KOMPAS.com – Upaya mengurangi dampak panas ekstrem saat puncak ibadah haji terus diperkuat pemerintah Arab Saudi.
Menjelang musim haji 1447 H/2026 M, fasilitas peneduh dan pendingin di kawasan Arafah diperluas secara signifikan, terutama di sekitar Jabal Al-Rahmah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk melindungi jutaan jemaah yang berkumpul dalam satu waktu saat wukuf, yang dikenal sebagai puncak ibadah haji.
Dilansir dari Saudi Press Agency, proyek pengembangan ini telah mencapai luas lebih dari 272.000 meter persegi setelah rampungnya fase kedua pada 2026.
Proyek tersebut dikelola oleh Kidana Development Company, yang berada di bawah Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.
Perluasan ini membuat kapasitas area teduh dan sejuk bagi jemaah meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan musim haji sebelumnya.
Skala pengembangan ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap isu keselamatan dan kenyamanan jemaah di tengah suhu yang kerap mencapai tingkat ekstrem.
Baca juga: Jual Artefak Ilegal, 11 Orang di Arab Saudi Didenda hingga Rp 60 Juta
Pada fase kedua, fasilitas yang ditambahkan meliputi:
Fasilitas tersebut melengkapi fase pertama yang telah diselesaikan pada 2025, yang mencakup:
Jika digabungkan, kedua fase ini membentuk sistem pendingin terintegrasi yang dirancang untuk menjaga suhu lingkungan tetap lebih stabil di tengah kepadatan jemaah.
Kawasan Arafah dikenal sebagai titik terpadat selama pelaksanaan haji. Pada saat wukuf, jutaan jemaah berkumpul di satu lokasi dalam kondisi cuaca yang sering kali sangat panas.
Dalam perspektif ilmiah, kondisi ini berisiko menimbulkan heat stress hingga dehidrasi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pendingin menjadi langkah penting dalam mitigasi risiko kesehatan.
Dalam buku Hajj: Journey to the Heart of Islam karya Ziauddin Sardar dijelaskan bahwa tantangan utama penyelenggaraan haji modern adalah bagaimana mengelola jutaan manusia dalam ruang terbatas tanpa mengurangi esensi spiritual ibadah.
Infrastruktur seperti sistem pendingin dan peneduh dinilai sebagai bagian dari solusi untuk menjaga keseimbangan antara aspek spiritual dan keselamatan fisik.
Baca juga: Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian
Pengembangan fasilitas ini juga sejalan dengan program Saudi Vision 2030, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah.
Melalui proyek ini, Kidana Development Company berupaya menghadirkan solusi berbasis teknologi yang tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga efisiensi pengelolaan kerumunan.
Pendekatan ini mencerminkan transformasi besar dalam tata kelola tempat suci, di mana aspek keberlanjutan dan inovasi menjadi prioritas.
Dengan adanya area peneduh yang lebih luas dan sistem pendingin yang terintegrasi, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan fokus.
Dalam kajian sosiologi agama, faktor lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman spiritual seseorang.
Seperti dijelaskan dalam buku The Sociology of Religion karya Max Weber, kondisi sosial dan fisik dapat memengaruhi kualitas penghayatan ibadah.
Dengan suhu yang lebih terkendali, jemaah memiliki peluang lebih besar untuk menjalani wukuf dengan khusyuk tanpa terganggu oleh kondisi fisik yang melelahkan.
Baca juga: Cara Tarik Uang Tunai di ATM Arab Saudi dengan Kartu dari Indonesia, Jemaah Haji Wajib Tahu
Perluasan area pendingin di Arafah menjadi salah satu contoh bagaimana Arab Saudi terus berbenah dalam menyambut jutaan tamu Allah setiap tahun.
Modernisasi tidak hanya terlihat pada transportasi dan digitalisasi layanan, tetapi juga pada infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan jemaah.
Langkah ini menegaskan bahwa penyelenggaraan haji kini tidak hanya berfokus pada ritual, tetapi juga pada aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan.
Dengan perluasan area pendingin hingga lebih dari 272.000 meter persegi, kawasan Arafah kini menjadi lebih siap menghadapi tantangan musim haji 2026.
Di tengah suhu gurun yang ekstrem dan jutaan jemaah yang berkumpul, kehadiran fasilitas modern ini menjadi penopang penting agar ibadah tetap berjalan lancar.
Pada akhirnya, inovasi seperti ini menunjukkan bahwa pelayanan terhadap jemaah haji terus berkembang, menggabungkan nilai spiritual dengan kemajuan teknologi demi menciptakan pengalaman ibadah yang lebih aman, nyaman, dan bermakna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang