Editor
KOMPAS.com - Sarminiah (85) adalah warga Kota Yogyakarta yang tercatat sebagai jemaah haji tertua yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 21 April 2026 mendatang.
Meski telah berusia lanjut, Sarminiah mengaku siap menunaikan ibadah haji tanpa pendampingan anak-anaknya.
Semangat dan niat yang telah tertanam sejak lama menjadi bekal utamanya menuju Baitullah.
Baca juga: Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Bahkan, dirinya tampak masih penuh semangat saat ditemui Tribun Jogja di Balai Kota Yogyakarta usai agenda pamitan haji, Rabu (15/4/2026).
Sarminiah yang merupakan mantan Lurah Keparakan mengatakan dirinya tetap percaya diri berangkat seorang diri karena yakin masih memiliki kemampuan fisik yang cukup.
"Kalau daftar memang sendiri, tapi nanti kan di sana banyak temannya. Anak-anak tidak mendampingi, InsyaAllah saya masih kuat," ungkapnya.
Baca juga: Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Perjalanan Sarminiah menuju ibadah haji tidak berlangsung singkat. Ia tercatat mendaftar haji sejak tahun 2011, tidak lama setelah purna tugas dari jabatannya sebagai Lurah Keparakan.
Keinginan menunaikan rukun Islam kelima itu semakin kuat setelah dirinya sempat menjalani ibadah umrah secara mendadak pada tahun yang sama.
Saat itu, Sarminiah sedang berkunjung ke rumah salah satu saudaranya di Jakarta. Secara tiba-tiba, ia diajak ikut berangkat umrah bersama rombongan keluarga.
"Waktu itu dadakan sekali. Saya pulang ke Yogya pagi untuk ambil pakaian, jam dua siang sudah balik lagi ke Jakarta, besoknya berangkat umrah. Sepulang dari sana, saya langsung daftar haji karena ingin menyempurnakan ibadah," kenangnya.
Namun, panjangnya antrean kuota haji membuat Sarminiah harus menunggu selama 15 tahun hingga akhirnya mendapat panggilan berangkat pada musim haji 2026.
Salah satu hal yang mencuri perhatian dari sosok Sarminiah adalah kondisi tubuhnya yang masih bugar di usia 85 tahun.
Ia menyebut kebiasaan aktif bergerak dan menjaga pikiran positif menjadi kunci kesehatannya.
Hingga kini, Sarminiah masih rutin mengikuti olahraga ringan bersama ibu-ibu di lingkungan rumah. Ia juga kerap berjalan kaki sendiri ke pasar.
"Makanya, persiapannya tidak ada yang khusus, karena memang suka olahraga rutin. Kadang ingin ke (Pasar) Sentul ya jalan kaki sendiri," tuturnya.
Sebagai jemaah haji tertua dari Kota Yogyakarta, Sarminiah menitipkan pesan kepada masyarakat yang masih menunda atau sedang menunggu giliran berangkat haji.
Menurut dia, apabila niat, kesempatan, dan kemampuan finansial sudah ada, maka sebaiknya ibadah haji tidak perlu ditunda hingga usia lanjut.
"Tidak usah nunggu tua seperti saya. Ada kesempatan, ya haji saja. Saya dulu kan masih kerja, anak masih kecil, jadi harus cari waktu yang tepat. Sekarang mumpung masih diberi umur oleh Allah, saya gunakan untuk beribadah," terangnya.
Tinggal Menghitung Hari Menuju Tanah Suci
Kini Sarminiah tinggal menanti hari keberangkatan menuju Tanah Suci yang selama ini didambakannya.
Dengan bekal doa, kesehatan, dan kemandirian, ia berharap seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar.
Sarminiah juga berharap agar nantinya dapat kembali ke Indonesia dengan predikat haji mabrur.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul "Cerita Sarminiah, Jemaah Haji Tertua Asal Jogja Siap Pergi ke Tanah Suci: InsyaAllah Masih Kuat".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang