Editor
KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, distribusi hewan kurban ke berbagai daerah mulai meningkat.
Pemerintah melalui Badan Karantina Indonesia memperkuat pengawasan agar pasokan ternak antarpulau tetap lancar, sehat, dan aman hingga sampai ke konsumen.
Salah satu jalur utama yang dimanfaatkan adalah program tol laut menggunakan kapal khusus ternak. Skema ini dinilai efektif menjaga kondisi hewan selama perjalanan jarak jauh.
Dilansir dari Antara, Deputi Bidang Karantina Hewan Sriyanto mengatakan tol laut menjadi solusi strategis dalam mendukung pengiriman hewan kurban, seperti dari Nusa Tenggara Barat menuju Pulau Jawa dan Kalimantan.
Baca juga: Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Penggunaan kapal khusus ternak dinilai memberi manfaat besar dibanding pengangkutan darat biasa.
Hewan dapat menempati kandang selama perjalanan sehingga risiko kelelahan dan stres bisa ditekan.
"Penggunaan kapal khusus ternak ini sangat krusial. Di atas kapal, ternak tidak terus-menerus berada di dalam truk atau alat angkut darat, melainkan diturunkan ke kandang-kandang yang telah disediakan," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Pada 19 April 2026, Sriyanto meninjau pengiriman sapi ternak untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha di Pelabuhan Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Dia menyampaikan penggunaan kapal angkut khusus ternak mampu menekan tingkat stres hewan ternak, karena kapal tersebut memiliki fasilitas khusus untuk memenuhi standar kesejahteraan hewan atau animal welfare.
"Hal ini memungkinkan ternak untuk beristirahat dengan layak selama perjalanan, sehingga kondisi fisik dan kesehatannya tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen," kata Sriyanto.
Setiap hewan kurban yang dikirim antardaerah wajib melewati prosedur karantina dan pemeriksaan kesehatan.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular.
Lebih lanjut, ia menyampaikan setiap hewan yang dilalulintaskan dari satu daerah ke daerah lain wajib memenuhi persyaratan kesehatan yang ketat, di antaranya pemeriksaan fisik dan laboratorium, serta penyakit hewan menular, seperti penyakit mulut dan kuku maupun antraks.
Sriyanto menegaskan pihaknya terus mengawal distribusi hewan kurban, terutama pada periode puncak pengiriman menjelang Idul Adha guna menjamin keamanan pangan asal hewan serta melindungi masyarakat dari potensi penyebaran penyakit.
Distribusi hewan kurban melalui jalur laut mulai berjalan dalam jumlah besar. Badan Karantina mencatat ribuan ekor sapi telah dikirim ke sejumlah daerah tujuan.
Badan Karantina mencatat sebanyak 2.188 ekor sapi telah dikirim melalui fasilitas tol laut menggunakan KMP Camara Nusantara 3 dengan rincian 948 ekor dikirim dari Bima ke wilayah Jabodetabek dan 1.240 ekor menuju Barito Kuala di Kalimantan Selatan.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan kapal khusus ternak mencukupi selama masa puncak distribusi. Koordinasi lintas kementerian dilakukan agar pasokan hewan kurban tetap lancar.
Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antarwilayah Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Djoko Hartoyo, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong ketersediaan kapal khusus ternak guna mendukung mobilitas pangan nasional.
"Kami terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan armada tol laut mencukupi, terutama pada masa puncak distribusi menjelang Idul Adha," kata Djoko.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang