kepada-Mu petunjuk, takwa, kecukupan, dan kekayaan."
5. Doa Sapu Jagad
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allāhumma rabbanā ātinā fid duniya hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka."
6. Membaca Doa dan Pengakuan Dosa
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Latin: Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran kabīran, wa innahū lā yaghfirud dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min 'indik, warhamnī innaka antal ghafūrur rahīm.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Kau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu. Kasihanilah aku, sungguh Kau maha pengampun lagi penyayang."
7. Doa Istikamah dalam Tobat
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً تَصْلُحُ بِهَا شَأْنِي فِي الدَّارَيْنِ وَارْحَمْنِي رَحْمَةً وَاسِعَةً أَسْعَدُ بِهَا فِي الدَّارَيْنِ وَتُبْ عَلَيَّ تَوْبَةً نَصُوْحًا لَا أَنْكُثُهَا أَبَدًا وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الاِسْتِقَامَةِ لَا أَزِيْغُ عَنْهَا أَبَدًا
Latin: Allāhummaghfir lī maghfiratan tashluhu bihā sya'nī fid dārayn, warhamnī rahmatan wāsi'atan as'adu bihā fid dārayn, wa tub 'alayya taubatan nashūhā lā ankutsuhā abadā, wa alzimnī sabīlal istiqāmah lā azīghu 'anhā abadā.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dengan ampunan yang membuat maslahat urusanku di dunia dan akhirat. Berikanlah aku rahmat-Mu yang luas di mana aku dapat bahagia di dunia dan akhirat. Bimbinglah aku dalam tobat nashuha yang mana aku takkan melanggarnya lagi selamanya. Ikatlah aku di jalan istikamah yang mana aku takkan menyimpang darinya selamanya."
8. Tahlil
وَرُوِيَ { أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَأَفْضَلُ مَا قُلْت أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي اللَّهُمَّ لَك الْحَمْدُ
Latin: La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala kulli syay’in qadir. Allahummaj‘al fi qalbi nuran, wa fi sam‘i nuran, wa fi bashari nuran. Allahummasyrah li shadri wa yassir li amri. Allahumma lakal hamdu.
Artinya: “Tiada tuhan selain Allah yang esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Segala kekuasaan dan pujian bagi-Nya. Dia kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, jadikanlah cahaya pada hatiku, cahaya pada pendengaranku, dan cahaya pada penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Ya Allah, segala puji bagi-Mu.”
9. Doa Perlindungan
كَاَلَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ { اللَّهُمَّ لَك صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَإِلَيْك مَآبِي وَلَك تُرَاثِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ
Latin: Allahumma laka shalati, wa nusuki, wa mahyaya, wa mamati, wa ilayka ma'abi, wa laka turatsi. Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qabri, wa waswasatis shadri, wa syattatil amri. Allahumma inni a'udzu bika min syarri ma taji'u bihir rihu.
Artinya: "Ya Allah, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk-Mu. Hanya kepada-Mu tempat pulangku. Hanya milik-Mu peninggalanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, kebimbangan dalam hati, dan berantakannya konsentrasi (persoalan). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa oleh angin."
10. Doa Agar Dimudahkan Meninggalkan Maksiat
اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي وَأَعِذْنِي مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ إنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Latin: Allāhummanqulnī min dzullil ma‘shiyati ilā ‘izzit thā‘ah, wakfinī bi halālika ‘an harāmik, wa aghninī bi fadhlika ‘an man siwāk. Wa nawwir qalbī wa qabrī. Wa a‘idznī minas syarri kullih. Wajma‘ liyal khayr. Innī as’alukal hudā wat tuqā, wal ‘afāfa, wal ghinā.
Artinya: “Ya Allah, pindahkan aku dari rendahnya kemaksiatan ke kemuliaan taat. Cukupilah aku dengan halal-Mu dari barang haram-Mu. Genapilah diriku dengan kemurahan-Mu dari zat selain diri-Mu. Terangilah hati dan kuburku. Lindungilah aku dari segala bentuk kejahatan. Kumpulkanlah segala kebaikan pada diriku. Aku memohon kepada-Mu petunjuk, takwa, kecukupan, dan kekayaan.”
Meski Jabal Rahmah di Arafah sering menjadi tujuan, wukuf tidak harus dilakukan di atas bukit tersebut. Kepadatan jemaah justru berisiko menimbulkan kecelakaan.
Jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan duduk, berdiri, atau di dalam kendaraan, serta dianjurkan menghadap kiblat.
Wukuf di Arafah merupakan inti dari ibadah haji yang menentukan sah atau tidaknya pelaksanaan haji. Oleh karena itu, setiap jemaah harus memahami waktu, syarat, dan tata caranya dengan baik.
Momen ini menjadi kesempatan besar untuk berdoa, berdzikir, dan memohon ampun kepada Allah Swt. Keutamaan hari Arafah juga menjadikannya waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Dengan persiapan yang matang, jemaah dapat memaksimalkan ibadah wukuf sebagai puncak spiritual dalam perjalanan haji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang