Editor
KOMPAS.com - Masjidil Haram merupakan tempat paling suci bagi umat Islam dan menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji serta umrah.
Setiap tahun, jutaan jemaah dari berbagai negara memadati kawasan ini untuk menjalankan rangkaian ibadah.
Karena itu, berbagai aturan diterapkan demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kesucian area masjid.
Jemaah diimbau mematuhi ketentuan agar ibadah berjalan lancar tanpa mengganggu jamaah lain.
Baca juga: Mengenal Multazam di Masjidil Haram: Letak, Keutamaan, dan Tata Cara Berdoa yang Dianjurkan
Dikutip dari bpkh.go.id, terdapat sejumlah hal yang dilarang dilakukan saat berada di Masjidil Haram. Larangan ini bertujuan menjaga suasana ibadah tetap tertib dan kondusif.
Seluruh bentuk ibadah di Masjidil Haram harus sesuai dengan ajaran syariat Islam. Ritual lain yang tidak sesuai ketentuan agama tidak diperkenankan dilakukan.
Setiap jemaah diharapkan beribadah dengan mengikuti tuntunan yang telah ditetapkan dan menjalankan tata cara yang benar.
Baca juga: Mengenal Askar, Pasukan Pengamanan di Tanah Suci yang Bantu Jemaah Haji dan Umrah
Pihak Kementerian Luar Negeri Arab Saudi Cabang Provinsi Makkah Al Mukarramah menyampaikan bahwa akad nikah tidak diperbolehkan dilakukan di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi, khususnya bagi warga negara Indonesia (WNI) yang datang menggunakan visa haji atau umrah.
Hal ini dimaksudkan agar menjaga fokus utama para jemaah, yaitu beribadah.
Selain itu, pelaksanaan akad nikah saat berhaji (berihram) juga hukumnya haram dan dapat mengalihkan niat utama serta mengganggu kekhidmatan suasana di Masjidil Haram.
Di Masjidil Haram, jemaah dilarang membentangkan bendera, spanduk, atau banner.
Larangan ini bertujuan menjaga suasana sakral dan mencegah unsur politisasi atau pengelompokan yang tidak sesuai.
Setiap jemaah tidak boleh membawa atribut yang dapat menimbulkan kesan perpecahan atau mengganggu kegiatan ibadah.
Jemaah diperbolehkan menggunakan kamera atau ponsel di area Masjidil Haram.
Namun, para jemaah dilarang merekam atau mengambil video dalam durasi lama, terutama jika berpotensi mengganggu jamaah lainnya.
Para jemaah dilarang merokok di dalam area Masjidil Haram maupun sekitarnya.
Aturan ini diterapkan untuk menjaga kebersihan, kualitas udara, serta menghormati jamaah lain yang sedang beribadah.
Saat berada di Masjidil Haram, jemaah tidak boleh mengambil barang temuan.
Meskipun hanya untuk disimpan atau diserahkan nanti, tindakan tersebut tidak diperbolehkan.
Jika menemukan barang milik orang lain yang tertinggal, jemaah sebaiknya segera melapor kepada petugas keamanan atau panitia berwenang.
Para jemaah dilarang berkerumun di dalam Masjidil Haram.
Berkerumun dapat menyebabkan kemacetan dan mengganggu pergerakan jamaah lain yang sedang beribadah.
Para jemaah wajib menjaga kebersihan area Masjidil Haram.
Membuang sampah sembarangan tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengganggu kekhusyukan tempat ibadah.
Selain menghindari larangan, jemaah juga dianjurkan menjaga etika selama berada di Masjidil Haram.
Para jemaah harus mengenakan pakaian yang sopan dan sesuai ketentuan syariat Islam.
Ketika berada di Masjidil Haram, para jemaah harus senantiasa menghormati jamaah lain.
Para jemaah dilarang menggunakan parfum berlebihan atau terlalu menyengat karena dapat mengganggu kenyamanan jamaah lain.
Sesama jemaah diharapkan saling membantu agar tercipta suasana ibadah yang nyaman dan tertib.
Masjidil Haram memiliki nilai sakral dan suci, sehingga para jemaah wajib menjaga kehormatan serta ketenangan selama berada di area masjid.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Berikut Etika yang Harus Dipatuhi Jemaah Haji”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang