Editor
KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, antusiasme umat Muslim untuk menunaikan ibadah kurban mulai terasa.
Salah satu persiapan yang paling krusial adalah memantau harga hewan kurban agar dapat menyesuaikan anggaran dengan kualitas hewan yang diinginkan.
Pada tahun 2026 ini, harga kambing di pasaran diprediksi mengalami variasi yang cukup signifikan tergantung pada bobot, jenis, dan lokasi pembelian.
Baca juga: Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Berdasarkan data dari berbagai sumber, harga kambing kurban tahun 2026 secara umum berada di kisaran Rp 2.000.000 hingga Rp 4.500.000 per ekor.
Namun, bagi Anda yang mencari spesifikasi tertentu, berikut adalah rincian perkiraan harganya:
Selain pembelian secara individu, beberapa lembaga seperti Dompet Dhuafa menawarkan program promo dengan harga mulai dari Rp 1.800.000 untuk tipe standar.
Sementara itu, Baitulmaal Muamalat memprediksi rata-rata harga kambing standar nasional akan berada di angka Rp 2.800.000 hingga Rp 3.500.000.
Harga kambing kurban tidaklah statis. Bobot dan kondisi fisik menjadi penentu utama; semakin besar dan sehat hewan tersebut, semakin tinggi pula harganya. Selain itu, faktor lokasi juga beRp engaruh besar, di mana harga di kota-kota besar cenderung lebih mahal dibandingkan di daerah sentra peternakan karena adanya biaya distribusi dan transportasi.
Lonjakan harga biasanya terjadi mendekati hari H karena tingginya permintaan pasar. Oleh karena itu, para ahli menyarankan masyarakat untuk membeli lebih awal atau melalui sistem tabungan kurban agar mendapatkan harga yang lebih bersahabat.
Tips Memilih Kambing yang Sesuai Syariat
Agar ibadah kurban sah dan berkualitas, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih hewan yang dilansir dari situs resmi Baznas:
1. Cukup Umur: Kambing minimal harus berumur 1 tahun, yang bisa ditandai dengan tanggalnya sepasang gigi susu depan.
2. Kondisi Sehat dan Tidak Cacat: Pastikan hewan lincah, mata bersinar, nafsu makan baik, dan bulu tidak kusam. Hindari hewan yang buta, pincang, atau sangat kurus.
3. Bebas Penyakit: Cek apakah hidung hewan basah secara alami (bukan karena flu) dan tidak ada kotoran pada mata atau lubang hidung. Sangat disarankan untuk menanyakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari penjual.
4. Asal-Usul Ternak: Hindari membeli hewan yang dipelihara di tempat pembuangan sampah karena berisiko mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan manusia yang mengonsumsinya.
Di tahun 2026, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk berkurban secara praktis melalui platform online seperti Baznas, Dompet Dhuafa, Baitulmaal Muamalat (BMM), hingga marketplace seperti Tokopedia dan OLX.
Baca juga: Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Melalui layanan ini, pekurban dapat membandingkan harga dari berbagai daerah dan memastikan hewan kurban didistribusikan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan, seperti daerah pedalaman atau wilayah terdampak bencana.
Dengan perencanaan yang matang dan ketelitian dalam memilih, ibadah kurban di tahun 2026 diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan keberkahan bagi yang menunaikan maupun yang menerima.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang