Editor
KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan sistem buka tutup pintu di Terminal Ajyad, Makkah, untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah calon haji Indonesia.
Kebijakan ini diberlakukan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji tahun sebelumnya yang menunjukkan tingginya kepadatan jamaah di area terminal.
Sistem tersebut diterapkan untuk mengatur arus antrean jamaah saat menaiki bus shalawat menuju hotel.
Baca juga: Panduan Lokasi Terminal Bus Shalawat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Indonesia Wajib Tahu
PPIH menilai langkah ini efektif menciptakan pergerakan jamaah yang lebih tertib, aman, dan terukur.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman, menjelaskan penerapan sistem buka tutup dilakukan untuk meminimalkan risiko penumpukan jamaah di Terminal Ajyad.
Baca juga: 21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam
"Saat ini Terminal Ajyad sudah dilengkapi koridor khusus pejalan kaki dan pagar pembatas. Sistem buka tutup ini memastikan jamaah tidak berdesakan dan terhindar dari risiko kecelakaan saat akan menaiki bus shalawat," ujar Syarif di Makkah, Minggu (10/5/2026).
Ia mengatakan petugas lapangan mengatur posisi armada bus berdasarkan nomor rute sebelum jamaah dipersilakan masuk secara bergantian ke area terminal.
Menurut Syarif, pintu terminal akan ditutup sementara ketika kapasitas bus sudah terpenuhi.
Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat menata armada berikutnya sehingga kondisi di area penjemputan tetap aman dan tertib.
PPIH menilai sistem ini mampu mengurai antrean jamaah dengan lebih cepat, terutama pada jam-jam padat setelah pelaksanaan salat fardhu di Masjidil Haram.
Berdasarkan pemantauan Media Center Haji (MCH) usai salat Isya, antrean jamaah calon haji tujuan Misfalah dapat terangkut seluruhnya dalam waktu kurang dari satu jam.
"Kami mencatat proses pengosongan antrean setelah salat Isya hanya membutuhkan waktu 58 menit untuk seluruh jamaah tujuan Misfalah. Ini menunjukkan alur transportasi berjalan cukup dinamis," kata Syarif.
Syarif juga meminta ketua kloter dan ketua rombongan terus memberikan pemahaman kepada jamaah agar tetap tertib dan tenang saat mengantre di Terminal Ajyad, terutama pada waktu-waktu sibuk selepas salat wajib.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan transportasi haji, PPIH Arab Saudi akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatur pola kepulangan jamaah dari Masjidil Haram.
Selain itu, PPIH juga mengupayakan penambahan akses pintu keluar terminal guna memperlancar arus keberangkatan jamaah menuju hotel masing-masing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang