MADINAH, KOMPAS.com — Langkah Hamdi (75) tampak tertatih-tatih saat memasuki barisan rombongannya menuju ruang transit jemaah atau Hajj Pavilion di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah. Meski demikian, wajahnya memancarkan kebahagiaan setelah akhirnya menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Sesekali ia menggandeng sang istri, Aminah (65), yang setia berjalan di sampingnya. Tak lama kemudian, Hamdi beranjak mengambil minum sambil meminta bantuan petugas haji yang berjaga di area tersebut.
Di sela menunggu giliran naik bus menuju hotel di Madinah, Hamdi mengungkapkan profesinya selama ini.
Baca juga: Kisah Mbah Sarjo, Penyandang Disabilitas Netra Berhaji dengan Jual Kebun
"Saya marbot masjid," kata dia saat ditemui di Bandara Madinah, Jumat (24/4/2026).
Dengan penghasilan yang tidak menentu, Hamdi tetap bertekad mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi bisa menunaikan ibadah haji ke Baitullah.
Setiap bulan, ia hanya memperoleh sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta dari honor merawat masjid serta bantuan dari para dermawan.
"Saya kumpulkan uangnya dan daftar haji," ungkap dia.
Perjuangan panjang itu akhirnya terbayar. Setelah menunggu sekitar 15 tahun, Hamdi kini bisa memenuhi panggilan Allah.
Baca juga: 20 Menit di Paviliun Haji Madinah: Ada AC, Mushala hingga Klinik Medis untuk Jemaah
Ia berangkat bersama rombongan kelompok terbang (kloter) 1 Banjarmasin (BDJ).
Sebanyak 360 calon jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Selatan dalam kloter tersebut diberangkatkan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru dan tiba di Bandara Madinah, Arab Saudi pada Jumat (24/4/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang