Editor
KOMPAS.com - Sepuluh hari pertama Zulhijah dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan dan memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Keutamaan 10 hari pertama Zulhijah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah).” (HR Bukhari)
Baca juga: Jadwal Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah 2026 Lengkap Niatnya
Pada hari-hari tersebut, umat Muslim dapat menjalankan berbagai amalan sunnah, termasuk puasa Zulhijah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.
Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, jadwal puasa sunnah Zulhijah 2026 pun mulai banyak dicari masyarakat.
Baca juga: Urutan Ibadah Haji 2026: Dari Tarwiyah hingga Tawaf Wada’
Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI, tanggal pelaksanaan puasa sunnah Zulhijah 2026 sudah bisa diperkirakan.
Meski demikian, penetapan resmi awal Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha di Indonesia tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.
Puasa Zulhijah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 1 hingga 7 Zulhijah 1447 H.
Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI, puasa ini diperkirakan dimulai pada Senin, 18 Mei 2026 hingga Minggu, 24 Mei 2026.
Puasa ini menjadi amalan untuk menyambut hari-hari terbaik dalam Islam sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.
Sebagian ulama juga menganjurkan melanjutkan puasa hingga 9 Zulhijah bagi yang mampu.
Niat Puasa Zulhijah
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala.”
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah 1447 H yang diperkirakan jatuh pada Senin, 25 Mei 2026, sehari sebelum puasa Arafah.
Kata “Tarwiyah” berasal dari tradisi jamaah haji pada masa lalu yang mempersiapkan persediaan air sebelum menuju Arafah. Hari tersebut kemudian dikenal sebagai Yaumut Tarwiyah.
Dalam kitab Lathaiful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa memperbanyak ibadah pada hari-hari Zulhijah termasuk amalan yang sangat dianjurkan para ulama salaf.
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala.”
Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah 1447 H yang diperkirakan bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026.
Puasa ini dilakukan saat jamaah haji menjalani wukuf di Padang Arafah.
Puasa Arafah memiliki keutamaan sangat besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah paling utama bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin fii yaumi ‘arafata sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta'ala.”
Secara umum, tata cara puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:
Hakikat puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.
Puasa sunnah Zulhijah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Sementara bagi jamaah haji, mayoritas ulama memandang puasa Arafah tidak dianjurkan agar kondisi fisik tetap kuat saat menjalani wukuf dan rangkaian ibadah haji lainnya.
Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah menjadi momentum penting untuk memperbanyak amal saleh menjelang Hari Raya Idul Adha.
Karena itu, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar tidak melewatkan keutamaan dan keberkahan di bulan Zulhijah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang