Editor
KOMPAS.com-Perjalanan haji menjadi ibadah yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk perempuan yang memiliki kebutuhan khusus selama pelaksanaan ibadah.
Persiapan perlengkapan haji perempuan penting dilakukan mengingat aktivitas fisik tinggi dan kondisi lingkungan yang berbeda dari keseharian.
Badan Pengelola Keuangan Haji menyampaikan panduan perlengkapan haji perempuan sekaligus daftar barang yang sebaiknya dihindari selama perjalanan ibadah.
Baca juga: Kemenhaj Gelar Expo UMKM Haji 2026, Gabungkan Manasik dan Pemberdayaan Ekonomi
Panduan ini bertujuan membantu jemaah perempuan menjalankan ibadah haji dengan lancar, nyaman, dan tetap menjaga kesehatan.
Dalam literatur fikih, persiapan bekal haji menjadi bagian penting agar ibadah dapat dilakukan tanpa menimbulkan kesulitan.
Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa kesiapan fisik dan perlengkapan termasuk unsur kemampuan (istitha’ah) dalam pelaksanaan haji.
Perempuan memiliki kebutuhan berbeda dari laki-laki, terutama terkait kenyamanan dan kebersihan selama ibadah haji.
Berikut perlengkapan haji perempuan yang sebaiknya dibawa:
Mukena menjadi perlengkapan wajib untuk menunjang ibadah shalat setiap hari.
Pilih mukena berbahan ringan dan mudah dilipat agar praktis dibawa.
Sajadah berukuran kecil juga penting untuk menjaga kebersihan saat beribadah di tempat umum.
Aktivitas haji melibatkan banyak berjalan kaki dalam jarak jauh.
Sandal dan sepatu yang nyaman sangat diperlukan untuk mencegah lecet dan kelelahan.
Pilih sandal dengan tali kuat, sol empuk, dan ukuran yang sesuai.
Tas kecil atau waist bag memudahkan membawa barang penting selama ibadah.
Barang seperti uang, dokumen, hand sanitizer, dan obat-obatan dapat disimpan dengan aman.
Penggunaan tas kecil juga membantu mobilitas tanpa harus membawa tas besar.
Masker dan hand sanitizer penting untuk menjaga kesehatan di tengah keramaian.
Masker melindungi dari debu dan polusi, sementara hand sanitizer menjaga kebersihan tangan saat sulit menemukan air bersih.
Baca juga: Biaya Penerbangan Haji 2026 Berpotensi Naik, Pemerintah Pastikan Jemaah Tidak Dibebani
Dokumen seperti paspor, visa, tiket, identitas diri, dan kartu kesehatan wajib dibawa.
Simpan dokumen dalam map khusus agar tidak mudah hilang.
Salinan atau foto dokumen juga disarankan sebagai cadangan.
Bekal makanan bergizi diperlukan untuk menjaga stamina selama ibadah.
Makanan seperti kacang-kacangan, kurma, biskuit gandum, dan buah kering dapat menjadi pilihan.
Pastikan makanan tahan lama dan mudah dibawa.
Pakaian dalam perlu disiapkan dalam jumlah cukup untuk beberapa hari.
Pilih bahan yang mudah dicuci dan cepat kering untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan.
Obat pribadi penting dibawa, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Obat seperti analgesik, obat flu, obat maag, dan antiseptik luka menjadi pilihan umum.
Vitamin juga diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh.
Perlengkapan seperti sabun, sampo, sikat gigi, dan pasta gigi wajib dibawa.
Gunakan ukuran travel-size agar lebih praktis.
Tisu basah dan tisu kering juga penting untuk menjaga kebersihan.
Pembalut atau pantyliner menjadi perlengkapan penting bagi perempuan.
Persiapan ini tetap diperlukan meskipun menggunakan obat penunda haid.
Cuaca di Mekkah cenderung panas, sehingga perlindungan dari sinar matahari sangat diperlukan.
Payung lipat atau topi membantu menjaga kondisi tubuh selama beraktivitas di luar ruangan.
Buku doa dan Al-Qur’an ukuran kecil memudahkan jemaah beribadah di mana saja.
Perlengkapan ini membantu memanfaatkan waktu luang untuk berzikir dan membaca Al-Qur’an.
Baca juga: Waspada Haji Ilegal 2026, Pemerintah Ingatkan Bahaya Visa Non-Resmi
Selain perlengkapan wajib, terdapat sejumlah barang yang tidak diperbolehkan dibawa demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Ketentuan ini juga sejalan dengan prinsip menjaga keselamatan (hifz an-nafs) dalam syariat Islam yang menjadi tujuan utama hukum Islam.
Benda tajam seperti pisau dan gunting besar tidak diperbolehkan sesuai aturan keamanan.
Gunting kecil untuk keperluan kosmetik masih diperbolehkan.
Barang seperti petasan, kembang api, dan tabung gas bertekanan tinggi dilarang dibawa.
Barang tersebut berisiko membahayakan keselamatan jemaah.
Cairan dengan kemasan lebih dari 100 ml tidak diperbolehkan dalam bagasi kabin.
Parfum, lotion, dan minuman harus disesuaikan dengan aturan penerbangan.
Perhiasan berlebihan tidak dianjurkan karena berisiko hilang atau mengundang perhatian.
Cukup membawa perhiasan sederhana untuk kebutuhan pribadi.
Pakaian ketat atau mencolok sebaiknya tidak dibawa.
Pakaian longgar dan sopan lebih dianjurkan selama ibadah haji.
Penggunaan gadget sebaiknya dibatasi agar tidak menjadi beban tambahan.
Fokus utama selama haji adalah ibadah.
Barang mewah seperti jam mahal atau tas branded sebaiknya ditinggalkan.
Barang tersebut berisiko hilang dan dapat mengalihkan fokus dari ibadah.
Persiapan perlengkapan haji perempuan menjadi faktor penting dalam kelancaran ibadah.
Kesiapan fisik, mental, dan perlengkapan yang tepat akan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan nyaman.
Perlengkapan yang sesuai juga mendukung kekhusyukan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang