Editor
KOMPAS.com - Pemberangkatan jemaah haji Indonesia 2026 mulai memasuki tahap akhir persiapan.
Sejumlah embarkasi kembali menyiapkan layanan percepatan untuk mendukung kelancaran kedatangan jemaah di Arab Saudi.
Salah satu fasilitas yang digunakan adalah skema fast track yang mempercepat proses keimigrasian di bandara tujuan.
Layanan ini kembali diterapkan untuk jemaah dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede.
Baca juga: Satgas Haji Gagalkan 8 WNI Berangkat ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Travel Nakal Diusut
Embarkasi Jakarta-Pondok Gede tahun ini kembali menggunakan skema fast track. Dengan sistem tersebut, proses keimigrasian jemaah haji Indonesia di bandara berlangsung lebih cepat dan efisien.
Kloter pertama dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah pada 22 April 2026 pukul 06.50 Waktu Arab Saudi.
Penerapan fast track membuat proses kedatangan jemaah di bandara menjadi lebih ringkas. Karena itu, penyambutan resmi tidak dilakukan lama di area bandara.
"Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Setelah tiba di Madinah, jemaah akan diarahkan menuju bus menuju hotel masing-masing. Pengaturan dilakukan secara ketat agar alur perpindahan berjalan tertib.
Budi mengatakan pengaturan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus dilakukan dengan perhatian khusus.
Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak syarikah untuk memastikan alur pergerakan berjalan tertib dan terorganisir.
"Pergerakan jemaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban," jelas Budi.
Selain perpindahan jemaah, penanganan barang bawaan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah menyiapkan layanan khusus agar bagasi tiba dengan aman di hotel.
Untuk penanganan bagasi, layanan khusus telah disiapkan agar barang bawaan jemaah dapat tiba dengan aman di hotel.
Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja Madinah dan Bandara.
Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani rangkaian ibadah Arbain sebelum melanjutkan perjalanan haji. Layanan konsumsi juga telah disiapkan selama masa tinggal.
Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari.
Kementerian Haji juga menjamin layanan konsumsi dengan total maksimal 27 kali makan selama masa tinggal tersebut.
Dengan penerapan fast track, pengaturan transportasi yang tertib, serta dukungan petugas di lapangan, diharapkan pelayanan jemaah haji asal Jakarta-Pondok Gede berjalan lebih nyaman sejak tiba di Madinah.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul “Gunakan Skema Fast Track, Kloter Pertama Jemaah Haji Mendarat di Madinah 22 April 2026”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang